Buka menu utama

Lukman Harun (lahir di Limbanang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 6 Mei 1934 – meninggal di Jakarta, 8 April 1999 pada umur 64 tahun) adalah seorang tokoh Muhammadiyah[1] dan aktivis Islam internasional. Dia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asian Conference on Religion and Peace (ACRP).[2][3]

Lukman Harun
Lukman Harun.jpg
Lahir(1934-05-06)6 Mei 1934
Bendera Belanda Limbanang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Hindia Belanda
Meninggal8 April 1999(1999-04-08) (umur 64)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Nasional, Jakarta
Dikenal atasTokoh Muhammadiyah
Suami/istriMaimunah Malik
Orang tuaZaid (ayah)
Kamsiah (ibu)

Daftar isi

Latar belakangSunting

Lukman Harun merupakan seorang putra Minangkabau, anak ke lima di antara tujuh bersaudara dari pasangan Zaid (ayah) dan Kamsiah (ibu). Ayahnya adalah seorang yang fasih berbahasa Arab dan punya pengetahuan agama yang cukup luas. Lukman menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Nasional.[4]

KehidupanSunting

Lukman merupakan seorang organisatoris ulung. Ketika mahasiswa ia aktif di kepengurusan Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah. Di penghujung masa Orde Lama, ia merupakan aktivis yang cukup vokal mengganyang Partai Komunis Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai pegawai di Kantor Pusat Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan. Setelah itu ia bekerja sebagai Pengatur Tata Usaha di Pusat Jawatan Pertanian Rakyat Departemen Pertanian. Karena aktif diorganisasi ia ditunjuk menjadi anggota DPR-GR, yang banyak menyuarakan kepentingan politik kalangan muslim.[5] Pada tahun 1971, ia berhenti sebagai anggota DPR-GR karena di-recall.

Kemudian ia bergabung dengan Partai Muslimin Indonesia dan menjabat sebagai Sekjen. Lukman beberapa kali menjadi kandidat kuat Ketua DPP Muhammadiyah. Terakhir jabatannya sebagai Ketua Hubungan Luar Negeri/Juru Bicara Muhammadiyah.

KeluargaSunting

Ia menikah dengan seorang wanita asal Maninjau, Agam, yang bernama Maimunah Malik dan telah dikaruniai seorang putra dan tiga orang putri.

PendidikanSunting

KarierSunting

  • Pegawai di kantor Pusat Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan (1952-1954)
  • Pengatur Tata Usaha di Pusat Jawatan Pertanian Rakyat Departemen Pertanian (1954-1959)
  • Penata Agraria di Direktorat Jenderal Agraria Departemen Dalam Negeri (1959)

OrganisasiSunting

  • Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
  • Ketua Dewan Mahasiswa UNAS (1960-1962)
  • Wakil Sekjen Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI)
  • Federasi Dewan Mahasiswa
  • Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia
  • Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (1957-1960)
  • World Assembly of Youth (WAY)
  • Ketua Pengerah Massa Kesatuan Aksi Pengganyangan Gestapu/PKI (KAP Gestapu/PKI)
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Yayasan Haji Karim Oei, yayasan yang didirikan untuk dakwah di kalangan etnis Tionghoa
  • Ketua Panitia Pembebasan Palestina dan Masjidil Aqsha
  • Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
  • Anggota Badan Eksekutif Asian Conference on Religion and Peace (ACRP)
  • Keluarga Mahasiswa Minangkabau (KMM)

PenghargaanSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Wawancara Lukman Harun: "Saya Tidak Menghantam Amien Rais"" Tempo.co, 08 Maret 1997. Diakses 21 Juli 2015.
  2. ^ a b "Enam Tokoh Muhammadiyah Dapatkan UMM Award" Situs Resmi Muhammadiyah, 04 September 2014. Diakses 21 Juli 2015.
  3. ^ "Lukman Harun, Sang Organisatoris Andal (1)" Republika.co.id, 13 November 2014. Diakses 21 Juli 2015.
  4. ^ "Lukman Harun (1934-1999)" pkesinteraktif.com, 27 Februari 2009. Diakses 10 Mei 2013.
  5. ^ "Profil Lukman Harun" Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta. Diakses 10 Mei 2013.

Pranala luarSunting