Jinshi (Hanzi: 進士; Pinyin: jìnshì) adalah tingkat tertinggi dan terakhir dalam ujian kenegaraan pada masa Kekaisaran Tiongkok.[1][2] Ujian ini biasanya diadakan di ibu kota, di dalam istana, sehinga disebut juga Ujian Ibu kota. Mereka yang berhasil lulus ujian tingkat akhir ini dinamakan "jinshi", terkadang diterjemahkan menjadi Sarjana Kekaisaran oleh sumber berbahasa Inggris.

Jinshi
Hanzi tradisional: 進士
Hanzi sederhana: 进士

Istilah jinshi pertama kali dibuat setelah ujian pegawai negeri dilembagakan. Awalnya terdiri dari enam tingkat tetapi kemudian dikonsolidasikan menjadi satu tingkat saja. Sistem ini pertama kali muncul pada masa Dinasti Han (206SM-220M).[2] Sepanjang Dinasti Tang, setiap tahun sekitar 1-2 persen peserta ujian berhasil memperoleh gelar jinshi dari total sekitar seribu hingga dua ribu peserta ujian.[3]

Peraih gelar jinshi meningkat pada masa Dinasti Song, sehingga sebagian besar pejabat senior Dinasti Song bergelar jinshi.[4]

Dinasti Ming melanjutkan sistem ujian pegawai negeri yang jadwalnya sempat tidak teratur pada masa Dinasti Yuan. Setelah pemerintahan Kaisar Zhengtong dari Ming, diterapkan peraturan bahwa hanya yang bergelar jinshi yang bisa masuk Akademi Hanlin. Rata-rata ada 89 lulusan yang bergelar jinshi per tahunnya.[5] Namun selama Dinasti Qing, terdapat sekitar 102 lulusan bergelar jinshi setiap tahunnya.

Nilai tertinggi jinshi disebut zhuangyuan, istilah ini masih digunakan hingga sekarang dalam gaokao, ujian masuk perguruan tinggi negeri di Tiongkok.

ReferensiSunting

  1. ^ The Chinese Imperial Examination System: An Annotated Bibliography. 
  2. ^ a b Hagras, Hamada (2019-12-20). "The Ming Court as Patron of the Chinese Islamic Architecture: The Case Study of the Daxuexi Mosque in Xi'an". SHEDET (6): 134–158. doi:10.36816/shedet.006.08 . 
  3. ^ Fu, Zhengyuan. Autocratic Tradition and Chinese Politics. hlm. 98. 
  4. ^ History of Song
  5. ^ Ho 1962