Buka menu utama

Jembatan Mahkota II adalah jembatan yang akan menghubungkan Sungai Kapih, kecamatan Sambutan dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran di kota Samarinda yang memiliki panjang sekitar 1.428 meter dan akan menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Timur. Dinamakan Mahkota II (Mahakam Kota II) karena merupakan jembatan kedua yang dibangun di wilayah Kota Samarinda setelah Jembatan Mahakam (atau Mahkota I).[1]

Jembatan Mahkota II
Nama resmi Jembatan Mahkota II
Mengangkut Kendaraan R4, R2, dan pejalan kaki
Melintasi Sungai Mahakam
Daerah Samarinda, Kalimantan Timur
Panjang total 1.428 meter
Mulai dibangun 2002
Dibuka 2017
Tol Tidak berbayar
Koordinat 0°31′59″S 117°09′31″E / 0.533059°S 117.158611°E / -0.533059; 117.158611Koordinat: 0°31′59″S 117°09′31″E / 0.533059°S 117.158611°E / -0.533059; 117.158611
Design Jembatan Mahkota II

Proyek pembangunan Jembatan Mahkota II dimulai pada tahun 2002 dan sempat dihentikan atau mangkrak karena tidak dikucurkan lagi pembiayaan dari APBN, seiring rencana pemindahan Pelabuhan Samarinda dan penyelesaian pelabuhan peti kemas Palaran.[2] Jika pembangunan jembatan terus dilanjutkan, maka akan mengganggu lalu lintas pelayaran Sungai Mahakam. Pembiayaan proyek pembangunan Jembatan Mahkota II dialihkan untuk membangun Jembatan Mahakam Ulu yang tidak mengganggu pelayaran menuju Pelabuhan Samarinda. Jembatan ini kembali dilanjutkan pembangunannnya dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2016 dan sudah bisa digunakan pada 21 Januari 2017.[3]

Namun dengan berbagai pertimbangan serta proses uji keamanan Jembatan Mahkota II akhirnya baru dapat dibuka untuk umum sebagai bagian dari uji coba selama tiga pekan sejak 21 Juni 2017. Meski sudah dibuka Jembatan ini akan ditutup pada malam hari sejak pukul 18.00 WITA untuk kembali dibuka esok harinya pada pukul 06.00 WITA. Selain itu hanya kendaraan roda dua dan kendaraan minibus saja yang dapat melintas. Sepekan dibuka muncul isu Jembatan Mahkota II retak. Untuk itu Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda langsung mengambil langkah cepat memeriksa kondisi jembatan dan dipastikan jembatan itu aman dilintasi. Tim menyatakan tidak ada retakan melainkan hanya overlap semen antara sambungan beton lama dan beton baru. Tampak retak karena menjadi lintasan air. Jadi, tumbuh lumut dan tampak seperti retak jika difoto dari bawah jembatan[4]

ReferensiSunting

  1. ^ Kaltim Post - Mahkota II Pakai Kabel Tiongkok. Diakses pada 15 Maret 2012
  2. ^ Kaltim Post - Mahkota II Perlu Rp 200 Miliar Lagi. Diakses pada 28 November 2011
  3. ^ Tribun Kaltim - Mahkota II Jangan Dialihkan. Diakses pada 28 November 2011
  4. ^ Tenang, Jembatan Mahkota II Aman Dilintasi. Diakses pada 4 Juli 2017

Pranala luarSunting