Intervensi militer di Yaman 2015

Pertempuran oleh Kerajaan Arab Saudi melawan Pemberontak Hutsi di Yaman yang diluncurkan pada tahun 2015

Pasukan gabungan dari sejumlah negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi melancarkan serangan udara ke beberapa basis wilayah pemberontak Hutsi di Yaman.[8] Serangan pada 25 Maret 2015 ini menandakan dimulainya intervensi militer di Yaman, yang memiliki nama kode Operasi Badai Yang Menentukan (Arab: عملية عاصفة الحزم, Inggris: Operation Decisive Storm)

Intervensi militer di Yaman
Bagian dari Krisis Yaman (2011-saat ini), Perang Saudara Yaman
Air strike in Sana'a 11-5-2015.jpg
Tanggal25 Maret 2015 - saat ini
LokasiYaman
Hasil Tengah berlangsung
Pihak terlibat

Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk

 Mesir[3][4]
 Yordania[3]
 Maroko[3]
 Sudan[3]
Didukung oleh:


Mendukung:

Yaman Yaman (Pemerintahan Presiden Hadi)

Yaman Yaman (pemerintah Komite Revolusi):

Didukung oleh:

Tokoh dan pemimpin

Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk Abdullatif bin Rasyid Al Zayani
Arab Saudi Raja Salman


Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi

Yaman Mohammed Ali al-Hutsi
Abdul-Malik al-Hutsi
Ali al-Syami


Yaman Ali Abdullah Saleh
Kekuatan
Arab Saudi 100 kapal perang ada 150,000 tentara[7] tak diketahui

Latar belakangSunting

Grup Syiah militan Hutsi (kadang ditulis Houthi atau Hutsiyun) yang didukung Iran, melakukan penggulingan kekuasaan terhadap pemerintah yang berkuasa melalui langkah bertahap sepanjang 2014-2015, yang mana hal ini di anggap sebagai tindakan makar yang tidak konstitusional oleh negara-negara Arab yang tergabung dalam Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk. Pada 25 Maret 2015 Presiden Yaman yang terguling Abdur Rabbuh Mansur Hadi mengumumkan bahwa Aden menjadi ibu kota Yaman sementara menggantikan Shan'a. Pada tanggal yang sama Arab Saudi dan sembilan negara lainnya mulai membombardir Sanaa, Ibu Kota Yaman sebelumnya. Sejumlah pesawat jet tempur Saudi dan sembilan negara lainnya meluncurkan serangan udara.

Reuters mengabarkan, pesawat tempur dari Mesir, Maroko, Yordania, Sudan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar and Bahrain juga ambil bagian dalam operasi ini. Pasukan Mesir, Pakistan, Yordania dan Sudan turut berpartisipasi dalam serangan darat.[3] Presiden Hadi mengutarakan rasa terima kasihnya atas bantuan dari negara-negara teluk tersebut untuk melawan pemberontakan di negerinya.[9]

RujukanSunting

  1. ^ "Saudi Arabia Begins Air Assault in Yemen". The New York Times. 25 March 2015. Diakses tanggal 25 March 2015. 
  2. ^ Felicia Schwartz, Hakim Almasmari and Asa Fitch (26 March 2015). "Saudi Arabia Launches Military Operations in Yemen". WSJ. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-03-17. Diakses tanggal 2015-03-26. 
  3. ^ a b c d e f g h i "Egypt, Jordan, Sudan and Pakistan ready for ground offensive in Yemen: report". the globe and mail. 26 March 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-03-26. Diakses tanggal 26 March 2015. 
  4. ^ "Saudi Arabia launches airstrikes in Yemen". CNN. 26 March 2015. Diakses tanggal 25 March 2015. 
  5. ^ "U.S. supporting Saudi Arabia's military operation in Yemen - source". The Star. 26 March 2015. Diakses tanggal 25 March 2015. 
  6. ^ a b "Iranian support seen crucial for Yemen's Houthis". Reuters. 15 December 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-04-22. Diakses tanggal 26 March 2015. 
  7. ^ "Saudi Arabia launches airstrikes in Yemen". CNN. 26 March 2015. Diakses tanggal 26 March 2015. 
  8. ^ "Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Bombardir Yaman". Sindonews.com. Sindonews.com. Diakses tanggal 26 Maret 2015. 
  9. ^ "Presiden Yaman: Terima Kasih Negara-negara Teluk". Sindonews.com. Sindonews.com. Diakses tanggal 26 Maret 2015.