Kim Jong-nam

Kim Jong-nam (Hangul김정남; Hanja金正男, Korean: [kim.dzʌŋ.nam];[a] 10 Juni 1971 – 13 Februari 2017) adalah anak sulung dari Kim Jong-il, pemimpin Korea Utara dari 1994 sampai 2011. Sejak sekitar tahun 1994 hingga 2001, dia dianggap sebagai pewaris takhta dari ayahnya.[2] Dia dianggap tidak disukai setelah mempermalukan rezim pada tahun 2001 dengan upaya yang gagal untuk mengunjungi Disneyland Tokyo dengan paspor palsu, meskipun Kim Jong-nam sendiri mengatakan kehilangan dukungannya karena mendukung reformasi.

Kim Jong-nam
김정남
Kim jong nam.jpg
Kim Jong-nam pada 2001, selama ditahan di Bandar Udara Internasional Narita.
Informasi pribadi
Lahir(1971-06-10)10 Juni 1971[1]
Bendera Korea Utara Pyongyang, Korea Utara
Meninggal dunia13 Februari 2017(2017-02-13) (umur 45)
Bendera Malaysia Sepang, Selangor, Malaysia
Sebab kematianDiduga karena pembunuhan
KebangsaanKorea Utara
Partai politik Partai Buruh Korea
PasanganShin Jong-hui
HubunganKim Jong-il (ayah)
Song Hye-rim (ibu)
Kim Il-sung (kakek)
Kim Sul-song (saudara perempuan)
Kim Jong-un (saudara laki-laki)
Kim Jong-chul (saudara laki-laki)
Anak6, termasuk Kim Han-sol
Tempat tinggalMacau
Singapura
Malaysia
Alma materUniversitas Kim Il-sung
Dinas militer
Pihak Korea Utara
Dinas/cabang Tentara Rakyat Korea
PangkatColonel rank insignia (North Korea).svg Kolonel
Kim Jong-nam
Chosŏn'gŭl김정남
Hancha金正男
McCune–ReischauerKim Chŏng-nam
Alih aksaraGim Jeong-nam

Kim Jong-nam diasingkan dari Korea Utara ca. 2003, sesekali menjadi kritikus terhadap rezim keluarganya.[3] Adik tiri dari pihak ayah yang lebih muda, Kim Jong-un, ditunjuk sebagai pewaris pada September 2010.[4] Kim Jong-nam meninggal pada 13 Februari 2017 di Malaysia sebagai akibat dari pembunuhan yang tampaknya dilakukan oleh Korea Utara, dengan racun saraf VX.[5]

KematianSunting

Saudara bungsu tirinya, Kim Jong-un, disebut sebagai pewaris takhta ayahnya pada September 2010.[4] Kim Jong-nam meninggal di Malaysia pada Februari 2017 dengan kondisi sekitar yang mencurigakan; dia dicurigai sudah diracuni oleh dua wanita, berspekulasi menjadi agen Korea Utara di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur.[1]

Catatan kakiSunting

  1. ^ The given name Jong-nam / Jong Nam is pronounced [tsʌŋ.nam] in isolation.

ReferensiSunting

  1. ^ a b Tan Sri Dato' Sri Khalid bin Abu Bakar (14 February 2017). "Press Statement: Death of a North Korean citizen". Royal Malaysia Police. Diakses tanggal 17 February 2017. 
  2. ^ "Kim Jong-un's Big Threat: His Older Brother – Globalo" (dalam bahasa Inggris). 23 August 2016. Diakses tanggal 26 September 2016. 
  3. ^ "North Korea's leader will not last long, says Kim Jong-un's brother". The Guardian. 17 January 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 December 2013. Diakses tanggal 17 January 2012. 
  4. ^ a b Donald Kirk (October 8, 2010). "Kim Jong-un confirmed North Korean heir ahead of massive military parade". Christian Science Monitor. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 October 2011.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "christian" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  5. ^ "U.S. sanctions North Korea for killing of leader's half-brother". Reuters. 7 March 2018. Diakses tanggal 7 March 2018. 

Pranala luarSunting