Kenorland

Kenorland adalah salah satu superbenua paling awal yang diketahui di bumi. Superbenua ini terbentuk sekitar 2,72 miliar tahun lalu selama periode Neoarkean dan pada pertengahan era Prakambrium, dan berakhir pada sekitar 2,11 miliar tahun lalu pada periode Paleoproterozoikum. Kenorland sendiri merupakan salah satu Superbenua tertua di dunia setelah Vaalbara (3600 juta tahun lalu).

Kenorland sekitar 2.5 miliar tahun yang lalu.
Kenorland sekitar 2,3 miliar tahun yang lalu.

Hingga pembentukan Kenorland, planet muda ini adalah dunia air dengan atmosfer yang kaya akan metana. Ini berarti bakteri yang menyukai oksigen hanya dapat terakumulasi melalui ventilasi mikroskosmis di dasar laut. Ketika daratan baru muncul, sebagian besar laut didorong ke permukaan.[1]

PembentukanSunting

Kenorland pembentukannya berawal dari Kraton Yilgarn yang terbentuk sekitar 4.4 miliar tahun yang lalu. Superbenua Kenorlamd masih memiliki keraguan karena ada daratan lain yang dikenal dengan Anak Benua India menjadikan Kenorland sebagai bukan satu-satunya daratan di bumi pada saat itu.

Kraton Yilgarn menjadi satu-satunya daratan di dunia pada saat itu. Ia terbentuk pada awal Prakambrium . Keraton Yilgarn berubah (berpecah) menjadi Kraton Kapvaal dan Kraton Pilbara sekitar 3.6 miliar tahun yang lalu. Persatuan antara kedua kraton ini membentuk Vaalbara . Vaalbara sendiri besarnya tidak beda jauh dari besar Kraton Yilgarn dan tidak besar dua kali dalam ukuran. Vaalbara akhirnya berubah (terpecah) menjadi Superbenua Ur yang terbentuk sekitar 3.1 miliar tahun lalu. Perpecahan Kraton Yilgarn dan Vaalbara masih ada keraguan dari para ahli Geologi. Tak lama setelah itu, Ur terpecah menjadi Laurentia , Baltica , Australia Barat , dan Kalaharia . Beberapa benua atau kraton inilah yang membentuk Kenorland.

PeristiwaSunting

Paparan lahan baru terhadap pelapukan mungkin telah memicu penyerap gas rumah kaca seperti karbon dioksida. Bentuk sederhana dari bakteri yang hanya berkembang biak di air digantikan oleh alga, tumbuhan dan jamur yang lebih kompleks. Gas dominan karbon dioksida, metana, dan hidrogen dipompa ke udara. Ini menganggu keseimbangan radiasi Bumi yang menghasilkan episode glasial antara 2,4 dan 2,2 miliar tahun yang lalu. Hal ini kemudian dapat mengakibatkan peristiwa Oksigesi Hebat ketika perubahan atmosfer membawa oksigen bebas dalam jumlah besar ke udara.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ a b "WHAT WAS KENORLAND?". Mail Online (dalam bahasa Inggris). 2018-05-23. Diakses tanggal 2020-08-26. 

Lihat pulaSunting