Maksiat (bahasa Arab: Sayyi’ah, khathi’ah, dzanbun, dan itsmun‎) adalah perilaku atau tindakan manusia yang melanggar hukum moral yang bertentangan dengan perintah Allah SWT.

Dalam Al-Qur'an berbuat maksiat merupakan hal telarang dan bertentangan dengan perintah Allah SWT

Dengan demikian, setiap mukmin wajib menjauhi segala yang Allah haramkan baginya. Baik dia menyebutnya sebagai dosa, itsmun, khati’ah, atau maksiat. Menghindari semua perbuatan buruk yang Allah haramkan. Baik dinamakan khathi’ah, sayyi’ah, maksiat, atau itsmun. Semua harus diwaspadai atau dijauhi, karena semua itu adalah nama untuk segala yang Allah larang.

Menurut Abu al Qa'qa' Alu Abdillah, maksiat dapat mengurangi semangat dalam belajar agama. Dosa dan kemaksiatan adalah sumber dan penyebab dari setiap kejahatan dan musibah yang terjadi di dunia, baik pada setiap pribadi maupun umat. Dia antara akibat dosa dan kemaksiatan adalah seseorang terhalang dari menuntut ilmu syar’i, serta mudah lupa akan ilmu yang telah dihafalnya.[1]

AyatSunting

Al-Qur'anSunting

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

— (QS. Ali Imran: 135)

ReferensiSunting

  1. ^ admin (2020-03-02). "Resensi 102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara". Pusda Bayat. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-03-02. Diakses tanggal 2020-03-02. 

Disarikan dari fatwa Syekh Abdul ‘Aziz bin Baz di http://www.binbaz.org.sa/mat/10483