Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan antara revisi

(→‎Abad Pertengahan: Perbaikan terjemahan)
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
Di dunia Islam pada abad pertengahan, cendekiawan [[Al Jahiz|al-Jāḥiẓ]] (776 – sekitar 868) menulis ''Kitab al-Hayawan'' (Buku tentang Hewan) pada abad ke-9. [[Conway Zirkle]], yang menulis tentang sejarah seleksi alam pada 1941, berkata bahwa kutipan dari karya ini adalah satu-satunya kutipan yang relevan [dengan seleksi alam] yang ia temukan dari cendekiawan Arab. Ia memberikan sebuah kutipan (dari terjemahan Bahasa Spanyol) yang mendeskripsikan perjuangan untuk hidup: "Setiap hewan lemah memangsa hewan yang lebih lemah darinya. Hewan yang kuat tidak dapat menghindari pemangsaan dari hewan yang lebih kuat darinya. Dalam hal inilah, manusia tidak ada bedanya dengan hewan, beberapa mirip dalam hal lainnya, walaupun tidaklah sampai dengan ekstrim yang sama. Singkatnya, Allah telah mengatur sebagian manusia sebagai sumber kehidupan bagi yang lainnya, dan demikian pula lah, Allah telah mengatur manusia lainnya sebagai sebab kematian bagi sebagian manusia tersebut."<ref name="Zirkle">{{cite journal |last=Zirkle |first=Conway |date=April 25, 1941 |title=Natural Selection before the 'Origin of Species' |journal=[[Proceedings of the American Philosophical Society]] |volume=84 |issue=1 |pages=71–123 |jstor=984852 |ref=harv}}</ref> Al-Jāḥiẓ juga menulis deskripsi mengenai [[rantai makanan]].<ref>{{cite journal |last=Egerton |first=Frank N. |date=April 2002 |title=A History of the Ecological Sciences, Part 6: Arabic Language Science—Origins and Zoological Writings |url=http://esapubs.org/bulletin/current/history_list/history_part6.pdf |format=PDF |journal=[[Bulletin of the Ecological Society of America]] |volume=83 |issue=2 |pages=142–146 |accessdate=2014-10-28}}</ref>
 
Menurut beberapa komentator, beberapa pemikiran [[Ibnu Khaldun|Ibnu Khaldūn]] juga menyiratkan teori evolusi biologi.<ref name="kiros">{{harvnb|Kiros|2001|p=55}}</ref> Pada tahun 1377, Ibnu Khaldūn menulis buku berjudul ''[[Muqaddimah]]'' (''Pendahuluan''). Di dalamnya, ia menyatakan bahwa manusia berkembang dari "dunia monyetkera" dalam suatu proses yang mengakibatkan "spesies menjadi bertambah banyak"<ref name="kiros" /> Dalam bab 1, ia menulis: "Dunia ini dengan seluruh hal yang diciptakan di dalamnya memiliki sebuah tatanan tertentu dan konstruksi yang kokoh. Dunia ini menunjukkan hubungan antara sebab musabab dengan akibat-akibatnya, kombinasi beberapa bagian penciptaan dengan lainnya, dan transformasiperubahan beberapa benda wujud menjadi lainnya, dalam suatu pola yang ajaib dan tiada akhir."<ref>{{harvnb|Ibn Khaldūn|1967|loc=[http://www.muslimphilosophy.com/ik/Muqaddimah/Chapter1/Ch_1_06.htm Chapter 1: "Sixth Prefatory Discussion"]}}</ref>
 
Dalam bab 6 ''Muqaddimah'', dinyatakan juga:
 
{{quote|"KamiTelah menjelaskankita disiniterangkan bahwadi seluruh eksistensisana [(di (seluruhawal buku)] duniabahwa kompositkeseluruhan danhal sederhananyayang diaransemenkanwujud dalam tatananalam yang sederhana maupun berpadu tersusun secara alami darike dalam urutan yang aksentinggi dan turunanrendah, sehingga setiapsegalanya halberurutan mengkonstitusikanmembentuk sebuahkesinambungan kontinumyang tak terinterupsiterputus. Esensi-esensi di akhir setiappada tahap tertentuakhir daritiap-tiap duniaalam melaluisecara alamalaminya disiapkantelah dipersiapkan untuk bertransformasiberubah menjadi esensi alam yang mendekati merekabersebelahan, baik atauyang maupunberada di bawah mereka.maupun Iniyang di atasnya. adalahDemikianlah kasushalnya dengan unsur-unsur materialmateri yang sederhana; inidemikianlah adalah kasushalnya dengan pelampohon kurma dan anggur, (yang mengkonstitusikanmerupakan) tahap akhir tumbuhan, dalammemiliki hubungan mereka dengan siput dan kerang, (yang mengkonstitusikanmerupakan) tahap hewan (terendah) hewan. IniDemikianlah juga merupakan kasushalnya dengan monyetkera, makhluk-makhluk yang mengkombinasikan kepandaianberpersepsi dan persepsi diri mereka sendiriberkepandaian, dalammemiliki hubungan mereka dengan manusia, makhlukmakhuk yang memiliki kemampuan untuk berpikirberakal dan berrefleksibermenung. KetersiapanKesiapan (untuk transformasiberubah) yangdi adakedua padasisi setiaptiap-tiap pihak,alam diitulah setiapyang tahapkita dunia,maksudkan terjadiketika saat (kami berbicaramembahas tentang) koneksihubungan mereka."keduanya<ref>{{harvnb|Ibn Khaldūn|1967|loc=[http://www.muslimphilosophy.com/ik/Muqaddimah/Chapter6/Ch_6_05.htm Chapter 6, Part 5: "The sciences (knowledge) of the prophets"]}}</ref>}}
 
=== Filsafat Kristen ===