Joseph Louis Gay-Lussac

Hukum perbandingan volume. Hukum gay-lussac

Joseph Louis Gay-Lussac
Gaylussac.jpg
Joseph Louis Gay-Lussac, Dipotret oleh François Séraphin Delpech
Lahir6 Desember 1778
Saint-Léonard-de-Noblat
Meninggal9 Mei 1850(1850-05-09) (umur 71)
Paris
KebangsaanPrancis
Dikenal atasHukum Gay-Lussac
Karier ilmiah
BidangKimia

Joseph-Louis Gay-Lussac menyatakan bahwa:pada suhu dan tekanan Yg sama, volume pada gas~gas Yg bereaksi dan volume pada gas~gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana" H2(g)+CI2(g)~2HCI(g) 2H2(g)+O2(g)~2H2O(g) 3H2(g)+N2(g)~2NH3(g) Koefisien gas A = Volume gas A. Koefisien gas B = Volume gas B. Contoh soal Hukum Perbandingan volume. Tentukan Banyaknya Volume Gas Hidrogen Yg bereaksi dengan 16 liter gas oksigen dan menghasilkan uap air. Jawaban: untuk menentukan perbandingan Volume kita harus mencari perbandingan Koefisien gas dalam reakasi H2(G)+O2(G)~H2O(G)(kita setarakan Reaksi) 2H2+O2~H2O(setara) dari reaksi diatas didapat perbandingan koefisien 2 (Hidrogen) 1 (Oksigen) 2(Uap Air) jika kita punya gas oksigen 16 liter maka Volume Hidrogen Yg diperlukan. 2/1 dikali 16 = 32 gas Hidrogen.


PencapaianSunting

 
Gay-Lussac dan Biot terbang dengan balon udara pada tahun 1804. Ilustrasi dari akhir abad ke-19
  • 1802 – Gay-Lussac pertama kali merumuskan Hukum Gay-Lussac, yang menyatakan bahwa jika massa dan volume dari sebuah gas dipertahankan konstan, maka tekanan gas akan meningkat beriringan dengan meningkatnya suhu. Hukum ini sering ditulis P = k T, dimana k adalah sebuah konstanta yang bergantung pada massa dan volume dari gas tersebut dan T adalah suhu gas tersebut.
  • 1804 – Gay-Lussac dan Jean-Baptiste Biot menerbangkan balon udara ke ketinggian 7016 meter (23018 ft) untuk mengadakan investigasi pada atmosfer bumi. Ia ingin mengumpulkan sampel udara di ketinggian yang berbeda-beda untuk mengetahui perbedaan suhu dan kelembapannya.
  • 1805 – Bersama dengan temannya, Alexander von Humboldt, ia menemukan bahwa komposisi atmosfer tidak berubah seiring perubahan tekanan (perubahan tinggi). Mereka juga menemukan bahwa air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen
  • 1808 – Ia ikut menemukan unsur boron.
  • 1810 – Bersama Louis Thenard, ia mengembangkan sebuah metode analisis kuantitatif elemen dengan mengukur CO2 dan O2 yang mengalami reaksi dengan kalium klorida.
  • 1811 – Ia mengenali iodin sebagai sebuah elemen baru, dan mendeskripsikan isinya, ia juga yang mengusulkan nama iode.[1]
  • 1824 – Ia mengembangkan "pipette" and "burette", sebagai standar dalam percobaan kimia.[2]
  • Di Paris, sebuah jalan dan sebuah hotel di dekat Sorbonne dinamai sesuai namanya. Sebuah taman kota dan sebuah jalan di tempat lahirnya, Saint-Léonard-de-Noblat, juga dinamai sesuai namanya.

ReferensiSunting

  1. ^ Ede, A. (2006). The Chemical Element: A Historical Perspective. Greenwood Press. hlm. 133. ISBN 0-313-33304-1. 
  2. ^ Rosenfeld, L. (1999). Four Centuries of Clinical Chemistry. CRC Press. hlm. 72–75. ISBN 9-056-99645-2. 

Lihat pulaSunting