Buka menu utama

Kerabat liar tanaman pertanian

Dua orang konservasionis mengumpulkan pengetahuan kearifan lokal dalam praktik pembudidayaan yang membantu populasi kerabat liar tanaman pertanian, dari seorang petani di Fes, Maroko.

Kerabat liar tanaman pertanian (bahasa Inggris: crop wild relative; sering diabreviasi menjadi CWR) adalah tanaman liar yang berkerabat dengan tanaman yang didomestikasi, yang asal geografisnya bisa ditelusur ke tempatnya yang diketahui sebagai Pusat Vavilov (dinamai berdasarkan botanis Nikolai Vavilov). Bisa jadi, tumbuhan itu adalah leluhur dari tanaman yang didomestikasi, atau kerabat terdekat dari takson tersebut.

IkhtisarSunting

Kerabat liar tanaman pertanian menjadi sumber yang semakin penting untuk mengembangkan produksi pertanian dan untuk mempertahankan agro-ekosistem yang berkelanjutan.[1][2][3] Dengan keberadaan perubahan iklim dan ketidakstabilan ekosistem, kerabat liar ini mungkin untuk membuktikan sumber kritis dalam meyakinkan ketahanan pangan untuk milenium baru.[4] Nikolai Vavilov adalah seorang botanis Rusia yang pertama kali merealisasikan pentingnya kerabat liar tanaman pertanian pada awal abad ke-20.[5] Materi genetik dari kerabat liar telah dimanfaatkan oleh manusia selama ribuan tahun untuk mengembangkan kualitas dan hasil panen. Petani telah memakai metode pemuliaan tradisional selama ribuan tahun, jagung liar (Zea mexicana) secara rutin tumbuh bersama jagung untuk mendorong persilangan alami dan mengembangkan panen. Baru-baru ini, pemulia tanaman memanfaatkan gen kerabat liar untuk mengembangkan persebaran luas panenan seperti beras (Oryza sativa), tomat (Solanum lycopersicum), dan butir kacang-kacangan.[6]

Kerabat liar tanaman pertanian telah mengontribusikan banyak gen berguna dalam tanaman pertanian dan varietas modern dari semua tanaman pangan yang terpenting sekarang mengandung gen dari kerabat liar mereka. Sebelumnya, kerabat liar tanaman pangan ini adalah tanaman liar yang berhubungan dengan spesies penting yang berhubungan pula secara sosio-ekonomi termasuk makanan, makanan ternak tanaman pagar, tanaman obat, spesies rempah-rempahan, tanaman hias, dan tanaman hutan sebagai mana tumbuhan yang digunakan untuk kepentingan industri, seperti minyak dan serat, yang bisa digunakan untuk sifat-sifat yang bermanfaat. Kerabat liar tanaman pertanian bisa didefinisikan sebagai "... takson tanaman liar yang mempunyai kegunaan tidak langsung yang didapat dari hubungan genetik yang relatif dekat dengan tanaman pertanian...”[7]

KonservasiSunting

 
Contoh dari satu dari cadangan genetik pertama yang dibuat untuk kerabat liar tanaman pertanian dekat Kalakh al-Husn, Suriah

Kerabat liar sangat penting dalam ekosistem alam dan pertanian dan karenanya sangat diperlukan untuk mempertahankan kelestarian ekosistem.[4] Konservasi dan penggunaan kerabat liar yang berkelanjutan sangat penting untuk mengembangkan produksi pertanian, meningkatkan ketahanan pangan, dan mempertahankan kelestarian lingkungan.[8][9]

Ancaman terhadap populasi alami dari kerabat liar tanaman pangan meningkat. Kerabat liar ini terancam oleh kehilangan habitat lewat penghancuran dan degradasi lingkungan alam atau konservasi dalam bentuk lain. Deforestasi adalah penyebab hilangnya populasi kerabat liar yang penting dari tanaman buah, kacang, dan industri. Populasi kerabat liar dari tanaman sereal yang terdapat di wilayah gersang atau semigersang menjadi sedikit berkurang karena desertifikasi yang berlebihan. Pertumbuhan industrialisasi pertanian mengurangi secara drastis keberadaan kerabat liar tanaman pertanian dalam agro-ekosistem tradisional. Konservasi yang bijak dan penggunaan kerabat liar tanaman pertanian termasuk elemen penting dalam meningkatkan ketahanan pangan, menghilangkan kelaparan, dan mempertahankan lingkungan.[10]

ReferensiSunting

  1. ^ Bioversity International, (2006). Crop wild relatives. Bioversity International, Rome.
  2. ^ FAO, (1998). The State of the World’s Plant Genetic Resources for Food and Agriculture. FAO, Rome
  3. ^ FAO, (2008). Establishment of a global network for the in situ conservation of crop wild relatives: status and needs. FAO, Rome
  4. ^ a b Maxted, N., Ford-Lloyd, B.V. and Kell, S.P., (2008). Crop wild relatives: establishing the context. In: Maxted, N., Ford-Lloyd, B.V., Kell, S.P. Iriondo, J., Dulloo, E. and Turok, J. (eds.) Crop Wild Relative Conservation and Use. Pp. 3-30. CABI Publishing, Wallingford.
  5. ^ Vavilov, N.I., (1926). Studies in the origin of cultivated plants. Institute of Applied Botany and Plant Breeding, Leningrad.
  6. ^ Hajjar, R. and Hodgkin, T., (2007). The use of wild relatives in crop improvement: a survey of developments over the last 20 years. Euphytica, 156: 1-13.
  7. ^ Maxted, N., Ford-Lloyd, B.V., Jury, S.L., Kell, S.P. and Scholten, M.A. (2006). Towards a definition of a crop wild relative. Biodiversity and Conservation 15(8):2673-2685.
  8. ^ Hawkes, J.G., Maxted, N. and Ford-Lloyd, B.V., (2000). The ex situ conservation of plant genetic resources. pp. 1-250. Kluwer, Dordrecht.
  9. ^ Heywood, V.H. and Dulloo, M.E., (2006). In Situ Conservation of Wild Plant Species – a Critical Global Review of Good Practices. IPGRI Technical Bulletin No. 11. IPGRI, Rome; Hoyt, E., (1988). Conserving the Wild Relatives of Crops. IBPGR, IUCN, WWF, Rome; Meilleur, B.A. and Hodgkin, T., (2004). In situ conservation of crop wild relatives. Biodiversity and Conservation, 13: 663—684.
  10. ^ Tanksley, S.D. and McCouch, S.R., (1997). Seed banks and molecular maps: Unlocking genetic potential from the wild. Science, 277: 1063–1066.