Jembatan Mahakam Ulu

jembatan di Indonesia

Jembatan Mahakam Ulu (disingkat Mahulu) adalah sebuah jembatan yang menghubungkan kelurahan Loa Buah, Sungai Kunjang dengan kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Jembatan yang membentang di atas aliran sungai Mahakam ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 799 meter.

Jembatan Mahakam Ulu
Moda transportasiKendaraan R6, R4, dan R2
MelintasiSungai Mahakam
LokalSamarinda, Kalimantan Timur
Nama resmiJembatan Abdoel Moeis Hassan
Karakteristik
Panjang total799,8 meter
Sejarah
Mulai dibangun2006
Dibuka2009
Statistik
TolTidak berbayar
Jembatan Mahulu di Malam Hari.

Pada 4 September 2020, nama Abdoel Moeis Hassan dijadikan nama Jembatan Mahulu dengan SK Wali Kota Samarinda Nomor 620/304/HK-KS/IX/2020 yang ditandatangani Syaharie Jaang. Abdoel Moeis Hassan adalah pemimpin Republiken atau pejuang pro-Republik Indonesia di Kalimantan Timur dalam jalur perjuangan diplomasi organisasi Ikatan Nasional Indonesia (INI) dan Front Nasional.

Pembangunan

sunting

Jembatan Mahulu dibangun pada pertengahan tahun 2006[1] dengan dana lebih dari Rp 265 Miliar yang sebagian besar berasal dari APBD Kalimantan Timur. Dalam pembangunanya sempat terbengkalai dan molor dari target selesai pada akhir 2007 terlebih setelah tiga kali ditabrak ponton batu bara hingga tiang penyangga agak berputar.[2]

Awalnya jembatan ini akan digunakan sebagai antisipasi kemacetan pada saat PON XVII di Samarinda, Kalimantan Timur. Akan tetapi jembatan ini tak bisa digunakan saat PON XVII karena pembangunannya yang belum selesai dan molor dari target semula. Kemudian Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Jembatan Mahulu pada tanggal 15 Juli 2009, bersamaan dengan proyek-proyek lain yang sedang digiatkan di Kalimantan Timur.[3] setelah sehari sebelumnya dilakukan uji beban kelaikan fungsi poleh pemerintah pusat.[4]

Struktur jembatan

sunting

Jembatan Mahakam Ulu memiliki bentang tengah 200 meter dengan panjang keseluruhan jembatan 799,8 meter. Panjang jembatan itu belum termasuk jalan pendekat. Lebar jembatan adalah 11 meter, sementara tinggi jembatan dengan permukaan air sungai tercatat 18 meter. Jembatan ini mempunyai bentang lingkar baja yang menjadi ciri khas jembatan ini.

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting