Jack Jacob Sompotan adalah seorang tokoh Minahasa, Lahir 10 Januari 1927 di Wanua Karegesan Kabupaten Minahasa Utara (Tonsea), Meninggal 29 Februari 2008 di Paniki Bawah Kota Manado,Sulawesi Utara

Ia menjadi salah satu perwira TNI-AD termuda dan memperoleh pangkat letnan satu pada tahun 1945. Saat itu, usianya baru 18 tahun pada saat Perang Kemerdekaan. Ia tergabung dalam Brigade XVI bersama-sama dengan Wim Tenges, Dolf Runturambi, Dee Gerungan, bersama pemuda-pemuda dari luar pulau Jawa terutama dari Minahasa. Pasukan ini lebih dikenal dengan nama Brigade Seberang.

Jack Jacob Sompotan fasih dalam beberapa bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Jepang, dan Tagalog. Ia juga dikenal sebagai ahli sejarah Minahasa dan Sejarah Suku Tonsea.

Ia pernah menjabat sebagai salah satu Ketua MKM (Majelis Kebudayaan Minahasa) mewakili sub-etnis Tonsea. Ia menerima Bintang Gerilya, Bintang Perang Kemerdekaan I dan Bintang Perang Kemerdekaan II.

Pada tahun 1980 ia mencalonkan diri sebagai Wali kota Manado namun dikalahkan oleh A.A. Pelealu. Jack Jacob Sompotan juga pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Veteran Republik Indonesia untuk Kota Manado, dan Ketua Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Provinsi Sulawesi Utara.

Saat H.V. Worang menjabat sebagai gubernur Sulawesi Utara, Sompotan menjadi seorang penasihatnya di bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan.

Menjadi penginjil dan melakukan penginjilan di wilayah Bolaang Mongondow.Semboyan Jack Sompotan yang terkenal adalah "Berjuanglah dengan hati yang tulus bukan hanya dengan pikiran yang brilian"