Kuantisasi kanonik

proses pengubahan teori fisika klasik ke bentuk yang sesuai dengan mekanika kuantum

Kuantum Kanonik adalah salah satu metode kuantumisasi sistem dengan menerapkan hubungan balikan urutan peubah kanonis sistem.[1] Metode kuantisasi kanonik telah berhasil diterapkan pada kuantisasi teori medan dengan menggunakan Formalisme Hamiltonian untuk partikel dengan spin lebih kecil dari dua. Contoh spin ini adalah Elektrodinamik Kuantum dan Kromodinamik Kuantum. Aturan kuantisasi kanonik dapat diterpakan pada percobaan-percobaan untuk relativitas umum. Formalisme Hamiltonian dalam relativitas umum disebut sebagai Formalisme Arnowitt-Deser-Misner (ADM) yang ditemukan oleh Arnowitt, Deser, dan Misner (1962). Metode kuantisasi dengan perhitungan kanonik ini memunculkan masalah-masalah yang belum mampu terpecahkan dan menjadi kendala dalam menetapkan teori gravitasi kuantum seperti permasalahan produk dalam, masalah waktu, dan masalah penormalan kembali. Kuantisasi kanonik dapat diterapkan untuk perhitungan angka partikel dan perhitungan relativitas umum.[2] Distribusi Kanonik memiliki perbedaan pada energi dengan probabilitas terbesar pada masing-masing energi. Probabilitas maksimum diperoleh saat terjadi pergeseran perubahan energi.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ Kamus FIsika: Mekanika Kuantum. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1993. hlm. 45. ISBN 979 459 354 0. 
  2. ^ Edi Kusuma, Benz (2005). Formalisme Arnowitt-Deser-Misner (ADM) dalam Relativitas Umum. Bandung: FMIPA ITB. hlm. 5–6. 
  3. ^ Fisika Modern II. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996. hlm. 367–368.