Stasiun Demak: Perbedaan revisi

237 bita ditambahkan ,  10 bulan yang lalu
k
Keterangan dari cetak biru, layout akan segera diadakan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
k (Keterangan dari cetak biru, layout akan segera diadakan)
* km 0+000 lintas ''[[Stasiun Demak|Demak]]–[[Stasiun Purwodadi|Purwodadi]]–[[Stasiun Wirosari|Wirosari]]–[[Stasiun Blora|Blora]]''
| line = -
| track = 7
* jalur 2: sepur lurus arah Semarang maupun Kudus
* jalur 3: sepur lurus arah Purwodadi
| platform = 4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang rendah)
| arsitektur = Nieuwe Indische Bouwstijl
| close_type = PJKA
mendukung layanan yang semakin padat. Dengan diresmikannya bangunan stasiun baru, maka operasional Stasiun Demak Lama dipindahkan ke Stasiun Demak Baru, ''Stopplaats'' Aloon-aloon Demak dinonaktifkan berikut trase lamanya. Menurut koran ''De Locomotief'', bangunan stasiun baru ini akan mulai dioperasikan pada hari Rabu, 27 April 1921.<ref>{{citenews|title=Het Nieuwe Station van Demak geopend|url=https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=%28Station+demak+geopend%29&coll=ddd&resultsidentifier=MMKB23:001683089:mpeg21:a00006&identifier=MMKB23:001683089:mpeg21:a00006|newspaper =De Locomotief|work=delpher.nl|date=26-04-1921|access-date=13-06-2020}}</ref><ref name=":Peta"/>
 
Pada tahun 1986, jalur kereta api yang melayani Kemijen hingga Rembang ditutup karena saranaprasarana yang tua, banyaknya penumpang gelap yang membuat PJKA kehilangan pendapatan, dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa foto koleksi de Jong dalam buku ''Spoorwegstations op Java'' yang diterbitkan pada tahun 1993 menampilkan bahwa pada tahun 1990 stasiun ini masih menampakkan atap dan jalur-jalurnya yang sudah mangkrak. Jalur tersebut kemungkinan dibongkar pada tahun 1996 hingga akhir tahun 1990-an.<ref>{{Cite book|title=Spoorwegstations op Java|last=de Jong|first=Michiel van Ballegoijen|year=1993|isbn=|location=|pages=}}</ref><ref>{{Cite book|title=Kota Demak Sebagai Bandar Dagang di Jalur Sutra|last=Ramelan|first=Wiwin Djuwita|publisher=Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI|year=1997|isbn=|location=|pages=}}</ref>
 
==== Bangunan dan tata letak ====