Buka menu utama

Perubahan

431 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
{{quote|Ia memiliki bukti kuat bahwa sebagian besar pemilik budak adalah orang-orang berkulit hitam bebas yang membeli anggota keluarganya atau yang bertindak baik hati. Setelah tahun 1810 negara-negara bagian Selatan membuat peraturan menjadi lebih sulit bagi para pemilik budak untuk membebaskan para budak. Maka mereka yang membeli anggota keluarga sendiri tidak ada pilihan lain untuk mempertahankan hubungan budak dan majikan, paling tidak secara resminya. Lalu pada dasawarsa 1850-an "semakin banyak usaha dilakukan untuk membatasi hak memiliki hamba dengan alasan bahwa budak sebaiknya sejauh mungkin hanya dimiliki oleh orang putih saja.}}
 
[[Larry Koger]] dalam penelitiannya mengenai orang berkulit hitam yang memiliki budak di Carolina Selatan menentang pendapat positif mengenai kepemilikan oleh mereka. Koger menemukan bahwa sebagian besar orang berkulit hitam yang memiliki budak, memelihara paling tidak beberapa dari budaknya karena alasan ekonomi. Sebagai contoh, ia mencatat bahwa 80 persen dari para orang-orang berkulit hitam yang memiliki budak tercatat sebagai orang blasteran sementara hampir 90 persen budak mereka tercata sebagai orang berkulit hitam. Koger juga menyimpulkan bahwa banyak orang-orang berwarna di Carolina Selatan memiliki usaha sebagai pengrajin trampil dan banyak di antara mereka yang memiliki budak dan mengerahkannya di perusahaan-perusahaan mereka.
 
== Bajak laut Barbaria ==