Adipati agung: Perbedaan revisi

5 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
Kepala monarki pertama yang secara resmi menyandang gelar adipati agung adalah para penguasa berdaulat dari [[wangsa Medici]] yang memerintah [[Keharyapatihan Toskana|Negeri Toskana]], semenjak akhir abad ke-16. Gelar resmi ini dianugerahkan oleh [[Paus Pius V]] pada 1569. Meskipun demikian, boleh dikata gelar ini hanyalah sebuah gelar kehormatan pribadi dari Sri Paus bagi penguasa sebuah kadipaten, karena Negeri Toskana sesungguhnya adalah salah satu [[vasal|negara bawahan]] dari [[Kekaisaran Romawi Suci]].
 
[[Napoleon I]] sangat sering menganugerahkan gelar ini. Pada masa pemerintahannya, sejumlah sekutunya (secara ''de facto'' adalah penguasa bawahannya) diizinkan menyandang gelar adipati agung, biasanya pada saat swapraja-swapraja pusaka mereka (atau swapraja-swapraja anugerah dari Napoleon) diperluas dengan tambahan wilayah baru yang berhasil direbut dari musuh melalui pertempuran. Setelah kejatuhan rezim Napoleon, pihak-pihak pemenang yang bersidang dalam [[Kongres Wina]], gunadalam rangka menyelesaikan kekisruhan politik selepas pasca-Perang Napoleon, sepakat untuk menghapuskan kadipaten-kadipaten agung yang diciptakan oleh Napoleon dan membentuk sekelompok monarki penyandang gelar adipati agung yang memiliki kekuatan tingkat menengah. Hasilnya adalah kemunculan sekelompok kepala monarki baru penyandang gelar adipati agung di kawasan tengah Eropa pada abad ke-19, khususnya di wilayah negara Jerman sekarang ini. Daftar dari kadipaten-kadipaten agung pascakongres Wina ini dapat dibaca dalam artikel [[kadipaten agung]].
 
Pada abad yang sama, marak bermunculan gelar kehormatan "Adipati Agung" yang murni bersifat seremonial belaka di Rusia (sesungguhnya gelar adipati agung kehormatan ini adalah terjemahan Eropa Barat dari gelar "Pangeran Agung" di Rusia yang dianugerahkan kepada saudara-saudara kandung [[tsar]]), karena banyaknya keturunan dari wangsa Romanov yang berkuasa di Rusia kala itu.
24.134

suntingan