Kemaharajaan Maratha

Kemaharajaan Maratha (Marathi: मराठा साम्राज्य Marāṭhā Sāmrājya; juga ditransliterasi sebagai Mahratta) atau Konfederasi Maratha adalah negara Hindu yang terletak di India modern. Kemaharajaan ini berdiri dari tahun 1674 hingga 1818. Pada puncak kejayaannya, teritori kemaharajaan ini meliputi sebagian besar Asia Selatan.

Konfederasi Maratha

Maratha Samrajya
मराठा साम्राज्य
1674–1818
Bendera Kemaharajaan Maratha
Bendera
Konfederasi dalam warna JIngga
Konfederasi dalam warna JIngga
StatusKonfederasi
Ibu kotaRaigad, nantinya Pune
Bahasa yang umum digunakanMarathi
Agama
Hindu
PemerintahanMonarki
Chattrapati 
• 1674-1680
Shivaji
• 1681-1689
Sambhaji
• 1689–1700
Rajaram
• 1700–1707
Tarabai
• 1707–1747
Shahu
• 1747–1777
Ramaraja
Peshwa
Perdana Menteri
 
• 1657-1683
Moropant Trimbak Pingle (pertama)
• 1713-1720
Balaji Vishwanath (memulai pewarisan suksesi )
• 1851-1857
Nana Sahib (terakhir)
Sejarah 
• Pendirian
21 April 1674
1803–1805
• Pembubaran diambil alih EIC
21 September 1818
Luas
1000000 km2 (390000 sq mi)
Population
• 1700
150000000
Mata uangHon, Rupee, Paisa, Mohor
Didahului oleh
Digantikan oleh
Kesultanan Mughal
Raj Britania

SejarahSunting

Kemaharajaan Maratha yang mendominasi sebagian besar dari benua India di abad ke-18. Kerajaan secara resmi ada dari 1674 dengan penobatan Shivaji sebagai Chhatrapati dan berakhir pada 1818 dengan kekalahan Peshwa Bajirao II di tangan British East India Company. Pada mulanya sekelompok sebagian besar untuk membebaskan sebagian besar anak benua India dari pemerintahan Mughal. Kelompok pejuang yang berbicara bahasa Marathi dari Dataran Tinggi Dekkan barat (sekarang Maharashtra) memberontak pada dinasti Islam Adil Shahi di Bijapur dengan tujuan mendirikan Hindavi Swarajya (yang berarti "pemerintahan sendiri orang-orang Hindu/India"). Namun penguasa terakhir Bijapur telah ditaklukan oleh Aurangzeb dari Mughal. Sehingga kelompok pejuang Maratha memusuhi pemerintahan Mughal, hingga terjadi Perang Mughal-Maratha (1680-1707). Kemenangan dan dominasi Maratha tercapai setelah kematian Aurangzeb.

Kemaharajaan Maratha kemudian tampak berusaha memulihkan wilayah pendahulunya Kemaharajaan Wijayanegara, seperti Kerajaan Mysore yang saat itu sedang berkonflik dengan Inggris. Ketika selesai Perang Inggris-Mysore Kedua (1780–1784), Kemaharajaan Maratha bergerak dengan agresif dengan Perang Maratha-Mysore (1785-1787).

Kemaharajaan Maratha beberapa kali mengalami konflik dengan Inggris :

  1. Perang Inggris-Maratha Pertama (1775–1782)
  2. Perang Inggris-Maratha Kedua (1803–1805)
  3. Perang Inggris-Maratha Ketiga (1817–1818), Inggris berhasil memenangkan perang ini dengan cepat dan membubarkan Kemaharajaan Maratha. Negara Satara dan Bhonsle, serta wilayah Nagpur, Indore dan Gwalior menjadi wilayah kerajaan yang dikendalikan oleh Imperium Britania.

ReferensiSunting

  • James Grant Duff - A History of the Mahrattas, 3 vols. London, Longmans, Rees, Orme, Brown, and Green (1826) ISBN 81-7020-956-0
  • Bombay University - Maratha History - Seminar Volume
  • Ranade, Mahadev Govind, Rise of the Maratha Power (1900); reprint (1999) ISBN 81-7117-181-8
  • Samant, S. D. - Vedh Mahamanavacha
  • Kasar, D.B. - Rigveda to Raigarh making of Shivaji the great, Mumbai: Manudevi Prakashan (2005)
  • Apte, B.K. (editor) - Chhatrapati Shivaji: Coronation Tercentenary Commemoration Volume, Bombay: University of Bombay (1974-75)
  • Desai, Ranjeet - Shivaji the Great, Janata Raja (1968), Pune: Balwant Printers - English Translation of popular Marathi book.
  • Pagdi, Setu Madhavrao - Hindavi Swaraj Aani Moghul (1984), Girgaon Book Depot, Marathi book
  • Deshpande, S.R. - Marathyanchi Manaswini, Lalit Publications, Marathi book
  • Suryanath U. Kamath (2001). A Concise History of Karnataka from pre-historic times to the present, Jupiter books, MCC, Bangalore (Reprinted 2002), OCLC: 7796041.
  • Charles Augustus Kincaid - History of the Maratha People Vol1 Vol2 Vol3