Kemilau Cinta Kamila (musim pertama)

Kemilau Cinta Kamila 1 adalah musim pertama dari sinetron Kemilau Cinta Kamila yang ditayangkan di RCTI.[1]

Kemilau Cinta Kamila
250px
Jumlah episode166
Produksi
Durasi60 menit
Rilis
Tayang perdanaSenin, 1 Maret 2010
Tanggal rilisSenin, 1 Maret 2010 –
Jumat, 23 Juli 2010
Kronologi
Diawali olehKejora dan Bintang
Dilanjutkan olehKemilau Cinta Kamila Berkah Ramadhan

SinopsisSunting

KAMILA (Asmirandah) adalah seorang gadis cantik, sederhana dan baik hati. Kamila hanya tinggal berdua dengan Ibunya, FARAH (Marini Zumarnis). Untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan hidup mereka, Kamila bekerja di sebuah café sebagai pelayan restoran. Farah sangat menyayangi Kamila dan berusaha menjadi ayah sekaligus ibu bagi Kamila. Farah sangat ketat untuk satu hal, yakni ia tidak mengizinkan Kamila berpacaran, kecuali bila Kamila lulus kuliah dengan gelar cumlaude.

Di tempat kerjanya Kamila bertemu dengan EDOARDO PUTRA (Mischa Chandrawinata), seorang pria yang ganteng dan kaya raya. Mereka berdua akhirnya berpacaran tanpa sepengetahuan Farah. Hingga akhirnya Kamila hamil. Edo bimbang, ia belum sanggup untuk bertanggung jawab. Ibunya Edo, MARTHA (Debby Cynthia Dewi) malah menjanjikan Kamila sejumlah uang untuk menggugurkan kandungan. Kamila benar-benar hancur melihat perlakuan keduanya.

Suatu hari, Kamila menemani sahabatnya, LIVIA (Tika Putri) pergi bersama FADIL (Jonas Rivanno), pacar Livia. Fadil kemudian melamar Livia. Dengan berbunga-bunga, Livia memasangkan cincin yang baru diterimanya ke jari Kamila, dengan harapan agar Kamila juga akan segera dilamar oleh Edo. Kamila sangat sedih mendengarnya. Belum sempat cincin itu dikembalikan, ketiganya mengalami kecelakaan.

Dalam keadaan kritis, Fadil menyampaikan ke keluarganya untuk merestui hubungannya dengan kekasih hatinya. Belum selesai Fadil berbicara, ibu Fadil, AMBAR (Nunu Datau) tertegun melihat Kamila, wanita yang pernah ia lihat bersama Fadil dan juga mengenakan cincin yang sama dengan Fadil. Semua pun mengira kalau Kamila lah kekasih Fadil, begitu pun dengan Farah.

Keluarga Fadil tidak menyetujui hubungan Fadil dengan Kamila. Fadil yang kemudian mengetahui bahwa Livia telah tiada, kemudian mengakui bahwa bayi dalam kandungan Kamila adalah anaknya. Hal itu semata-mata Fadil lakukan menyelamatkan hatinya sendiri yang terluka karena kehilangan kekasihnya, juga untuk menyelamatkan Kamila dan bayinya yang telah ditolak oleh Edo. Ternyata Edo tidak bisa begitu saja melupakan Kamila, ia sangat cemburu melihat kedekatan Kamila dan Fadil. Edo pun kembali mendekati Kamila.

Edo tidak diperbolehkan keluar oleh ibunya. Tetapi, jika ia pergi keluar rumah ia tidak diperbolehkan kembali ke dalam rumah. Lalu, Edo meminta agar dilakukan tes DNA antara Fadil dan Edo. Terbukti Edo yang sudah menghamili Kamila. Pernikahan pun dilaksanakan, namun gagal.

Fadil pun memboyong Kamila ke Jakarta untuk tinggal dengannya dan keluarganya. Hubungan mereka menghadapi berbagai kesulitan karena Ambar tidak menyetujui hubungan mereka dan Edo terus menerus mengejar Kamila. Merasa bahwa putrinya membutuhkannya, Farah pun pindah ke Jakarta. Di saat yang sama, sepupu Fadil, Indy, kembali dari Prancis setelah menyelesaikan kuliah fashion design. Tak dinyana, Farah bertemu kembali dengan Harris, pacarnya dahulu yang juga ayah kandung Kamila. Akhirnya diketahui bahwa hubungan Farah dan Harris dahulu tidak disetujui ibu Harris, Eyang Tini, yang merupakan bos Kamila di restoran tempat Kamila bekerja. Suatu kali, Farah mengalami kecelakaan. Pada awalnya ia merasa baik-baik saja, namun ternyata ia mengalami penyakit otak. Mengetahui ia tidak akan berumur panjang, ia meminta Kamila dan Fadil berfoto dalam pakaian pengantin. Sebelum ia meninggal, ia berniat memberitahu Kamila bahwa nama ayahnya adalah Harris, namun Farah mengembuskan napas terakhir sebelum menyampaikannya pada Kamila.

Belakangan, diketahui bahwa Fadil memiliki saudara kembar bernama Taufan yang telah pergi dari rumah selama lima tahun. Taufan menjalin cinta dengan Alena, anak angkat Harris yang merupakan seorang pengacara. Suatu kali, Alena secara kebetulan bertemu Ambar dan ia membuat Ambar terkesan atas kepintarannya sebagai pengacara. Ambar pun beranggapan bahwa Alena merupakan calon istri yang lebih tepat bagi Fadil dibandingkan Kamila dan berusaha mempertemukan Fadil dan Alena.

Melalui berbagai kejadian, Kamila pun akhirnya bertemu Taufan dan membujuk Taufan agar pulang. Ambar pun akhirnya mengetahui bahwa Alena adalah pacar Taufan. Akan tetapi, Taufan tidak datang di malam di mana ia berniat pulang. Ternyata, Taufan mengalami kecelakaan mobil dan setelah ia menyelamatkan diri, ia ditabrak Laras, perempuan pilihan Tini untuk Harris dan juga sahabat Farah. Laras pun merawat Taufan dan mendatangkan ahli medis terbaik untuk Taufan. Semua orang mengira Taufan telah meninggal, sebab di mobil yang mengalami kecelakaan (dan terbakar) hanya ada satu jenazah yang sudah hangus dan gelang emas pemberian Alena tergeletak di mobil itu dan berhasil selamat. Alena dan Ambar sama-sama depresi atas "kematian" Taufan.

Akhirnya, terungkaplah kebenaran bahwa Taufan masih hidup. Ambar dan Alena awalnya marah pada Laras karena menyembunyikan Taufan, namun akhirnya mereka saling memaafkan. Ambar bahkan merestui hubungan Fadil dan Kamila dan menyuruh Kamila tinggal bersama keluarga Fadil, keluarga Renaldi. Kamila menolak dan ia memilih tinggal bersama Laras yang akhirnya ia kenal dan ia anggap ibu sendiri. Edo terobsesi dengan Kamila meskipun Martha memaksa Edo menikah dengan Indy. Indy terus memprovokasi Ambar agar Ambar membenci Kamila.

Ternyata, kandungan Kamila bermasalah dan perkembangannya lambat. Fadil dan keluarganya memindahkan Kamila ke vila di puncak agar terhindar dari stres yang bisa membahayakannya dan janinnya. Taufan pun pindah ke sana agar bisa cepat pulih dari sakitnya pasca kecelakaan. Tini tidak menyetujui hubungan Taufan dan Alena dan meminta Alena berhenti berhubungan dengan Taufan. Taufan yang merasa ia sudah tidak pantas bagi Alena pun mengatakan ia tidak mencintai Alena lagi dan telah mencintai wanita lain yaitu Kamila. Alena pun mencoba bunuh diri dengan meminum obat penenang. Untungnya ia terselamatkan. Alena memberitahu Harris bahwa Taufan telah mencintai perempuan lain, Kamila. Harris yang awalnya menganggap Kamila sebagai putrinya sendiri pun marah dan pergi ke vila di puncak. Ia melihat Kamila sedang bersama Taufan dan ia salah sangka. Ia memarahi mereka berdua. Kamila pun ke Jakarta untuk menjelaskan yang sebenarnya bersama Taufan, namun mereka diusir dari rumah sakit oleh Harris dan Eyang Tini. Eyang Tini (yang sudah tahu bahwa Kamila adalah putri Harris namun merahasiakannya dari Harris) mengatakan bahwa ia tidak akan memberitahu Harris kenyataannya. Kamila kecewa dan sesampainya di vila, ia dan Taufan disambut keluarga Renaldi. Kamila pingsan dan setelah sadar, Fadil menjelaskan bahwa Ambar meminta mereka bertunangan. Fadil dan Tama, ayah Fadil (yang sudah tahu bahwa ayah dari bayi Kamila adalah Edo), beranggapan bahwa mereka tidak perlu melangsungkan pertunangan. Kamila mengatakan bahwa ia baru mau bertunangan setelah Ambar tahu bahwa ayah dari bayi Kamila adalah Edo.

