Buka menu utama

Kurniawan Junaedhie

Sastrawan dan pewarta Indonesia

Kurniawan Junaedhie (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 24 November 1956; umur 62 tahun) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Menulis kali pertama di rubrik anak-anak Si Kancil, majalah Liberty, Surabaya, sejak SD. Menulis puisi dan cerpen sejak 1974 dimuat di berbagai media massa di antara lain majalah Horison, harian Kompas, Suara Karya, Suara Merdeka, Berita Nasional, Masa Kini, Jurnal Indonesia, Suara Pembaruan, dan Sinar Harapan. Buku puisinya antara lain; Rumpun Bambu (1975), Armagedon (1976), Waktu Naik Kereta Listrik (1997). Selain melakukan pertunjukan seni baca puisi, dia juga kerap diundang sebagai juri pembacaan puisi. Penyanyi Neno Warisman adalah salah satu peserta yang pernah tampil dalam ajang kompetisi saat dia menjadi juri festival baca puisi.

Kurniawan Junaedhie
Kaje.jpg
Kurniawan Junaedhie
Lahir24 November 1956 (umurĀ 62)
Bendera Indonesia Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
PekerjaanSastrawan

Kehidupan pribadiSunting

Setamat SMA di Purwokerto, dia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta. Setamat kuliah di STP, dia menggeluti profesi sebagai jurnalis sejak (1977), menjadi reporter di majalah keluarga Dewi, majalah remaja Intan (hingga 1982), majalah populer Tiara (hingga 1983), dan majalah wanita aktif Dewi (Femina Grup, 1984). Sejak Februari 1985, menjadi redaktur pelaksana majalah berita bergambar Jakarta-Jakarta (yang didirikannya bersama Noorca Marendra Massardi, Yudhistira Ardi Nugraha Massardi dan Seno Gumira Adjidarma), pemimpin redaksi majalah perilaku Tiara (1989-1999) dan tim editor di Kompas Cyber Media (hingga pensiun dini, 2000)[1]. Pada tahun 1978, ikut mendirikan majalah remaja Anita (Cemerlang).[2] Sebagai wartawan, dia menulis buku pers: Ensiklopedia Pers Indonesia (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1991), Menggebrak Dunia Pers (Puspa Swara, Jakarta, 1993), Rahasia Dapur Majalah di Indonesia (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1995),[3] dan Ensiklopedi Pers Indonesia, edisi diperbaharui (Penerbit Bisnis2030, Jakarta, 2010).[4]

Kini, Kurniawan Junaedhie beraktivitas sebagai pekebun, guest editor untuk sejumlah penerbitan di Jakarta, dan mengelola sebuah penerbitan indie. Pengalamannya sebagai pekebun dan hobiis tanaman hias dibukukan, antara lain: Panduan Praktis Perawatan Aglaonema (AgroMedia, 2006), Pesona Anthurium Daun (AgroMedia, 2006), Jurus Sukses Bisnis Tanaman Hias (AgroMedia, 2007), Menjadi Milyader dari Anthurium Daun (AgroMedia, 2007) dan lain-lain.

Kiprah kesenianSunting

  • Mendirikan Sanggar Pelangi Dalam bersama Dharmadi, Ahita Teguh Susila, Hermann Affandi (alm), Asfahani Kunanto (1971).
  • mendirikan Himpunan Penulis Muda (HPM) Purwokerto bersama Dharmadi, Ahita Teguh Susila, Hermann Affandi (alm), Asfahani Kunanto, Wahyu Mandoko, Didi Wahyu, Hendaryun, Anton-van mess-Suparno, Edhi-bagong-Wahono, Mujimanto (Niken Pratiwi alm), Sugeng Pamuji dan beberapa teman lainnya (1974).
  • Tergabung dalam Bengkel Sastra Ibu kota bersama Adek Alwi, Azwina Azis Mirasa, Wahyu Wibowo, Hendry Ch. Bangun, dan sejumlah nama lainnya serta aktif sebagai mentor dalam Himpunan Penulis Cerpen dan Puisi (HCP) bersama Adek Alwi, Lazuardi Adi Sage dkk (1978-1985).
  • Mengikuti ajang Penyair Muda di Depan Forum di TIM, Jakarta (1982).
  • Menjadi juri buku anak-anak untuk Yayasan Buku Utama yang diselenggarakan oleh Depdikbud, bersama Boen Oemaryati, Eka Budianta dan lain-lain (1990-1999).
  • Menulis buku anak-anak, beberapa di antaranya dibeli pemerintah untuk proyek Inpres (1977-1982).
  • Ikut menggagas berdirinya Komunitas Negeri Poci, yang cikal-bakal terbitnya antologi Dari Negeri Poci dan meluncurkannya di Tegal (1993 - sekarang)[5]
  • Aktif sebagai penggagas, kurator, editor, sekaligus ikut membidani terbitnya buku-buku puisi para penyair Indonesia, antara lain; Dari Negeri Poci 1, 2, 3 dan Dari Negeri Poci 4: Negeri Abal-Abal, Merah Yang Meremah, Antologi 10 Penyair Perempuan di Facebook (Bisnis2030. Jakarta, 2009), Perempuan dalam Sajak, Antologi 9 Penyair Perempuan Indonesia (Kosakatakita Kita, Jakarta, 2010) dan Senandoeng Radja Ketjil, Antologi 15 Penyair Indonesia (Kosakatakita, Jakarta, 2010) dan lain-lain.

BibliografiSunting

Karya pribadiSunting

  • Rumpun Bambu (Purwokerto, 1975)
  • Armageddon (bersama Ahita Teguh Susilo, Purwokerto, 1976)
  • Waktu Naik Kereta Listrik (Jakarta, 1977)
  • Selamat Pagi Nyonya Kurniawan (Tiara Kliq, Jakarta, 1978)
  • Cinta Seekor Singa (Penerbit Bisnis2030, Jakarta, 2009)
  • Perempuan dalam Secangkir Kopi (Kosa Kata Kita, Jakarta, 2010)
  • 100 Haiku untuk Sri Ratu (Bisnis2030, Jakarta, 2010)
  • Bibir di Bawah Bantal (Kosakatakita, Jakarta, 2011).
  • Opera Sabun Colek (cerpen, Kosa Kata Kita, 2011).

Karya bersamaSunting

  • Cerita Pendek Indonesia 4 (Editor Satyagraha Hoerip, Gramedia Pustaka Utama, 1985)
  • Dari Negeri Poci (bersama 12 penyair Indonesia, Pustaka Sastra, Jakarta, 1993)
  • Dari Negeri Poci 2 (bersama 45 penyair Indonesia, Pustaka Sastra, Jakarta, 1994)
  • Dari Negeri Poci 3 (bersama 49 penyair Indonesia, Majalah Tiara, Jakarta, 1996)
  • The Fifties Selection (bersama 19 penyair lainnya, Pustaka Kreasi, Jakarta, 2009)
  • Senandoeng Radja Ketjil (bersama 16 penyair Indonesia lainnya, Kosa Kata Kita, 2010)
  • Kitab Radja-Ratoe Alit (bersama 49 penyair Indonesia lainnya, Kosa Kata Kita, 2011)
  • Bangga Aku Jadi Rakyat Indonesia (bersama 50 penyair Indonesia lainnya, Kosa Kata Kita, 2012)
  • Dari Negeri Poci 4: Negeri Abal-Abal (bersama 98 penyair, Kosa Kata Kita, 2013).
  • Dari Negeri Poci 5: Negeri Langit (bersama 98 penyair, Kosa Kata Kita, 2014).
  • 1000 Haiku Indonesia (Kosa Kata Kita, 2015)
  • Kitab Karmina Indonesia (Kosa Kata Kita, 2015)
  • Dari Negeri Poci 6: Negeri Laut (bersama 175 penyair, Kosa Kata Kita, 2015)[6]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting