Buka menu utama

Masjid Banya Bashi

masjid di Bulgaria

Masjid Banya Bashi ( Bulgaria: Баня баши джамия, Banya bashi dzhamiya) adalah masjid yang berada di Sofia Bulgaria. Masjid ini dibangun oleh arsitek dan insinyur sipil Mimar Sinan. Masjid Banya Bashi terletak di kawasan Boulevard Maria Luiza di pusat Kota Sofia.

Masjid Banya Bashi
Banya Bashi Mosque 2012 PD 005.jpg
Masjid Banya Bashi
Informasi umum
LetakSofia, Bulgaria
Afiliasi agamaIslam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitekturMasjid
Tahun selesai1576
Spesifikasi
Kubah1
Menara1

SejarahSunting

Masjid Banya Bashi dibangun dimasa Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) berkuasa di Bulgaria lebih dari lima abad (abad ke-14 hingga ke-19). Pembangunannya selesai pada tahun 1576 ketika Turki Usmani dibawah pemerintahan Sultan Murad III (1574-1595) menjadikan masjid Banya Bashi sebagai salah satu masjid tertua di Eropa.

Usianya yang sudah begitu tua tak menjadikan kemegahan masjid ini memudar. hingga kini bangunan masjid ini masih terlihat kokoh. Di era rezim komunis berkuasa di Bulgaria Masjid Banya Bashi sempat ditutup oleh penguasa. Dan paska tumbangnya rezim komunis, masjid Banya Bashi kembali ke fungsinya semula hingga hari ini melayani komunitas muslim di kota Sofia yang mencapai 8.614 jiwa dari keseluruhan populasi Sofia yang berjumlah 1.170.842 jiwa.

ArsitekturSunting

Masjid ini terkenal karena kubah besar dan menara tinggi menjulang ke langit yang dimilikinya. Penggunaan batu bata merah membuat bangunan menara ini terlihat mencolok di antara bangunan-bangunan tinggi lainnya di kawasan Boulevard Maria Luiza yang berada di pusat Kota Sofia.

Saat tiba waktu shalat lima waktu, suara adzan kerap berkumandang dari pengeras suara yang terdapat pada bangunan menara ini. Ada empat buah kubah yang menghiasi bangunan masjid. Keempat kubah ini berwarna putih. Satu buah kubah berukuran besar berada di bagian tengah atap masjid. Sementara ketiga kubah lainnya yang berukuran lebih kecil berjajar di samping kubah utama.

Berbeda dengan eksterior kubah yang didominasi warna putih, dinding bagian luar masjid hampir seluruhnya didomiasi oleh warna merah kecoklat-coklatan. Warna merah kecoklat-coklatan ini dikarenakan sang arsitek menggunakan bahan baku batu bata untuk membuat dinding masjid. Sementara desain lengkung tampak menghiasi bagian luar pintu masuk menuju ke ruangan shalat. Desain lengkung juga digunakan Sinan pada saluran ventilasi udara yang terdapat pada dinding-dinding masjid.

GaleriSunting