Buka menu utama

H. Irsyad Syafar, Lc., M.Ed. (lahir di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, 18 November 1970; umur 48 tahun) adalah seorang mubalig, politikus, pengajar, dan akademisi pendidikan Indonesia. Ia dikenal sebagai pengasuh dan pimpinan Perguruan Islam Ar-Risalah, Padang.[2] Bersama sejumlah mubalig yang tergabung dalam Ikatan Dai Indonesia (IKADI), ia aktif menyelenggarakan kegiatan syiar dan tablig Islam di Sumatra Barat.[3] Pemilihan umum legislatif 2014 dan 2019 mengantarnya duduk di DPRD Sumatra Barat mewakili daerah pemilihan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.[4]

Irsyad Syafar
Irsyad Syafar Wakil Ketua DPRD Sumbar.jpg
Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat
2019–2024
Mulai menjabat
28 Agustus 2019
GubernurIrwan Prayitno
Anggota DPRD Sumatra Barat
2014–2019
Masa jabatan
28 Agustus 2014 – 28 Agustus 2019
Informasi pribadi
Lahir18 November 1970 (umur 48)
Bendera Indonesia Kota Bukittinggi, Sumatra Barat
PasanganMeifolinda Muslim[1]
Anak8
Orang tuaSyafar Buan (ayah)
Darnis Abdullah (ibu)
Alma materLIPIA, Jakarta
Universitas Kairo
Universitas Kuwait
Dikenal karenaPendiri Ar-Risalah

Bergiat di sejumlah organisasi selama di Mesir, ia bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak partai ini masih bernama Partai Keadilan. Di Sumatra Barat, ia diamanahkan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS sejak 2015. Sebelumnya, ia diamanahi sebagai Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS sejak 2005 sampai digantikan Muhammad Yasin pada 2013.

Irysad terlibat dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak 2005 dan mengetuai Ketua Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) periode 2011-2016

Kehidupan awal dan pendidikanSunting

Irsyad kecil dibesarkan di Nagari Koto Nan IV, Kota Payakumbuh. Melewati jenjang SD dan MTs sebagai juara kelas dan juara umum setiap tahunnya, Irsyad mendapat beasiswa di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) di Koto Baru, Padang Panjang.[a] Tamat dari MAPK, ia mendaftarkan diri masuk ke sekolah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta. Sambil kuliah, ia mengikuti sejumlah tes yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendapatkan beasiswa perkuliahan di Timur Tengah. Namun, pemberangkatannya tertunda karena konflik antara Iraq dengan Kuwait dan Perang Teluk.[5]

Tamat dari LIPIA pada 1993, ia dikirim ke di Universitas Kuwait setelah dua kali penundaan. Ia memperoleh predikat kelulusan summa cum laude ketika menyelesaikan kuliahnya pada 1997 dan menjadi "Mahasiswa Terbaik". Beasiswanya berlanjut dan ia mengambil program S-2 di Universitas Kairo sampai lulus pada tahun 2003.[5] Selama di Kuwait, ia menggerakkan sejumlah organisasi pelajar Indonesia. Ia sempat menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Kuwait.

Ar-RisalahSunting

Tamat dari Universitas Kairo, ia kembali ke Sumatra Barat, tampil sebagai salah seorang inisiator lembaga pendidikan Islam Ar-Risalah yang terwujud lewat berdirinya Yayasan Wakaf Ar-Risalah pada 23 Juni 2003. Dibuka pertama kali di Cupak, Gunung Talang, Solok, Perguruan Islam Ar-Risalah fokus dalam pengembangan pendidikan dengan pola asrama. Sejak 2009, karena keterbatasan lahan, kegiatan belajar mengajar untuk setiap jenjang pendidikan perguruan dipindahkan ke Padang. Saat ini, Ar-Risalah telah memiliki jenjang pendidikan PAUD, RA, SD, SMP, dan MA.

ReferensiSunting

Keterangan
  1. ^ MAPK Padang Panjang berada satu kompleks dengan MAN Koto Baru. MAPK hanya ada lima di Indonesia, yang programnya dimulai pada era Menteri Agama Munawir Sjadzali.

Pranala luarSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat
2019–2024
Diteruskan oleh:
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Trinda Farhan Satria, MT
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS
Sumatra Barat

2015–2020
Diteruskan oleh:
Petahana
Jabatan organisasi Islam
Didahului oleh:
Ketua Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP)
Sumatra Barat

2011—2016
Diteruskan oleh:
Ulyadi Yesmar, MA