KRI Teluk Penyu (513)

KRI Teluk Penyu (513) atau Kapal Republik Indonesia Teluk Penyu (513) merupakan jenis kapal pendarat atau LST (Landing Ship Tank) kelas Tacoma. [1] Setelah masuk ke Indonesia, kapal perang tersebut dinamai dengan nama "Teluk Penyu" yang merupakan nama teluk di Kabupaten Cilacap. KRI Teluk Penyu (513) tipe kapal pendarat tank (LST (Landing Ship Tank)) mampu membawa keperluan logistik, seperti perlengkapan dan tank serta dapat membawa tentara sebanyak 202 tentara infantri. Kapal yang memiliki nomor lambung 513 milik TNI AL Republik Indonesia dibeli bersama dengan lima kapal perang lainnya, seperti KRI Teluk Semangka (512), KRI Teluk Mandar (514), KRI Teluk Sampit (515), KRI Teluk Banten (516), dan KRI Teluk Ende (517).

SpesifikasiSunting

Spesifikasi KRI Teluk Penyu (513) adalah sebagai berikut [1]

Tipe : kapal pendarat tank (LST (Landing Ship Tank))

Panjang : 100 m x 15.4 m x 4.2 m (328 x 50.5 x 13.7 kaki)

Bobot : 3,770 ton.

Diproduksi : perusahaan Korea Selatan Tacoma SY, Masan

Tahun produksi :1981

Misi-misiSunting

Pada hari Jumat, 21 September 2007, KRI Teluk Penyu (513), menangkap kapal MV. Chokenavee 21. Ketika itu, Kapal tersebut ditangkap sedang melakukan penangkapan di perairan Indonesia dan ditemukan sebanyak 250 ton ikan campuran dalam kapal [2]

Pada hari Sabtu, 30 Januari 2016, KRI Teluk Penyu (513) melakukan pengangkutan 900 Orang Eks Gafatar menuju Pelabuhan Tanjung Priok[1]. KRI Teluk Penyu (513) merupakan kapal terakhir yang bisa ditumpangi oleh warga eks Gafatar dari Pelabuhan Dwikora Pontianak.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Kini Giliran KRI Teluk Penyu-513 Angkut Pengungsi Eks Gafatar". Diakses tanggal 2020-03-18. 
  2. ^ "KRI TELUK PENYU-513, TANGKAP KAPAL IKAN THAILAND". www.tni.mil.id. Diakses tanggal 17 Maret 2020.