Buka menu utama

Perubahan

7 bita dihapus, 1 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
:''Dalam artikel ini, ''Tuhan'' (dengan ''T'' besar) merujuk pada Tuhan monoteisme, manakala ''tuhan'' (dengan ''t'' kecil) merujuk pada Tuhan/Dewa semua kepercayaan secara umum.''
 
[[Berkas:Paul Heinrich Dietrich Baron d'Holbach.jpg|thumbjmpl|250px|Penulis [[Perancis]] abad ke-18, [[Baron d'Holbach]] adalah salah seorang pertama yang menyebut dirinya ateis. Dalam buku ''[[The System of Nature|Système de la Nature]]'' (1770), ia melukiskan jagad raya dalam pengertian materialisme filsafat, determinisme yang sempit, dan ateisme. Buku ini dan bukunya ''Common Sense'' (1772) dikutuk oleh [[Parlemen|Parlemen Paris]], dan salinan-salinannya dibakar di depan umum.]]
 
'''Ateisme''' adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan [[Tuhan]] dan [[Dewa|dewa-dewi]]<ref>{{cite encyclopedia |first=William L. |last=Rowe |authorlink=William L. Rowe |encyclopedia=[[Routledge Encyclopedia of Philosophy]] |title=Atheism |year=1998 |editor=Edward Craig}}
 
== Asal istilah ==
[[Berkas:Ephesians 2,12 - Greek atheos.jpg|thumbjmpl|leftkiri|Kata Yunani {{lang|grc|αθεοι}} (''atheoi''), seperti yang tampak pada [[Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus]] di papirus abad ke-3.]]
 
Pada zaman [[Yunani Kuno]], kata sifat ''atheos'' (''{{lang|grc|[[:wikt:ἄθεος|ἄθεος]]}}'', berasal dari awalan ἀ- + ''{{lang|grc|[[:wikt:θεός|θεός]]}}'' "tuhan") berarti "tak bertuhan". Kata ini mulai merujuk pada penolakan tuhan yang disengajakan dan aktif pada abad ke-5 SM, dengan definisi "memutuskan hubungan dengan tuhan/dewa" atau "menolak tuhan/dewa". Terjemahan modern pada teks-teks klasik kadang-kadang menerjemahkan {{transl|grc|atheos}} sebagai "ateistik". Sebagai nomina abstrak, terdapat pula ''{{lang|grc|[[:wikt:ἀθεότης|ἀθεότης]]}}'' ({{transl|grc|atheotēs}}), yang berarti "ateisme". [[Cicero]] mentransliterasi kata Yunani tersebut ke dalam [[bahasa Latin]] ''{{lang|la|[[:wikt:atheos#Latin|atheos]]}}''. Istilah ini sering digunakan pada perdebatan antara umat [[Gereja perdana|Kristen awal]] dengan para pengikut agama Yunani Kuno (Helenis), yang mana masing-masing pihak menyebut satu sama lainnya sebagai ateis secara peyoratif.<ref name=drachmann>{{cite book|last=Drachmann|first=A. B.|title=Atheism in Pagan Antiquity|publisher=Chicago: Ares Publishers|year=1977 ("sebuah cetakan ulang yang tidak berubah dari versi tahun 1922")|isbn=0-89005-201-8|quote = Atheism and atheist are words formed from Greek roots and with Greek derivative endings. Nevertheless they are not Greek; their formation is not consonant with Greek usage. In Greek they said ''{{transl|grc|atheos}}'' and ''{{transl|grc|atheotēs}}''; to these the English words ungodly and ungodliness correspond rather closely. In exactly the same way as ungodly, ''{{transl|grc|atheos}}'' was used as an expression of severe censure and moral condemnation; this use is an old one, and the oldest that can be traced. Not till later do we find it employed to denote a certain philosophical creed. }}</ref>
 
== Definisi dan pembedaan ==
[[Berkas:AtheismImplicitExplicit3 versiindo.png|thumbjmpl|325px|Suatu gambaran yang menunjukkan hubungan antara definisi ateisme kuat/lemah dengan ateisme implisit/eksplisit. Ateis implisit tidak memiliki pemikiran akan kepercayaan pada tuhan; individu seperti itu dikatakan secara implisit tanpa kepercayaan pada tuhan. Ateis eksplisit mengambil posisi terhadap kepercayaan pada tuhan; individu tersebut dapat menghindari untuk percaya pada tuhan (ateisme lemah), ataupun mengambil posisi bahwa tuhan tidak ada (ateisme kuat).]]
Para penulis berbeda-beda dalam mendefinisikan dan mengklasifikasi ''ateisme'',<ref name="eb911-atheism">{{cite web |year=1911 |url=http://www.1911encyclopedia.org/Atheism |title="Atheism" |work=Encyclopedia Britannica |accessdate=2007-06-07}}</ref> yakni apakah ateisme merupakan suatu kepercayaan tersendiri ataukah hanyalah ketiadaan pada kepercayaan, dan apakah ateisme memerlukan penolakan yang secara sadar dan eksplisit dilakukan. Berbagai kategori telah diajukan untuk mencoba membedakan jenis-jenis bentuk ateisme.
 
 
== Dasar pemikiran ==
[[Berkas:Supreme Impiety, Atheist and Charlatan - Picta poesis, by Barthélemy Aneau (1552).jpg|thumbjmpl|355px|"Salah satu anak dari gerombolan orang pernah menanyai seorang ahli [[astronomi]] siapa ayah yang membawanya ke dalam dunia ini. [[Cendekiawan]] tersebut menunjuk langit dan seorang tua yang sedang duduk, dan berkata:{{br}}
'' 'Yang di sana adalah ayah tubuhmu, dan yang itu adalah ayah jiwamu.' ''{{br}}
Anak lelaki tersebut membalas:{{br}}
Ateisme metafisik didasarkan pada [[monisme]] metafisika, yakni pandangan bahwa realitas adalah homogen dan tidak dapat dibagi. Ateis metafisik absolut termasuk ke dalam beberapa bentuk [[fisikalisme]], sehingga secara eksplisit menolak keberadaan makhluk-makhluk halus. Ateis metafisik relatif menolak secara implisit konsep-konsep ketuhanan tertentu didasarkan pada ketidakkongruenan antara filosofi dasar mereka dengan sifat-sifat yang biasanya ditujukan kepada tuhan, misalnya [[transendensi]], sifat-sifat personal, dan keesaan tuhan. Contoh-contoh ateisme metafisik relatif meliputi [[panteisme]], [[panenteisme]], dan [[deisme]].<ref>{{harvnb|Zdybicka|2005|p=19}}.</ref>
 
[[Berkas:Epikouros BM 1843.jpg|thumbjmpl|leftkiri|[[Epikouros]] sering disebut sebagai orang yang pertama menguraikan secara terperinci [[masalah kejahatan]]. [[David Hume]] dalam bukunya ''[[Dialogues Concerning Natural Religion]]'' (1779) mengutip argumen Epikouros dalam bentuk sederet pertanyaan:<ref>{{cite book|title=Dialogues Concerning Natural Religion|author=David Hume|url=http://www.gutenberg.org/etext/4583|publisher=Project Gutenberg (e-text)}}</ref>
"Apakah [Tuhan] berniat mencegah kejahatan, namun tidak dapat? maka apakah ia impoten. Apakah ia dapat, namun tidak berniat? Maka apakah ia berhati dengki. Apakah ia dapat dan berniat? maka darimanakah kejahatan?"]]
 
 
== Demografi ==
[[Berkas:Irreligion map.png|thumbjmpl|450px|Kadar ateisme dan agnostisisme di seluruh dunia<ref>[http://www2.ttcn.ne.jp/~honkawa/9460.html Dentsu Institute (2006)]</ref><ref>[http://www.adherents.com/largecom/com_atheist.html Zuckerman (2005)]</ref>]]
 
Adalah sulit untuk menghitung jumlah ateis di dunia. Para responden survei dapat mendefinisikan "ateisme" secara berbeda-beda ataupun menarik garis batas yang berbeda antara ''ateisme'', kepercayaan non-religius, dan kepercayaan religius non-teis dan spiritual.<ref>{{cite web
 
== Ateisme, agama, dan moralitas ==
[[Berkas:Lightmatter buddha3.jpg|thumbjmpl|leftkiri|Karena [[Tuhan dalam agama Buddha|ketiadaan]] [[Tuhan]] pencipta, [[Agama Buddha]] umumnya dideskripsikan sebagai nonteis.]]
Walaupun orang yang mengaku sebagai ateis biasanya diasumsikan tak beragama, beberapa sekte agama tertentu pula ada yang menolak keberadaan dewa pencipta yang personal.<ref name="winston2">{{cite book|last=Winston|first=Robert (Ed.)|title=Human|publisher=New York: DK Publishing, Inc|year=2004|isbn=0-7566-1901-7|pages=hal. 299|quote=Nonbelief has existed for centuries. For example, Buddhism and Jainism have been called atheistic religions because they do not advocate belief in gods.}}</ref> Pada akhir-akhir ini, aliran-aliran keagamaan tertentu juga telah menarik banyak penganut yang secara terbuka ateis, seperti misalnya Yahudi ateis atau Yahudi humanis<ref>{{cite web |url=http://www.bbc.co.uk/religion/religions/judaism/subdivisions/humanistic.shtml |title=Humanistic Judaism |date=2006-07-20 |accessdate=2006-10-25 |publisher=[[BBC]]}}</ref><ref>{{cite journal |last=Levin |first=S. |year=1995 | month = May |title=Jewish Atheism | journal = New Humanist | volume = 110 | issue = 2 |pages=13–15}}</ref> dan Kristen ateis.<ref>{{cite web |url=http://www.bbc.co.uk/religion/religions/atheism/types/christianatheism.shtml |title=Christian Atheism |date=2006-05-17 |accessdate=2006-10-25 |publisher=[[BBC]]}}</ref><ref>{{cite book|last=Altizer|first=Thomas J. J.|authorlink = Thomas J. J. Altizer|title=The Gospel of Christian Atheism|url=http://www.religion-online.org/showbook.asp?title=523|accessdate=2006-10-27|year=1967|publisher=London: Collins|pages=102–103}}</ref><ref>{{cite journal |last=Lyas |first=Colin |year=1970 | month = January |title=On the Coherence of Christian Atheism | journal = Philosophy: the Journal of the Royal Institute of Philosophy | volume = 45 | issue = 171 |pages=1–19}}</ref>