Buka menu utama

Kebun Binatang Surabaya

Tempat wisata

Kebun Binatang Surabaya (KBS) (Dialek Arekan: Kebon Binatang Suroboyo) adalah salah satu kebun binatang yang populer di Indonesia dan terletak di Surabaya. KBS merupakan kebun binatang yang pernah terlengkap se-Asia Tenggara, di dalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda yang terdiri lebih dari 2.806 binatang. Termasuk di dalamnya satwa langka Indonesia maupun dunia terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, dan Pisces.[1]

Kebun Binatang Surabaya
Kebun Binatang Surabaya berlokasi di Indonesia
Kebun Binatang Surabaya
Lokasi di Indonesia
Informasi
Lokasi Surabaya, Jawa Timur
Negara  Indonesia
Koordinat 7°17′45″S 112°44′10″E / 7.295833°S 112.736111°E / -7.295833; 112.736111Koordinat: 7°17′45″S 112°44′10″E / 7.295833°S 112.736111°E / -7.295833; 112.736111
Dibuat oleh 31 Agustus 1916 (1920 di tempat yang sekarang)
Jenis objek wisata Kebun binatang
Luas 15 hektare
Situs web www.surabayazoo.co.id
Kebun Binatang Surabaya
Papan Edukasi Jalak Bali ini baru saja dibangun untuk mengedukasi pengunjung kebun binatang surabaya

Daftar isi

SejarahSunting

Kebun Binatang Surabaya (KBS) pertama kali didirikan berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 No. 40, dengan nama Soerabaiasche Planten-en Dierentuin (Kebun Botani dan Binatang Surabaya) atas jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer yang memiliki hobi mengumpulkan binatang. Dari segi finansial H.F.K Kommer mendapat bantuan dari beberapa orang yang mempunyai modal cukup.

Susunan pengurus pertama Kebun Binatang Surabaya:

  • Ketua: J.P Mooyman
  • Sekretaris: A.H. de Wildt
  • Bendahara: P Egos, dibantu 6 orang anggotanya yaitu:
  1. F.C. Frumau
  2. A. Lenshoek
  3. H.C. Liem
  4. J. Th. Lohmann
  5. Edw. H. Soesman
  6. M.C. Valk

Lokasi KBS yang pertama di Kaliondo, pada tahun 1916. Kemudian pada tanggal 28 September 1917 pindah di Jalan Groedo. Dan pada tahun 1920 pindah ke daerah Darmo untuk areal kebun binatang yang baru atas jasa Oost-Java Stoomtram Maatschapij atau Maskapai Kereta Api yang mengusahakan lokasi seluas 30.500 m2.

Untuk pertama kalinya pada bulan April 1918, KBS dibuka namun dengan membayar tanda masuk (karcis). Kemudian akibat biaya operasional yang tinggi, maka pada tanggal 21 Juli 1922 kebun botani/KBS mengalami krisis dan akan dibubarkan, tetapi beberapa dari anggotanya tidak setuju. Pada tahun ini pula, dalam rapat pengurus diputuskan untuk membubarkan KBS, tetapi dicegah oleh pihak Kotamadya Surabaya pada waktu itu.

Pada tanggal 11 Mei 1923, rapat anggota di Simpang Restaurant memutuskan untuk mendirikan Perkumpulan Kebun Binatang yang baru, dan ditunjuk W.A. Hompes untuk menggantikan J.P. Mooyman, salah seorang pendiri KBS dan mengurus segala aktivitas kebun sebagai pimpinan. Bantuan yang besar untuk kelangsungan hidup pada waktu tahun 1927 adalah dari Wali kota Dijkerman dan anggota dewan A. van Gennep dapat membujuk DPR Kota Surabaya untuk meraih perhatian terhadap KBS, dengan SK DPR tanggal 3 Juli 1927 dibelilah tanah yang seluas 32.000 m3 sumbangan dari Maskapai Kereta Api (OJS). Tahun 1939 sampai sekarang luas KBS meningkat menjadi 15 hektare dan pada tahun 1940 selesailah pembuatan taman yang luasnya 85.000 m2.

Dalam perkembangannya KBS telah berubah fungsinya dari tahun ke tahun. Kebun Binatang Surabaya yang dahulu hanya sekadar untuk tempat penampungan satwa eksotis koleksi pribadi telah dikembangkan fungsinya menjadi sarana perlindungan dan pelestarian, pendidikan, penelitian, dan rekreasi. Binatang-binatang yang menjadi koleksi KBS dari tahun ke tahun jumlah dan jenisnya terus bertambah, baik berasal dari luar negeri maupun yang berasal dari dalam negeri.

Wahana BaruSunting

Kebun Binatang Surabaya memiliki wahana baru yaitu Breakfast With Elephant (BWE) yaitu wahana baru dengan 3 fasilitas sekaligus (tunggang gajah, Sajian Ala Suroboyo, Berfoto bersama satwa Aves, Reptil, dan Gajah) wahana ini hanya ada di saat weekend (Sabtu dan Minggu) dan hari libur nasional. Wahana baru ini sangatlah menarik selain bisa mengedukasi anak-anak juga bisa berinteraksi lebih dekat dengan satwa-satwa di BWE .

 
Wira, si Sumatran Tiger yang dimiliki oleh Kebun Binatang Surabaya saat berada di Exhibit Harimau

ReferensiSunting

  1. ^ "Surabaya Zoo". surabaya.go.id. City of Surabaya. Diakses tanggal 31 December 2010. 

Pranala luarSunting