Buka menu utama

Mashuri (lahir di Lamongan, Jawa Timur, 27 April 1976; umur 43 tahun) sastrawan berkebangsaan Indonesia. Karya-karyanya dipublikasikan di sejumlah surat kabar dan terhimpun dalam beberapa antologi. Mashuri juga tercatat sebagai salah satu peneliti di Balai Bahasa Jawa Timur. Tahun 2018, bersama Sosiawan Leak dan Raedu Basha, dia dipercaya menjadi kurator yang bertugas memilih narasumber dan menyeleksi para peserta Muktamar Sastra. Hubbu adalah judul prosanya yang mengantarkan namanya meraih predikat sebagai juara 1 Sayembara Penulisan Novel Dewan Kesenian Jakarta, tahun 2006.[1][2]

Daftar isi

Latar belakangSunting

Mashuri lahir di Lamongan, 27 April 1976. Dia menggeluti hal-ihwal terkait tradisionalitas dan religiusitas. Mashuri merupakan lulusan dua pondok pesantren di daerah kelahirannya. Dia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Di luar aktivitas pendidikannya, Mashuri berkiprah di Komunitas Teater Gapus dan Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP) Surabaya. Karya-karyanya berupa puisi, cerita pendek, esei, novel, naskah drama, sejarah lokal, dan kajian ilmiah dipublikasikan di sejumlah surat kabar. Tahun 2006 Mashuri memenangi Sayembara Menulis Roman Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Setelah menggeluti profesi sebagai pewarta, 1999-2011, sejak 2006 dia berhikmat sebagai peneliti sastra di Balai Bahasa Jawa Timur.

BibliografiSunting

  • Hubbu (novel)
  • Jawadwipa 3003 (puisi)
  • Pengantin Lumpur (puisi)
  • Ngaceng 99 Sajak (puisi)
  • Munajat Buaya Darat (puisi)
  • Dangdut Makrifat (puisi)
  • Peran Ibu dalam Cerita Sarip Tambak Oso (hasil penelitian)
  • Katalog Naskah Kuno di Jawa Timur

OrganisasiSunting

  • PPSJS (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya)
  • Lesbumi NU Jawa Timur
  • Dewan Kesenian Jawa Timur

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ TheDeskGram: Profil Mashuri, diakses 22 Februari 2019
  2. ^ Pawon Sastra: Mashuri, diakses 22 Februari 2019