Edo membuntuti Fadil yang sedang mengunjungi Kamila. Edo yang awalnya tidak tahu bahwa Kamila tinggal di puncak pun akhirnya tahu. Ia menculik Kamila dan membuat Taufan yang mencoba menghalanginya jatuh dari kursi roda (Taufan mengalami kecacatan setelah kecelakaan yang membuat ia merasa tidak pantas bagi Alena). Taufan pun segera menelepon Fadil dan keluarga Renaldi di Jakarta. Fadil dan Tama segera menuju vila di puncak, namun Fadil keluar dari mobil dan mencari Kamila dengan naik ojek.

Di dalam mobil Edo, Kamila menangis dan memaksa Edo untuk membawanya kembali ke vila. Edo mengatakan bahwa ia sedang mengamankan Kamila sebab keluarga Fadil dan Fadil itu jahat. Di tengah jalan, Kamila mengalami pendarahan dan Edo pun membawanya ke rumah sakit terdekat. Kamila dibawa ke IGD dan Edo memaksa untuk menemani Kamila. Kamila mengusir Edo dan meminta dokter menelepon Fadil. Fadil tiba di rumah sakit dan memaki Edo. Fadil lalu menemani Kamila selama persalinan darurat. Kamila melahirkan bayi laki-laki. Saat Fadil mengazankan bayi Kamila di ruangan bayi, Edo mengintip dan meminta maaf dalam hati pada bayi itu sebab ia telah menyebabkan si bayi lahir. Ia pun mengaku bahwa ia tidak pantas menjadi ayah si bayi.

Setelah melahirkan, Kamila sempat mengalami koma, di mana ia secara tidak sadar bertunangan dengan Fadil. Di saat ia koma, Edo ditangkap polisi berkat laporan dari Ambar. Edo menerima nasibnya sebab ia sadar ia salah, namun Martha tidak terima. Setelah Kamila sadar dari koma, ia memberitahu Ambar bahwa bayinya bukan anak Fadil. Ambar sebelumnya telah merobek surat tes DNA yang menyatakan bahwa bayi Kamila adalah anak Edo, dan Ambar mengatakan bahwa ia tidak peduli. Fadil pun menyatakan cintanya pada Kamila dan mereka pun bertunangan. Fadil sudah menganggap bayi Kamila seperti bayinya sendiri, dan mereka menamakan bayi itu "Kafa Arjuna Putra Renaldi".

Indy mengancam akan bunuh diri bila Ambar tidak mencabut tuntutannya pada Edo, sehingga Ambar terpaksa membebaskan Edo. Edo berkunjung ke rumah sakit dan bertemu dengan bayi Kamila. Awalnya ia berharap bayi itu bernama "Eka" yang berarti Edo dan Kamila, seperti di mimpinya. Ia agak kecewa mengetahui bayi itu bernama Kafa. Edo merasa memiliki ikatan batin dengan bayi itu dan rajin berkunjung untuk melihat Kafa. Kamila dan keluarga Renaldi khawatir, sehingga Ambar pun membawa pulang Kafa dengan inkubator dan seorang suster untuk menjaga Kafa. Edo tidak terima dan ia memaksa bertemu Kafa. Ia pun meminta melakukan tes DNA ulang.

Kamila menolak dan mengatakan bahwa Edo tidak akan pernah menjadi ayah dari Kafa dan Kafa bukanlah Eka. Ia pun mengatakan bahwa Edo sudah terlambat untuk mengakui Kafa sebagai anaknya dan Fadil-lah yang akan menjadi ayah dari Kafa. Edo sakit hati namun ia tetap bersikeras ingin melakukan tes DNA ulang. Kamila menolak dan mengatakan bahwa Edo tidak akan pernah menjadi ayah dari Kafa dan Kafa bukanlah Eka. Ia pun mengatakan bahwa Edo sudah terlambat untuk mengakui Kafa sebagai anaknya dan Fadil-lah yang akan menjadi ayah dari Kafa. Edo sakit hati namun ia tetap bersikeras ingin melakukan tes DNA ulang.

Menjelang hari pernikahan Kamila dan Fadil semuanya terbongkar akan jati diri Kaffa sebenarnya adalah anak Edo. Ambar sempat marah dan meminta Fadil untuk tidak menikahi Kamila. Dalam keadaan genting Haris ayah Kamila sakit terkena gagal ginjal dan menyebabkan itu harus menerima donor ginjal namun dari semua yang telah tes ginjal untuk Haris hanya Edo lah ginjalnya yang pas yaitu 65%. Dan Edo menawarkan ginjalnya pada Haris dengan imbalan Kamila dan Kaffa, namun semua itu tidak terjadi karna Taufan yang telah mendonorkankan ginjalnya untuk Haris. Taufan melakukan ini semua demi Fadil Dan Kamila agar bisa bersatu serta Alena orang yang sangat ia cinta, namun tak seorang pun yang tau akan hal ini hanya Haris, Laras dan Dr. Effendi (ayah Tiri Kamila)

Dengan berbagai macam cobaan dan rintangan akhirnya Kamila dan fadil pun menikah namun sebelum mereka menikah Fadil dan Kamila mengalami kecelakaan mobil saat kabur dari rumah Eyangnya yang menyebabkan Fadil menderita Infertille yang menyebabkannya sulit untuk memiliki anak. Setelah menikah Fadil dan kamila tinggal di rumah Haris, hampir setiap hari Tini menyindir Fadil sebagai pria mandul namun karna cinta Kamila fadil pun bisa tegar menghadapinya.

Beberapa bulan setelah menikah Kamila tak kunjung hamil, berbagai macam pengobatan dilakukan mulai dari pengobata medis dan alternative pun dilakukan dan bukan hanya Fadil Kamila pun di paksa Ambar untuk berobat. Berbagai macam obat kehamilan telah Kamila minum dan setiap harinya Ambar menyuruh kamila untuk tes kehamilan tanpa sepengetahuan Fadil. Namun suatu hari fadil menemukan alat test kehamilan kamila dan fadil pun sedih dan marah-marah pada Ambar karna ia tahu kalau hal itu pasti permintaan Ambar Mamanya. Beberapa minggu kemudian Ambar menyuruh Fadil dan Kamila untuk mengikuti program bayi tabung, akhirnya Fadil dan Kamila mengikuti itu namun untuk proses bayi tabung itu kamila harus menghentikan memberikan ASInya pada Kaffa anaknya namun Fadil meminta Kamila untuk tetap memberikan ASInya pada Kaffa walau Ambar melarangnya.

Hanya beberapa hari embrio yang telah dipindahkan ke dalam kandungan kamila bertahan, akhirnya Kamila keguguran karna embrio yang di hasilkan tidak bagus. Ambar marah besar pada Kamila dan Fadil dia merasa Kamila dan Fadil telah mengecewakannya. Fadil pun merasa bersalah pada Ambar dan dirinya sendiri, Fadil stres dia tidak mau makan dan hanya duduk di teras rumah menangis. Kamila sebagi istri sedih melihat keadaan suaminya yang begitu, Kamila pun keluar untuk mengajak Fadil masuk namun Fadil tidak mau. Tak lama kemudian taufan menasihatinya dan mengatakan kalo bukan hanya dirinya yang sedih tetapi Kamila dan semuanya juga sedih namun masih ada Kamila dan Kaffa yang membutuhkannya. Fadil pun mau di ajak Kamila masuk rumah, Fadil sholat dan berdoa semoga Ambar bisa memaafkan mereka.

Beberapa bulan kemudian, saat Fadil bangun tidur ia meminta Kamila untuk di buatkan sup buah dan bilang kalo kepalanya pusing dan badannya sedikit mual. Kamila pun membuatkan sup buah untuk Fadil, saat Kamila membuatkan sup buah untuk Fadil nenek Suci datang dan bilang kalo Fadil itu ngidam namun Kamila belum percaya dan akhirnya nenek Suci menyuruh Kamila test ternyata hasilnya positif Kamila hamil. Dan kamila pun memberitahu Fadil dengan sengang Kamila dan Fadil memberitahu keluarga Reinaldy namun betapa sedihnya Kamila dan Fadil mengetahui hasilnya tidak seperti yang mereka lihat sebelumnya. Ambar pun marah, namu nenek Suci menyuruh Kamila dan Fadil untuk priksa ke dokter akan kebenarannya ke dokter dan ternya Kamila benar hamil namun kondisi kandungannya lemah karna kondisi Fadil belum sehat betul.

PemeranSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting