Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan revisi

1.243 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
 
Kemudian pada abad ke-18, filsuf Perancis [[Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon]], salah satu naturalis utama pada masa itu, berpendapat bahwa kebanyakan orang menyebut spesies benar-benar beragam, termodifikasi dari bentuk asli oleh faktor lingkungan. Contohnya, ia meyakini bahwa singa, harimau, elang dan kucing rumah semuanya memiliki leluhur umum. Ia kemudian menyatakan bahwa 200 spesies mamalia atau lebih kemudian diketahui diturunkan dari setidaknya 38 bentuk hewan asli. Gagasan evolusi Buffon terbatas; ia meyakini bahwa setiap bentuk asli berkembang melalui [[generasi spontan]] dan masing-masing terbentuk oleh "modul-modul internal" yang membatasi sejumlah perubahan. Karya-karya Buffon, ''Histoire naturelle'' (1749–1789) dan ''Époques de la nature'' (1778), yang berisi teori-teori yang dikembangkan tentang asal muasal yang sepenuhnya materialistik untuk Bumi dan gagasannya mempertanyakan ketetapan spesies, sangat berpengaruh.<ref>{{harvnb|Bowler|2003|pp=75–80}}</ref><ref>{{harvnb|Larson|2004|pp=14–15}}</ref>
 
Filsuf Perancis lainnya, [[Denis Diderot]], juga menulis bahwa makhluk hidup mula-mula berkembang melalui generasi spontan, yang bahwa selalu berubah melalui proses eksperimen konstan dimana bentuk-bentuk baru muncul dan bertahan atau tidak berdasarkan pada penyaringan atau kesalahan; sebuah gagasan yang dapat dianggap antisipasi partial dari seleksi alam.<ref>{{harvnb|Bowler|2003|pp=82–83}}</ref> Antara 1767 dan 1792, [[James Burnett, Lord Monboddo]], mencantumkan tulisan tak hanya konsep bahwa manusia turun dari primata, namun juga bahwa, dalam menanggapi lingkungan, makhluk-makhluk menemukan metode-metode transformasi karakteristik mereka sepanjang masa interval.<ref>{{harvnb|Henderson|2000}}</ref> Kakek Charles Darwin, [[Erasmus Darwin]], menerbitkan ''[[Zoonomia]]'' (1794–1796) yang menyatakan bahwa "semua hewan berdarah hangat timbul dari filamen hidup."<ref>{{harvnb|Darwin|1794–1796|loc=[http://www.gutenberg.org/files/15707/15707-h/15707-h.htm#sect_XXXIX Vol I, section XXXIX]}}</ref> Dalam syairnya ''Temple of Nature'' (1803), ia menjelaskan kebangkitan kehidupan dari organisme-organisme kecil yang tinggal di lumpur ke seluruh keragaman modernnya.<ref>{{harvnb|Darwin|1803|loc=Canto I (lines 295–302)}}</ref>
 
== Awal abad ke-19 ==