Buka menu utama

Perubahan

13 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
Elizabeth lahir di [[London]] dan menempuh pendidikan secara privat. Ayahnya naik takhta menjadi [[George VI]] pada tahun 1936 setelah pamannya, [[Edward VIII]], melepaskan takhtanya, dan secara tidak terduga Elizabeth menjadi penerus takhta berikutnya. Elizabeth mulai menjalankan tugas sosialnya selama terjadinya [[Perang Dunia II]] dengan bertugas di palang merah. Pada tahun 1947, ia menikah dengan [[Pangeran Philip, Adipati Edinburgh]], dan kemudian dikaruniai empat orang anak, yaitu [[Charles, Pangeran Wales|Charles]], [[Putri Anne|Anne]], [[Andrew dari York|Andrew]], dan [[Edward, Pangeran Wessex|Edward]]. Upacara penobatannya dilaksanakan pada tahun 1953 dan merupakan upacara penobatan pertama yang disiarkan melalui televisi.
 
Ratu Elizabeth sudah melakukan berbagai pertemuan dan kunjungan kenegaraan bersejarah, termasuk [[Kunjungan Ratu Elizabeth II ke Republik Irlandia|kunjungan kenegaraan ke Republik Irlandia]] dan kunjungan timbal balik dari dan ke [[Paus (Katolik Roma)|Paus Katolik Roma]]. Ratu Elizabeth juga telah menjadi saksi hidup atas berbagai perubahan besar yang terjadi dalam konstitusi Alam Persemakmurannya, seperti devolusi di Britania Raya, dan pemisahan konstitusi Kanada. Sedangkan secara personal, Ratu juga telah menyaksikan berbagai peristiwa penting yang terjadi dalam monarkinya, termasuk kelahiran dan pernikahan anak serta cucunya, upacara penobatan Pangeran Wales, dan perayaan [[JubileeYubileum]] perak, emas, dan berlian Ratu pada tahun 1977, 2002, dan 2012.
 
Berbagai peristiwa bersejarah juga terjadi selama masa pemerintahan Ratu Elizabeth, diantaranya peristiwa [[the Troubles]] di [[Irlandia Utara]], [[Perang Falklands]], dan [[Perang Afganistan]]. Ada juga saat-saat duka yang dilaluinya, termasuk kematian ayahandanya pada usia 56 tahun, pembunuhan paman Pangeran Philip, kehancuran rumah tangga putra-putrinya pada tahun 1992, kematian menantunya, [[Diana, Putri Wales]] pada tahun 1997, serta kematian [[Elizabeth Bowes-Lyon|ibu]] dan [[Margaret, Pangeran Wanita Snowdon|adiknya]] pada tahun 2002. Ratu Elizabeth dan keluarga kerajaannya seringkali menerima berbagai kritikan dan kecaman dari media massa dan tokoh-tokoh pro-republik, namun popularitas pribadi dan dukungan yang mengalir untuk [[Kerajaan Britania Raya|kerajaan]] tetap tinggi.<!--Referensi lihat di bagian-->
Setahun kemudian, pada puncak krisis konstitusi Australia 1975, [[Perdana Menteri Australia]] [[Gough Whitlam]] diberhentikan dari jabatannya oleh [[Gubernur Jenderal]] John Kerr setelah [[oposisi]] yang dikendalikan Senat menolak proposal anggaran Whitlam.<ref name=Aus>Bond, hal. 96; Marr, hal. 257; Pimlott, hal. 427; Shawcross, hal. 110</ref> Karena Whitlam memiliki suara mayoritas dalam [[Dewan Perwakilan Rakyat]] [[Australia]], juru bicara Gordon Scholes mengimbau kepada Ratu untuk membalikkan keputusan Kerr. Namun Ratu menolak, menyatakan bahwa dia tidak akan ikut campur dalam keputusan-keputusan Gubernur Jenderal yang dilindungi oleh [[Konstitusi Australia]].<ref>Pimlott, hal. 428–429</ref> Krisis ini memicu munculnya gerakan [[Republikanisme Australia]].<ref name=Aus/>
 
=== JubileeYubileum Perak ===
Pada tahun 1977, Ratu Elizabeth memasuki 25 tahun masa pemerintahannya (JubileeYubileum Perak). Berbagai pesta dan perayaan berlangsung di seluruh Persemakmuran. Perayaan-perayaan ini kembali menegaskan betapa besarnya popularitas Ratu, meskipun sempat dinodai oleh pemberitaan negatif [[media]] berkaitan dengan perceraian Putri Margaret dengan suaminya.<ref>Pimlott, hal. 449</ref> Pada tahun 1978, Ratu menerima kunjungan kenegaraan dari diktator [[komunis]] [[Rumania]], [[Nicolae Ceaușescu]] dan istrinya [[Elena Ceauşescu|Elena]].<ref>Hardman, hal. 137; Roberts, hal. 88–89; Shawcross, hal. 178</ref><ref>Elizabeth to her staff, quoted in Shawcross, hal. 178</ref> Setahun kemudian, Ratu dihadapkan pada dua pukulan: salah satu inspektur di Istana Buckingham terbuka kedoknya sebagai mata-mata komunis, pukulan lainnya adalah tewasnya sang paman dari Pangeran Philip, Lord Mountbatten, KG, oleh [[Tentara Republik Irlandia Sementara]].<ref>Pimlott, hal. 336–337, 470–471; Roberts, hal. 88–89</ref>
 
Menurut [[Paul Joseph James Martin|Paul Martin, Sr.]], pada akhir tahun 1970-an, Ratu khawatir bahwa mahkotanya sudah "tidak berarti" lagi buat [[Perdana Menteri Kanada]] [[Pierre Trudeau]].<ref name=Post/> Tony Benn berkata bahwa Ratu menganggap Trudeau "agak mengecewakan".<ref name=Post>{{cite journal|last=Heinricks|first=Geoff|title=Trudeau: A drawer monarchist|journal=National Post|date=29 September 2000|page=B12}}</ref> Trudeau mengolok-ngolok Kerajaan dengan mengatakan bahwa Persemakmuran seperti "meluncur di bawah kendali Istana Buckingham dan berputar-putar di belakang Ratu" pada tahun 1977, dan menghapuskan beberapa simbol monarki Kanada selama masa jabatannya.<ref name=Post/> Pada tahun 1980, beberapa politisi Kanada yang dikirim ke London untuk membahas mengenai pemisahan [[Konstitusi Kanada]] mengungkapkan bahwa Ratu "lebih informatif&nbsp;... dibandingkan dengan politisi atau birokrat Britania lainnya".<ref name=Post/> Ratu sangat peduli mengenai masalah Kanada ini setelah kegagalan Bill C-60 yang mempengaruhi perannya sebagai [[kepala negara]].<ref name=Post/> Pemisahan konstitusi ini pada akhirnya menghasilkan keputusan yang menghapus peran [[Parlemen Britania Raya]] dalam Konstitusi Kanada, namun monarki tetap dipertahankan. Trudeau menuliskan dalam memoarnya bahwa Ratu menghargai usahanya untuk mereformasi Konstitusi dan Trudeau juga terkesan oleh "sopan santun dan kebijaksanaan yang Ratu tampilkan di depan umum".<ref>Trudeau, hal. 313</ref>
Pada tahun-tahun berikutnya, minat publik terhadap kehidupan rumah tangga Charles dan Diana meningkat.<ref>Brandreth, hal. 356; Pimlott, hal. 572–577; Roberts, hal. 94; Shawcross, hal. 168</ref> Meskipun dukungan untuk republikan di Britania Raya meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, dukungan untuk Ratu masih lebih tinggi dibanding dukungan untuk republikan.<ref>MORI poll for ''The Independent'' newspaper, March 1996, quoted in Pimlott, hal. 578 and {{cite news|author=O'Sullivan, Jack|date=5 March 1996|url=http://www.independent.co.uk/news/uk/watch-out-the-roundheads-are-back-1340396.html|title=Watch out, the Roundheads are back|work=The Independent|accessdate=17 September 2011}}</ref> Kritik terhadap keluarga kerajaan terutama sekali difokuskan pada sikap dan tindakan para anggota keluarga kerajaan.<ref>Pimlott, hal. 578</ref> Setelah berkonsultasi dengan [[Uskup Agung Canterburry]], sekretaris pribadi, serta suaminya, Ratu menulis surat kepada Charles dan Diana pada akhir Desember 1995 yang menyatakan bahwa ia menyetujui perceraian mereka.<ref>Brandreth, hal. 357; Pimlott, hal. 577</ref> Setahun setelah perceraian mereka pada tahun 1996, Putri Diana tewas dalam sebuah kecelakaan mobil di [[Paris]] pada tanggal 31 Agustus 1997. Pada saat itu, Ratu sedang berlibur bersama anak dan cucu-cucunya di Istana Balmoral. Ratu terakhir kali tampil di depan publik saat menemani kedua putra Diana mengikuti pelayanan gereja pada pagi terjadinya kecelakaan.<ref>Brandreth, hal. 358; Hardman, hal. 101; Pimlott, hal. 610</ref> Setelah itu, selama lima hari berikutnya, Ratu dan Pangeran Philip berusaha melindungi kedua cucunya dari incaran media dengan memindahkan mereka berdua ke Istana Balmoral, di sana mereka bisa berduka secara pribadi.<ref>Bond, hal. 134; Brandreth, hal. 358; Marr, hal. 338; Pimlott, hal. 615</ref> Namun menghilangnya keluarga kerajaan dan tidak dikibarkannya bendera setengah tiang pasca kecelakaan Diana menyebabkan munculnya kecurigaan publik.<ref name=MacQueen/><ref>Bond, hal. 134; Brandreth, hal. 358; Lacey, hal. 6–7; Pimlott, hal. 616; Roberts, hal. 98; Shawcross, hal. 8</ref> Karena semakin ditekan, Ratu pada akhirnya setuju untuk memberikan pernyataan langsung dan kemudian ia kembali ke London untuk melakukan jumpa media pada tanggal 5 September, sehari sebelum pemakaman Diana.<ref>Brandreth, hal. 358–359; Lacey, hal. 8–9; Pimlott, hal. 621–622</ref> Dalam pernyataannya, Ratu menyatakan kekagumannya pada Diana dan juga mengungkapkan perasaan dan kewajibannya "sebagai nenek" dari [[Pangeran William|William]] dan [[Pangeran Harry|Harry]].<ref name="b&b">Bond, hal. 134; Brandreth, hal. 359; Lacey, hal. 13–15; Pimlott, hal. 623–624</ref> Sebagai hasilnya, kecurigaan publik terhadap kerajaan perlahan-perlahan mulai menguap.<ref name="b&b"/>
 
=== JubileeYubileum Emas ===
[[Berkas:George W. Bush toasts Elizabeth II 2007.jpg|thumb|alt=In evening wear, Elizabeth and President Bush hold wine glasses of water and smile|Ratu Elizabeth II dan [[George W. Bush]] bersulang dalam jamuan makan malam kenegaraan di [[Gedung Putih]], 7 Mei 2007.]]
[[Berkas:Royal Visit Toronto 2010 5.JPG|thumb|right|alt=Street scene of Elizabeth and spectators|Ratu Elizabeth II (depan tengah) saat mengunjungi Kanada, 6 Juli 2010.]]
Pada tahun 2002, Ratu Elizabeth memasuki 50 tahun masa pemerintahannya sejak naik takhta pada tahun 1952 (JubileeYubileum Emas). [[Margaret, Pangeran Wanita Snowdon|Adik]] dan [[Elizabeth Bowes-Lyon|ibunya]] meninggal dunia pada Februari dan Maret, dan media berspekulasi mengenai ancaman kegagalan dalam perayaan [[JubileeYubileum]]nya.<ref>Bond, hal. 156; Bradford, hal. 248–249; Marr, hal. 349–350</ref> Ratu kembali melakukan berbagai kunjungan ke [[Wilayah Persemakmuran|Alam Persemakmurannya]], yang dimulai dengan mengunjungi [[Jamaika]] pada bulan Februari.<ref>Brandreth, hal. 31</ref> Seperti pada tahun 1977, dalam kunjungannya Ratu kembali disambut oleh berbagai perayaan, pesta jalanan, dan pendirian berbagai [[monumen]] untuk menghormati kedatangannya. Lebih dari sejuta orang menghadiri perayaan JubileeYubileum Emas Ratu Elizabeth di [[London]],<ref>Bond, hal. 166–167</ref> dan tingginya antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat membuktikan bahwa spekulasi media tidak menjadi kenyataan.<ref>Bond, hal. 157</ref>
 
Meskipun secara umum Ratu terlihat sehat sepanjang hidupnya, pada tahun 2003 ia menjalani operasi laparoskopik pada kedua lututnya. Pada bulan Oktober 2006, Ratu melewatkan pembukaan [[Stadion Emirates]] karena mengalami kejang otot punggung yang telah diidapnya sejak musim panas.<ref>{{cite news|url=http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk/6087724.stm|title=Queen cancels visit due to injury|publisher=BBC|date=26 October 2006|accessdate=8 December 2009}}</ref> Dua bulan kemudian, Ratu terlihat tampil di depan umum dengan perban di tangan kanannya, yang menimbulkan spekulasi kalau Ratu sedang sakit.<ref>{{cite web|url=http://www.dailymail.co.uk/news/article-420950/Plaster-Queens-hand-minor-cut-IV-drip.html|title=Plaster on Queen's hand: minor cut or IV drip?|author=Greenhill, Sam; Hope, Jenny|work=Daily Mail|date=6 December 2006|accessdate=8 December 2009}}</ref> Ratu juga pernah digigit oleh seekor anjing ''corgi'' saat memisahkan dua ekor anjing yang sedang berkelahi.<ref>{{cite web|url=http://www.thesun.co.uk/sol/homepage/news/article75313.ece|title=Corgi put the queen in plaster|author=Whittaker, Thomas|work=The Sun|date=14 December 2006|accessdate=18 August 2011}}</ref>
Ratu berpidato dalam [[Sidang Umum PBB]] untuk kedua kalinya pada tahun 2010, sekali lagi dalam kapasitasnya sebagai ratu dari semua Alam Persemakmurannya.<ref name=UN>{{cite web|title=Address to the United Nations General Assembly|date=6 July 2010|url=http://www.royal.gov.uk/LatestNewsandDiary/Speechesandarticles/2010/AddresstotheUnitedNationsGeneralAssembly6July2010.aspx|publisher=Royal Household|accessdate=6 July 2010}}</ref> [[Sekretaris Jenderal PBB]] [[Ban Ki-moon]] menyebut dirinya sebagai "jangkar bagi zaman kita".<ref name="BBC UN">{{cite news|url=http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk/10518044.stm|title=Queen addresses UN General Assembly in New York|publisher=BBC|date=7 July 2010|accessdate=7 July 2010}}</ref> Dalam kunjungannya ke [[New York]] pada tahun 2010, Ratu meresmikan pembukaan taman peringatan untuk warga negara Britania yang menjadi korban [[serangan 11 September 2001]].<ref name="BBC UN"/> Ratu mengunjungi Australia pada bulan Oktober 2011, yang merupakan kunjungannya yang ke-16 sejak tahun 1954. Dalam pernyataannya pada media, Ratu menyebut kunjungannya saat itu sebagai "kunjungan perpisahan", karena usianya yang semakin lanjut.<ref>{{cite web|title=Royal tour of Australia: The Queen ends visit with traditional 'Aussie barbie'|url=http://www.telegraph.co.uk/news/uknews/queen-elizabeth-II/8857106/Royal-tour-of-Australia-The-Queen-ends-visit-with-traditional-Aussie-barbie.html|work=The Telegraph|date=29 October 2011|accessdate=30 October 2011}}</ref>
 
=== JubileeYubileum Berlian dan sesudahnya ===
[[Berkas:Hello Great Britain.jpg|thumb|left|270px|alt=Hello Britain|Ratu Elizabeth II beserta anak, cucu, dan menantunya di balkon [[Istana Buckingham]], Juni 2012.]]
JubileeYubileum Berlian Ratu Elizabeth pada tahun 2012 menandai 60 tahun masa jabatannya sebagai ratu. Berbagai perayaan dilangsungkan di Britania Raya dan seluruh Persemakmuran. Dalam sebuah pesan yang dirilis pada Hari Aksesi, dia menyatakan: "Dalam tahun istimewa ini, saya sekali lagi mendedikasikan diri saya untuk melayani Anda, saya berharap kita semua masih ingat akan kekuatan dari kebersamaan dan kekeluargaan, persahabatan dan keramahtamahan&nbsp;... saya juga berharap bahwa JubileeYubileum tahun ini akan menjadi waktu untuk mensyukuri atas kemajuan besar yang telah dibuat sejak tahun 1952 dan menatap masa depan dengan kepala jernih dan hati yang hangat".<ref>{{cite web|url=http://www.royal.gov.uk/LatestNewsandDiary/Pressreleases/2012/TheQueensDiamondJubileemessage.aspx|title=The Queen's Diamond Jubilee message|publisher=Royal Household|accessdate=31 May 2012}}</ref> Ratu dan suaminya melakukan tur panjang ke seantero Britania Raya, sedangkan anak dan cucunya memulai kunjungan kenegaraan ke berbagai Negara-Negara Persemakmuran atas nama Ratu.<ref>{{citation|url=http://www.dailymail.co.uk/tvshowbiz/article-2106246/Prince-Edward-Sophie-wear-ordinated-outfits-attend-Barbados-state-dinner.html|date=24 February 2012|last=Gower|first=Eleanor|title=A royal match! Glamorous Prince Edward and Sophie wear co-ordinated outfits as they attend Barbados state dinner|date=25 February 2012|newspaper=Daily Mail|accessdate=31 May 2012}}</ref><ref>{{cite news|url=http://www.bbc.co.uk/news/uk-17281585|title=Prince Harry pays tribute to the Queen in Jamaica|date=7 March 2012|publisher=BBC|accessdate=31 May 2012}}</ref><ref>{{cite web|url=http://www.gg.ca/document.aspx?id=14382|title=Their Royal Highnesses The Prince of Wales and The Duchess of Cornwall to Undertake a Royal Tour of Canada in 2012|date=14 December 2011|publisher=Office of the Governor General of Canada|accessdate=31 May 2012}}</ref> Pada tanggal 4 Juni, [[suar]] jubileeYubileum dinyalakan di berbagai penjuru dunia.<ref>{{cite web|url=http://www.visitlondon.com/events/special/queens-diamond-jubilee-in-london|title=The Queen's Diamond Jubilee in London|last=Anon|work=Visit London|publisher=London and Partners|accessdate=25 May 2012}}</ref>
 
Ratu Elizabeth adalah [[Daftar Penguasa Britania Raya|penguasa monarki]] yang hidupnya paling lama dan dengan masa kekuasaan terpanjang dalam sejarah monarki Britania Raya.<ref>{{cite web| url=http://www.huffingtonpost.co.uk/2014/09/06/elizabeth-set-to-beat-victorias-record-as-longest-reigning-monarch-in-british-history_n_5777134.html| title=Elizabeth Set To Beat Victoria's Record As Longest Reigning Monarch In British History| work=[[The Huffington Post]]| date=6 September 2014| accessdate=28 September 2014}}</ref> Selain itu, Ratu juga merupakan kepala negara dengan masa jabatan terlama di dunia saat ini (setelah kematian Raja [[Bhumibol Adulyadej]] dari [[Thailand]]).<ref>{{Cite news|url=http://www.bbc.com/news/world-asia-37643326|title=Thailand's King Bhumibol Adulyadej dies at 88|date=2016-10-13|newspaper=BBC News|language=bahasa Inggris|access-date=2016-10-13}}</ref><ref>{{cite web|author=By PA &nbsp;Oct 13, 2016 |url=http://www.aol.co.uk/news/2016/10/13/queen-takes-over-longest-reign-mantle-after-thailands-king-bhumibol-dies/ |title=Queen takes over longest reign mantle after Thailand's King Bhumibol dies - AOL News UK |publisher=Aol.co.uk |date= |accessdate=2016-10-13}}</ref> Dia tidak berniat untuk [[abdikasi|turun takhta]],<ref>Brandreth, hal. 370–371; Marr, hal. 395</ref> meskipun proporsi tugas publik yang dilakukan oleh Pangeran Charles dan [[Pangeran William]] semakin meningkat seiring dengan usia dan kondisi kesehatan Ratu.<ref>{{cite web|author=Owen, Glen; Smith, Martin|url=http://www.dailymail.co.uk/news/article-417251/Key-aides-Windsor-ahead-Queens-retirement.html|title=Key aides move to Windsor ahead of Queen's retirement|work=The Mail on Sunday|date=18 November 2006|accessdate=29 March 2012}}</ref>
Pada tahun 1950, sebagai seorang wanita muda pada awal pemerintahannya, Elizabeth digambarkan sebagai "Ratu negeri dongeng" yang glamor.<ref>Bond, hal. 22</ref> Pasca-perang dunia yang merupakan masa-masa penuh harapan, publik menggambarkan pemerintahan Elizabeth sebagai "era Elizabethan baru" (merujuk pada masa pemerintahan [[Ratu Elizabeth I]]).<ref>Bond, hal. 35; Pimlott, hal. 180; Roberts, hal. 82; Shawcross, hal. 50</ref> Pada tahun 1957, Lord Altrincham mengkritik pidato Elizabeth seperti pidato seorang "anak sekolahan.<ref>Bond, hal. 35; Pimlott, hal. 280; Shawcross, hal. 76</ref> Pada akhir 1960-an, ia mencoba membawa citra kerajaan menjadi lebih modern dengan merilis sebuah film dokumenter berjudul ''Royal Family'' dan menyiarkan upacara penobatan Charles sebagai Pangeran Wales melalui media televisi.<ref>Bond, hal. 66–67, 84, 87–89; Bradford, hal. 160–163; Hardman, hal. 22, 210–213; Lacey, hal. 222–226; Marr, hal. 237; Pimlott, hal. 378–392; Roberts, hal. 84–86</ref> Ratu Elizabeth dikenal sering tampil di depan publik dengan mengenakan mantel berwarna cerah dan topi yang dekoratif, yang memungkinkan ia bisa dilihat dengan mudah dalam kerumunan massa.<ref>{{cite web|first=Jess|last=Cartner-Morley|url=http://www.guardian.co.uk/g2/story/0,,2076067,00.html|title=Elizabeth II, belated follower of fashion|date=10 May 2007|accessdate=5 September 2011|work=The Guardian}}</ref>
 
Saat peringatan JubileeYubileum Perak-nya pada tahun 1977, berbagai kerumunan dan perayaan berlangsung dengan sangat antusias,<ref>Bond, hal. 97; Bradford, hal. 189; Pimlott, hal. 449–450; Roberts, hal. 87; Shawcross, hal. 114–117</ref> namun saat kritik publik terhadap keluarga kerajaan meningkat pada tahun 1980, kehidupan pribadi dan kinerja putra-putri Elizabeth berada di bawah pengawasan media.<ref>Bond, hal. 117; Roberts, hal. 91</ref> Popularitas Elizabeth jatuh ke titik terendah pada tahun 1990-an. Di bawah tekanan dari media dan publik, ia mulai membayar [[pajak penghasilan]] untuk pertama kalinya dan Istana Buckingham mulai dibuka untuk umum.<ref>Bond, hal. 134; Pimlott, hal. 556–561, 570</ref> Ketidakpuasan publik terhadap kerajaan mencapai puncaknya pasca kematian [[Putri Diana]] pada tahun 1997. Popularitas Elizabeth dan dukungan untuk kerajaan kembali meningkat setelah dia melakukan siaran langsung ke seluruh dunia lima hari setelah kematian Diana.<ref>Bond, hal. 134; Pimlott, hal. 624–625</ref>
 
Pada bulan November 1999, hasil [[referendum]] di [[Australia]] untuk menentukan masa depan monarki Australia menunjukkan bahwa Elizabeth tetap disukai dan didukung untuk menjadi kepala negara.<ref>Hardman, hal. 310; Lacey, hal. 387; Roberts, hal. 101; Shawcross, hal. 218</ref> Hasil poling di [[Britania Raya]] pada tahun 2006 dan 2007 juga menunjukkan bahwa dukungan untuk Elizabeth masih tinggi.<ref>{{cite web|url=http://www.ipsos-mori.com/researchpublications/researcharchive/poll.aspx?oItemId=378|title=Monarchy poll|date=April 2006|publisher=Ipsos MORI|accessdate=24 July 2009}}<br />{{cite web|url=http://populuslimited.com/uploads/download_pdf-160108-The-Discovery-Channel-Monarchy-Survey.pdf|format=PDF|title=Monarchy Survey|publisher=Populus Ltd|page=9|date=16 December 2007|accessdate=17 August 2010}}<br />{{cite news|url=http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk/7162649.stm|title=Poll respondents back UK monarchy|publisher=BBC|date=28 December 2007|accessdate=17 August 2010}}</ref> Hasil jajak pendapat di [[Tuvalu]] pada tahun 2008 dan di [[Saint Vincent dan Grenadines]] pada tahun 2009 juga menunjukkan hasil yang sama.<ref>{{cite web|url=http://www.bbc.co.uk/caribbean/news/story/2009/11/091126_nib.shtml|title=Vincies vote "No"|publisher=BBC|date=26 November 2009|accessdate=26 November 2009}}</ref>