Jean Alesi

Mantan pembalap mobil profesional asal Perancis

Jean Alesi (lahir 11 Juni 1964 dengan nama Giovanni Alesi) adalah seorang mantan pembalap mobil asal Prancis keturunan Italia. Setelah sukses dalam balapan kategori junior, terutama saat memenangkan Formula 3000 musim 1989, Alesi berkiprah di ajang Formula Satu dan pernah bergabung bersama tim Tyrrell, Benetton, Sauber, Prost, Jordan dan Ferrari, di mana ia menjadi pembalap yang disukai oleh kalangan tifosi. Selama berkarier di Ferrari pada 1991 sampai 1995, gaya mengemudi agresif, dikombinasikan dengan penggunaan nomor 27 di mobilnya, membuat beberapa wartawan dan Tifosi membandingkannya dengan Gilles Villeneuve. Ia memenangkan Grand Prix Kanada 1995, yang kemudian menjadi satu-satunya kemenangan dalam kariernya di ajang F1. Selama waktunya di F1, Alesi sangat bagus di lintasan basah dan merupakan pembalap yang lincah dan bersemangat, yang emosinya terkadang menguasai dirinya.[1]

Jean Alesi
Légion d'honneur
Jean Alesi, GIMS 2019, Le Grand-Saconnex (GIMS0047).jpg
Alesi di Geneva International Motor Show 2019
LahirGiovanni Alesi
11 Juni 1964 (umur 58)
Avignon, Vaucluse, Prancis
Tinggi170 cm (5 ft 7 in)
Berat75 kg (165 pon)
Suami/istri
(m. 1995)
Anak3, termasuk Giuliano
Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu
KebangsaanPrancis Prancis
Tahun aktif19892001
TimTyrrell, Ferrari, Benetton, Sauber, Prost, Jordan
MesinCosworth, Ferrari, Renault, Petronas, Peugeot, Acer, Honda
Jumlah lomba202 (201 start)
Juara dunia0
Menang1
Podium32
Total poin241
Posisi pole2
Lap tercepat4
Lomba pertamaGrand Prix Prancis 1989
Menang pertamaGrand Prix Kanada 1995
Menang terakhirGrand Prix Kanada 1995
Lomba terakhirGrand Prix Jepang 2001

Setelah meninggalkan F1, Alesi membalap di kejuaraan DTM dari tahun 2002 hingga 2006, memenangkan beberapa balapan dengan hasil terbaik posisi kelima di kejuaraan pembalap. Ia kemudian membalap di Speedcar Series pada 2008 dan 2009 dan juga di Le Mans pada 2010. Ia mencoba peruntungannya dalam perlombaan Indianapolis 500 pada 2012 dan menjadi pembalap profesional tertua yang melakukan tes rookie untuk masuk ke kompetisi. Selama beberapa tahun, ia juga menjadi komentator untuk acara TV Italia Pole Position. Pada tahun 2006, Alesi dianugerahi Chevalier de la Légion d'honneur.[2]

Kehidupan pribadiSunting

Alesi lahir di kota Prancis selatan Avignon, Vaucluse, antara Montpellier dan Marseille dari orang tua Sisilia. Ayahnya, Franco, berasal dari Alcamo, Sisilia, dan ibunya berasal dari Riesi.[3][4] Ayahnya menjalankan bengkel perbaikan bodywork mobil di kota, di mana Alesi menghabiskan sebagian besar tahun-tahun pembentukannya dan mengembangkan kecintaannya pada mobil.[5] Selain menghabiskan waktu di garasi keluarga, ayah Alesi juga memberikan pengalaman pertamanya tentang olahraga bermotor, menjadi pesaing amatir yang tajam dalam acara reli dan hillclimb. Pada akhir pekan di mana ia tidak dapat bersaing, ia terkadang meminjamkan mobil relinya kepada teman keluarga dan pembalap profesional pemenang Reli Monte Carlo Jean Ragnotti, yang biasanya mengembalikan mobil tersebut dalam keadaan "rusak".[5]

Alesi adalah seorang penikmat anggur dan memiliki kebun anggur di dekat kampung halamannya di Avignon, di mana ia tinggal bersama istrinya, model Jepang, aktris dan penyanyi pop Kumiko Goto, dan ketiga anak mereka, termasuk anak perempuannya Helena, yang bersekolah di London.[6] Putranya Giuliano Alesi berlaga di Formula 2 musim 2019 bersama Trident Racing.

Alesi adalah penggemar tim sepak bola Italia Juventus.[7]

KarierSunting

Alesi telah mengantungi start balapan F1 sebanyak 201 kali dalam kurung waktu 1989-2001. Uniknya walaupun ia turun lebih dari 200 kali. Ia sama sekali belum pernah masuk kandidat juara dunia. Bahkan sampai akhir kariernya di F1, Alesi hanya mampu menang satu balapan saja, yaitu di Kanada 1995. Itupun lebih berbau keberuntungan, sebab Michael Schumacher yang saat itu tengah memimpin balapan, mengalami masalah transmisi pada lap terakhir.

Alesi memulai karier di tim Tyrell pada musim 1989. Di GP AS yang saat itu diadakan di sirkuit jalanan Phoenix, Alesi sempat menjadi bintang saat ia mampu mengungguli dan melawan Ayrton Senna. Alesi kemudian bertahan di Tyrell selama dua musim.

Pada akhir 1990, ia sebenarnya sudah mengantungi kontrak bersama tim Williams. Namun tiba-tiba ia membatalkannya dan memilih untuk bergabung bersama Ferrari. Sebagaimana kita tahu, Williams di awal 1990-an adalah raja F1, sementara Ferrari saat itu sedang hancur-hancuran. Namun itulah Alesi, ia lebih memilih untuk mengikuti impian masa kecilnya: menjadi pembalap tim kuda jingkrak.

Pilihannya memilih Ferrari ternyata memang salah. Beberapa orang yakin ia bisa menjadi juara dunia seandainya bergabung bersama tim Williams. Selama di Ferrari dari tahun 1991-1995, Alesi hanya mampu meraih satu kemenangan saja.

Pada 1996 ia hengkang ke Benetton selama dua musim. Momen unik terjadi di GP Australia 1997 saat ia lupa masuk pit untuk mengisi bensin. Alhasil, mobilnya mogok karena kehabisan bensin.

Pada 1998 ia bergabung bersama tim Sauber selama dua musim sebelum akhirnya di musim 2000 ia memperkuat tim Prost. Dan pada akhir 2001 ia pensiun dari Formula 1 setelahg memperkuat tim Jordan di pertengahan musim dan kemudian ia beralih keajang DTM dengan memperkuat tim AMG Mercedes-Benz pada musim 2002

Alesi lantas terjun pula di ajang SpeedCar Series dan sempat menjadi penantang gelar juara sebelum akhirnya dikalahkan oleh mitranya di F1 dulu, Johnny Herbert.

Statistik Formula 1Sunting

UmumSunting

  • Debut: GP Prancis 1989
  • Start: 201
  • Poin: 240
  • Menang: 1
  • Pole: 2
  • Fastest lap: 4

TimSunting

  • 1989-90 – Tyrell-Ford
  • 1991-95 – Ferrari
  • 1996-97 – Benetton-Renault
  • 1998-99 – Sauber-Petronas
  • 2000-01 – Prost Grand Prix
  • 2001 – Jordan-Honda

ReferensiSunting

  1. ^ Jean Alesi: The Wrong Time and the Wrong Place[pranala nonaktif permanen] Retrieved 21 June 2015.
  2. ^ GPUpdate.net - Jean Alesi, Chevalier de la Légion d'Honneur Retrieved 5 September 2010. Diarsipkan July 16, 2011, di Wayback Machine.
  3. ^ Baker, Andrew (2012-01-31). Where Am I And Who's Winning? (dalam bahasa Inggris). Random House. hlm. 67. ISBN 978-1-4464-8538-5. 
  4. ^ Chicane (2015-09-03). The Fastest Show on Earth: The Mammoth Book of Formula 1 (dalam bahasa Inggris). Little, Brown Book Group. hlm. 39. ISBN 978-1-4721-1052-7. 
  5. ^ a b Cooper, Adam (January 2017). "Lunch with Jean Alesi". Motor Sport. Vol. 93 no. 1. hlm. 72–78. 
  6. ^ "8 Young Ladies You Should Know From 2017's Le Bal Des Debutantes". Tatler Hong Kong. 
  7. ^ "Da Alesi a Meneghin, i campioni che tifano Juventus". repubblica.it. La Repubblica. 5 October 2015. Diakses tanggal 16 August 2022. 

Pranala luarSunting