Konspirasi Para Budak

Rencana pembunuhan yang gagal di Malta

Konspirasi Para Budak (bahasa Malta: Konfoffa tal-ilsiera), atau disebut juga Pemberontakan Para Budak, adalah suatu rencana yang gagal dari para budak Muslim tawanan Ordo Ksatria Hospitaller di Malta, untuk memberontak dengan cara membunuh Pemimpin Agung (Grand Master) Manuel Pinto da Fonseca dan mengambil alih pulau tersebut. Pemberontakan direncanakan terjadi pada 29 Juni 1749, namun rencana tersebut terungkap dan diketahui oleh Ordo tersebut sebelum terlaksana, dan para perencananya ditangkap dan sebagian besar kemudian dieksekusi mati.

Konspirasi Para Budak
Valletta St Johns square Malta 2014 3.jpg
Pemberontakan berawal di Istana Pemimpin Agung (Grand Master) di Valletta
Nama asli Konfoffa tal-ilsiera
Tanggal29 Juni 1749
LokasiValletta, Malta
Nama lainPemberontakan Para Budak
JenisUpaya pemberontakan budak
PenyelenggaraMustafa, Pasha pulau Rodos
HasilPemberontakan digagalkan
TuntutanMayoritas pemberontak dieksekusi mati

Latar belakangSunting

Di pertengahan abad ke-18, ada sekitar 9.000 budak Muslim di Malta, yang berada di bawah pemerintahan Ordo Ksatria Hospitaller.[1] Mereka diberi sejumlah besar kebebasan, diizinkan untuk berkumpul untuk beribadan.[2] Meskipun ada berbagai peraturan yang mencegah mereka dari berinteraksi dengan orang-orang Malta, peraturan ini tidak ditegakkan secara teratur. Beberapa budak juga bekerja sebagai pedagang, dan pada waktu tertentu diizinkan untuk menjual barang dagangan mereka di jalan-jalan dan alun-alun Valletta.[3]

Pada bulan Februari 1748, budak-budak Hongaria, Georgia, dan Malta di kapal Ottoman Lupa melakukan pemberontakan, menawan lebih dari 150 orang Ottoman, yang juga termasuk Mustafa, Pasha dari pulau Rodos. Mereka membawa kapal yang direbut itu ke Malta, dan para tawanan yang ada kemudian dijadikan budak. Namun, Mustafa dikenakan tahanan rumah saja atas desakan Prancis, karena adanya Persekutuan Prancis-Utsmaniyah; dan ia pada akhirnya dibebaskan. Ia lalu masuk Kristen dan menikahi seorang wanita Malta, sehingga ia diizinkan untuk tetap tinggal di Malta.[4]

RencanaSunting

 
Manuel Pinto da Fonseca

Mustafa merencanakan suatu pemberontakan budak pada tanggal 29 Juni 1749. Hari tersebut adalah hari raya Santo Petrus dan Paulus (bahasa Malta: L-Imnarja), dan sebuah perjamuan akan diselenggarakan di Istana Pemimpin Agung di Valletta. Budak-budak rencananya akan meracuni makanan di perjamuan tersebut, serta di barak-barak (auberges) dan istana-istana lainnya.[5] Setelah jamuan tersebut, sekelompok kecil budak akan membunuh Pemimpin Agung Manuel Pinto da Fonseca dalam tidurnya, sementara 100 orang budak istana akan menyergap para penjaga. Mereka kemudian akan menyerang Penjara Budak untuk membebaskan tawanan Muslim lain yang tersisa, sementara sebagian yang lain akan menyerang Benteng Santo Elmo dan mengambil persenjataan dari gudang senjata. Para Bey Utsmaniyah dari Tunisia, Tripolitania, dan Aljazair kemudian akan mengirim armada yang menyerang Malta, setelah menerima sinyal dari para pemberontak tersebut.[6]

Rencana terungkap dan akhirSunting

Rencana tersebut terungkap pada tanggal 6 Juni, yaitu tiga minggu sebelum waktunya terjadi.[7] Tiga budak bertemu di sebuah kedai kopi di Valletta dalam rangka membahas cara memperoleh dukungan dari orang Malta yang menjaga Pemimpin Agung, dan mereka mulai bertengkar. Pemilik kedai, seorang Yahudi bernama Giuseppe Cohen, mendengar mereka menyebut pemberontakan dan melaporkan informasi ini kepada Pemimpin Agung. Tiga budak itu lalu ditangkap, dan mereka mengungkapkan rincian rencana setelah disiksa.

Para pemimpin pemberontakan kemudian juga ditangkap, 38 di antaranya disidangkan dan dieksekusi mati. Beberapa perencana dilaporkan masuk Kristen dan meminta dibaptis hanya beberapa saat sebelum dibunuh. 125 orang lainnya digantung di Alun-alun Istana di Valletta, sementara 8 orang lainnya dicap dengan huruf R (dari kata ribelli, "pemberontak") di kening mereka, dan dihukum kerja paksa di geladak kapal seumur hidup. Atas desakan Prancis, Mustafa Pasha, yang merupakan tokoh di balik pemberontakan ini, tidak dieksekusi mati melainkan dibawa ke pulau Rodos dalam sebuah kapal pengangkut Prancis.

KonsekuensiSunting

 
Rumah di Valletta yang diberikan kepada Giuseppe Cohen sebagai hadiah atas pengungkapan rencana pemberontakan. Sejak tahun 1773, bangunan ini adalah tempat lembaga sosial Monte di Pietà.

Menyusul kegagalan rencana tersebut, Pemimpin Agung Pinto melaporkan peristiwa tersebut kepada utusan-utusannya di seantero Eropa. Peraturan-peraturan yang membatasi pergerakan budak dibuat menjadi lebih ketat. Mereka tidak lagi bisa pergi ke luar batas kota, dan tidak boleh mendekati benteng. Mereka tidak diizinkan untuk berkumpul di mana saja kecuali di masjid mereka, dan tidur hanya di dalam Penjara Budak. Selain itu, mereka tidak diizinkan membawa persenjataan atau kunci-kunci apapun dari gedung-gedung pemerintah.

Giuseppe Cohen, yang telah mengungkapkan rencana tersebut, mendapatkan pensiun tahunan sebesar 300 scudi dari bendahara Ordo, serta tambahan 200 scudi dari Università (dewan kota) Valletta. Cohen juga memperoleh sebuah rumah di Valletta, yang sebelumnya adalah kantor lama Università sebelum pindah ke tempat baru tahun 1721. Rumah tersebut tetap pada keluarga Cohen keluarga sampai tahun 1773, ketika mereka mendapat bayaran berkala (anuitas) dan bangunan diambil alih menjadi tempat lembaga sosial Monte di Pietà.[8]

Dalam sastraSunting

Puisi Fuqek Nitħaddet Malta, sebuah contoh awal dari sastra Malta, ditulis oleh penulis anonim beberapa tahun setelah upaya pemberontakan tersebut.[9]

Pada tahun 1751, Giovanni Pietro Francesco Agius de Soldanis menerbitkan karya Mustafà Bassà di Rodi schiavo di Malta, o sia di la lui congiura semua'occupazione di Malta descritta da Michele Acciard yang menceritakan tentang konspirasi itu. Ia menerbitkannya di bawah nama samaran Michele Acciard, salah seorang Italia yang ditemui de Soldanis dalam berbagai perjalanannya (meskipun beberapa dokumen menunjukkan kemungkinan bahwa Acciard juga terlibat dalam penulisannya pula).[10] Buku itu menyebabkan kontroversi karena dianggap menyerang Ordo dan berargumentasi untuk hak-hak orang Malta. Ini mengakibatkan buku itu dilarang di Malta, dan de Soldanis harus pergi ke Roma untuk membuat pembelaan dirinya di hadapan Paus Benediktus XIV. De Soldanis kembali pada tahun 1752, dan dimaafkan oleh Pinto.[11]

Pada tahun 1779, Pietro Andolfati menulis sebuah drama tentang pemberontakan ini, yang berjudul La congiura di Mustafa Bassa di Rodi contro i cavalieri Maltesi: ovvero le glorie di Malta (konspirasi Mustapha Pasha dari Rodos melawan para Ksatria Malta, atau kemuliaan-kemuliaan Malta).[12]

Bacaan lanjutanSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Eltis, David; Bradley, Keith; Cartledge, Paul (2011). The Cambridge World History of Slavery: Volume 3: AD 1420-AD 1804. Cambridge University Press. hlm. 144. ISBN 9780521840682. 
  2. ^ Fisher, Humphrey J. (2001). Slavery in the History of Muslim Black Africa. London: C. Hurst & Co. Publishers. hlm. 31. ISBN 9781850655244. 
  3. ^ Goodwin, Stefan (2002). Malta, Mediterranean Bridge. Greenwood Publishing Group. hlm. 43. ISBN 9780897898201. 
  4. ^ Castillo, Dennis Angelo (2006). The Maltese Cross: A Strategic History of Malta. Westport: Greenwood Publishing Group. hlm. 91. ISBN 9780313323294. 
  5. ^ Abela, Mario. "Il-Konfoffa ta' l-ilsiera" (PDF). hostingbydavi.info (dalam bahasa Malta). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 29 September 2015. 
  6. ^ Sciberras, Sandro. "Maltese History – E. The Decline of the Order of St John In the 18th Century" (PDF). St. Benedict College. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 26 June 2015. 
  7. ^ "Very rare contemporary account of an abortive Muslim slave revolt in Malta". forumrarebooks.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 September 2015. 
  8. ^ Denaro, Victor F. (1958). "Houses in Merchants Street, Valletta" (PDF). Melita Historica. 2 (3): 161. 
  9. ^ Cassar, Mario. "L-Istorja tal-Ilsien Malti". L-Akkademja tal-Malti (dalam bahasa Malta). Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 September 2015. 
  10. ^ "Patriotism, Deception and Censorship – De Soldanis and the 1751 account of the uprising of the slaves". Book Distributors Limited. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 April 2016. 
  11. ^ Carabott, Rosabelle (2012). De Soldanis – L-Esploratur tal-Ilsien Malti (PDF) (dalam bahasa Maltese). Heritage Malta. hlm. 4–5. ISBN 9789995702854. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 11 December 2015.  CS1 maint: Unrecognized language (link)
  12. ^ Andolfati, Pietro (1779). La congiura di Mustafa Bassa di Rodi contro i cavalieri Maltesi: ovvero le glorie di Malta (dalam bahasa Italia).