Kerajaan Melayu Kuno: Perbedaan antara revisi

1.467 bita ditambahkan ,  12 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Pada tahun 666M Srivijaya berhasil mengembangkan kekuasaannya di Tarumanegara (Jawa Barat) sesuai degan berita dari Prasasti kota Kapur. Dan mulai tahun ini tidak tercatat lagi utusan Kerajaan Tarumanegara ke Tiongkok.
 
Terjadi perubahan besar pada kerajaan ini pada awal abad ke 8 yang dimulainya berdomisili orang-orang Persia di Srivijaya akibat mengungsi dari kerusuhan Kanton. Pada tahun 717 sebanyak 35 kapal Persiaperang dari dinasti Umayyah dengan Kholifah yang bernama Sulaiman (715-717M) hadir di Srivijaya <ref>{{cite book |last=Prof Dr HAMKA|title=Sejarah Umat Islam}} </ref> dan menjadikan percepatan perkembangan agama Islam yang sudah terjadi interaksi di tahun-tahun terakhir.
 
Srivijaya mulai meredup di awal abad ke 13 dengan serangan bertubi-tubi dari negeri-negeri Hindu disekitarnya seperti serangan Dharmawangsa dan Airlangga dari Kediri, Serangan Singosari, Serangan berkali-kali dari Cola dan terakhir Serangan Majapahit yang mengakhiri kerajaan ini selamanya.
 
 
== Pengaruh Islam di Srivijaya ==
 
Sangat dimungkinkan bahwa Srivijaya yang dikenal sebagai pusat agama Budha sangat diengaruhi oleh pengunjung-pengunjung muslim sehingga kerajaan ini menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatra kelak saat muncurnya.
 
Ditenggarai karena pengaruh orang muslim Arab yang banyak berkunjung di Srivijaya maka raja Srivijaya yang bernama Sri Indravarman masuk Islam pada tahun 718M <ref>{{cite book |last=H Zainal Abidin Ahmad|title=Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Bulan Bintang, 1979}} </ref>. Sehingga sangat dimungkinkan kehidpan sosial Srivijaya adalah masarakat sosial yang diadalamnya terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. Tercatat beberapa kali raja Srivijaya berkirim surat ke kholifah Islam di Syiria <ref>{{cite book |last=prof. Dr. Azymardi Azra MA|title=Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nsantara abad XVII & XVIII}} </ref>. Bahkan disalah satu naskah surat adalah ditujukan kepada kholifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M) dengan permintaan agar kholifah sudi mengirimkan da'i ke istana Srivijaya.
 
Maka dengan kenyataan ini, maka tidak mengherankan ketika Srivijaya melemah karena serangan-serangan dari Jawa dan Cola, maka kerajaan-kerajaan kecil di Sumatra wilayah Srivijaya mulai bertahan dengan mendirikan kerajaan sendiri. Kerajaan-kerajaan ini seperti kerajaan Pasai, Malaka dan Aceh.
 
 
 
== Catatan kaki ==
15

suntingan