Imanen: Perbedaan antara revisi

9 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi '{{Inuse| 06 Mei 2011}} thumb|200px|Tuhan dilukiskan sebagai lelaki Tua yang memiliki pribadi Imanen atau imanensi adalah faham yang menekankan berpi...')
 
Tidak ada ringkasan suntingan
{{Inuse| 06 Mei 2011}}
[[Berkas:Omslag.jpg|thumb|200px|Tuhan dilukiskan sebagai lelaki Tua yang memiliki pribadi]]
'''Imanen''' atau '''imanensi''' adalah faham yang menekankan berpikir dengan diri sendiri atau subyektif.<ref name="Bagus">{{id}}Lorens Bagus., ''Kamus Filsafat'', Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996</ref> Istilah imanensi berasal dari Bahasa [[Latin]] ''immanere'' yang berarti "tinggal di dalam".<ref name="Bagus"/> Imanen adalah lawan kata dari transenden.<ref name="Bagus"/> Pertama kali, istilah ini diajukan oleh Aristoteles yang memiliki arti "batin" dari suatu obyek, fenomena atau gejala. Kemudian dikembangkan oleh [[Imanuel Kant|Kant]] dan berlaku sampai sekarang.<ref name="Bagus"/>
 
Dalam istilah [[Filsafat Ketuhanan]], Tuhan yang imanen berarti Tuhan berada di dalam struktur alam semesta serta turut serta mengambil bagian dalam proses-proses kehidupan manusia.<ref name="Bagus"/> Berbeda dengan transenden yang sangat mengagungkan Tuhan yang begitu jauh sehingga mereka sangat hormat.<ref name="Bagus"/> Imanensi lebih dekat dan terbatas pada pengalaman manusia, seperti dikemukakan [[David Hume|Hume]] dalam teori ''fenomenalisme empiris'' dan [[Imanuel Kant|Kanti]] dalam ''Crtitique of Pure Reason''.<ref name="Bagus"/>
Dalam Teologi Kristen, imanen dapat dilihat dalam ajaran [[Trinitas]], yaitu [[Allah]] yang memiliki pribadi begitu nyata, Allah menjadi begitu dekat dengan umat-Nya.<ref name="drummond">{{id}}Celia Deane-drumnond., ''Teologi Dan Ekologi'', Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006</ref> Sifat Allah yang imanen terkadang akan membuat manusia hanya berpikir bahwa Allah dekat, hal ini kurang tepat, maka dibutuhkan sifat transenden juga. Allah yang transenden adalah Allah yang melampaui segala yang ada.<ref name="KWI"/> Allah yang tidak terbatas untuk memimpin dunia.<ref name="KWI">{{id}}Konferensi Waligereja Indonesia., ''Iman Katolik: buku informasi dan referensi'', Yogyakarta: Kanisius, 2000</ref>
 
==Referensi==
 
 
==referensi==
{{reflist}}
 
 
[[Kategori:Agama]]