Jenderal

(Dialihkan dari Jenderal Angkatan Darat)

Jenderal adalah pangkat tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang perwira tinggi karier di Angkatan Darat, pangkat ini satu tingkat di atas Letnan Jenderal dan berbintang 4. Pangkat ini setara dengan Laksamana di Angkatan Laut dan Marsekal di Angkatan Udara. Pada Jenderal (TNI) biasanya memegang komando sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia atau Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Istilah Jenderal berasal dari abad ke-16, sebagai singkatan dari Kapten Jenderal yang pangkatnya diambil dari bahasa Prancis: Capitaine Général. Saat ini dibeberapa negara pangkat Jenderal mengenakan bintang 4, g berbeda. NATO menggunakan kode OF-9 dan merupakan pangkat tertinggi.

Pemegang PangkatSunting

Dalam sejarah TNI banyak yang mendapat pangkat Jenderal ini diantaranya :

  1. Jenderal TNI Soemitro (PETA 1943)
  2. Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah (PETA 1943)
  3. Jenderal TNI Surono Reksodimedjo (PETA 1943)
  4. Jenderal TNI R. Widodo (PETA 1943)
  5. Jenderal TNI Makmun Murod (Tentara Sukarela 1944)
  6. Jenderal TNI Poniman (PETA 1944)
  7. Jenderal TNI LB. Moerdani (Tentara Pelajar 1945)
  8. Jenderal TNI Widjojo Soejono (PETA 1945)
  9. Jenderal TNI Maraden Panggabean (Organisasi Kelaskaran Pesindo 1945)
  10. Jenderal TNI Rudini (AMN 1951)
  11. Jenderal TNI Try Sutrisno (ATEKAD 1959)
  12. Jenderal TNI Edi Sudrajat (AMN 1960)
  13. Jenderal TNI Feisal Edno Tanjung (AMN 1961)
  14. Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar (Akmil 1963)
  15. Jenderal TNI R. Hartono (Akmil 1962)
  16. Jenderal TNI Wiranto (Akmil 1968)
  17. Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo (Akmil 1970)
  18. Jenderal TNI Fachrul Razi, S.Ip., S.H., M.H. (Akmil 1970)
  19. Jenderal TNI Tyasno Sudarto (Akmil 1970)
  20. Jenderal TNI Endiartono Sutarto (Akmil 1971)
  21. Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu (Akmil 1974)
  22. Jenderal TNI Joko Santoso (Akmil 1975)
  23. Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, S.Ip. (Akmil 1974)
  24. Jenderal TNI George Toisutta (Akmil 1976)
  25. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (Akmil 1980)
  26. Jenderal TNI Dr. H. Moeldoko, S.Ip. (Akmil 1981)
  27. Jenderal TNI Budiman (Akmil 1978)
  28. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (Akmil 1982)
  29. Jenderal TNI Mulyono (Akmil 1983)
  30. Jenderal TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D. (Akmil 1987)

Jenderal KehormatanSunting

Pemberian Jenderal Kehormatan tak asing dilakukan di Indonesia. Gelar Jenderal Kehormatan (HOR) dengan bintang empat pernah disematkan kepada beberapa purnawiranan TNI yang sempat menjabat sebagai menteri. Namun, penganugerahan tersebut sudah tidak berlaku semenjak kepemimpinan Presiden keenam RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

  1. Jenderal TNI (Anumerta) Raden Oerip Soemohardjo (KNIL 1914)
  2. Jenderal TNI (Anumerta) Gatot Soebroto (PETA 1943)
  3. Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani (PETA 1943)
  4. Jenderal TNI (Anumerta) Mas Sarbini Martodihardjo (PETA 1945)
  5. Jenderal TNI (HOR) Achmad Tahir (Latihan Opsir Gyugun 1943)
  6. Jenderal TNI (HOR) Bambang Utoyo (PETA 1945)
  7. Jenderal TNI (HOR) Soesilo Soedarman (MA 1948)
  8. Jenderal TNI (HOR) Soerjadi Soedirdja (AMN 1962)
  9. Jenderal TNI (HOR) Prof. Dr. Abdullah Mahmud Hendropriyono, S.T., S.H., M.H. (AMN 1967)
  10. Jenderal TNI (HOR) Hari Sabarno, S.I.P., M.M. (AMN 1967)
  11. Jenderal TNI (HOR) Agum Gumelar, M.Sc. (AMN 1969)
  12. Jenderal TNI (HOR) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. (AMN 1970)
  13. Jenderal TNI (HOR) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC. (Akmil 1974)

Lencana jenderalSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Chief of Joint Staff Japan Self-Defense Forcese and Chief of Staff Japan Ground Self-Defense Force.