INKA Inobus

(Dialihkan dari Inka Inobus)

Inobus adalah merek bus buatan PT INKA. Inobus yang diproduksi terdiri atas 2 jenis yaitu bus tempel (articulated bus) dan bus tunggal (single bus).

INKA Inobus
Bus Inobus DAMRI.jpg
Informasi
ProdusenPT INKA
Masa produksi2011 - 2013
Bodi & rangka
KelasBus
Bentuk kerangkaLadder Frame
Penyalur daya
Mesin
  • Cummins ISL G (ATC 320)
  • Doosan Infracore GL11K (SGL 290)
Transmisi
  • Voith DIWA 864.3E Automatic (ATC 320)
  • Allison T350R Automatic (SGL 290)
Dimensi
Panjang18.000 mm (ATC 320)
12.000 mm (SGL 290)
Lebar2.500 mm
Tinggi3.460 mm
Berat kosong19.300 kg (ATC 320)[1]

Inobus ATC 320 SeriesSunting

Merupakan seri pertama dari keluarga bus Inobus. Unit bus tempel ini menggunakan mesin dari Cummins dengan seri ISL G, dan transmisi Voith DIWA 864.3E Automatic dan menggunakan BBG. Bus ini memenuhi stardard emisi Euro V. 21 unit diproduksi pada 2011 untuk dioperasikan oleh Perum DAMRI sebagai Transjakarta di koridor 11. Secara keseluruhan, bus ini dibuat dengan tingkat kandungan dalam negri (TKDN) sebanyak sekitar 43%.[2] Operasional dimulai pada 28 Desember 2011. Pengerjaan bodi unit keluaran pertama ini dilakukan oleh Laksana sebanyak 14 unit dengan Bodi Cityline dan 7 unit lainnya oleh Trisakti dengan bodi Phoenix GT, semua dengan spesifikasi BRT. Armada ini memiliki kapasitas 120 penumpang, serta memiliki berbagai fasilitas penunjang operasional seperti CCTV, ruang khusus kursi roda dan kursi prioritas. Selama 3 tahun pertama Perum DAMRI menggunakan produk Inobus, terdapat beberapa kendala yang terjadi. Perum DAMRI melakukan berbagai rekayasa dan modifikasi untuk mempertahankan seluruh unit pada kondisi Siap Guna Operasi (SGO).[3] Perum DAMRI bersama PT INKA melakukan evaluasi dan berbagai perbaikan yang diperlukan.[4] Pada pertengahan masa pakainya, operasional armada ini dialihkan ke koridor 5, sebab tidak optimal untuk digunakan pada koridor 11 , bus tempel tidak bisa beroperasi sampai Terminal Pulogebang. Armada ini sudah berhenti beroperasi sejak 28 Desember 2018.[5]
Pada tahun 2012, PT INKA kembali memproduksi Inobus ATC 320 sebanyak 18 unit. Keluaran kedua ini memiliki spesifikasi teknis yang hampir sama, namun memiliki kapasitas yang lebih besar, yakni 160 penumpang. Pengerjaan karoseri dilakukan Laksana dan Trisakti dengan bodi Cityline. Unit buatan Trisakti dibuat menyerupai Cityline, tidak seperti keluaran pertama dimana Trisakti menggunakan model tersendiri. Unit ini dioperasikan oleh PT Bianglala Metropolitan dari 2013 hingga 2016 di Koridor 12 Transjakarta.[6]

Inobus SGL 290 SeriesSunting

Unit ini diproduksi pada tahun 2013. Merupakan unit bus tunggal dengan spesifikasi BRT untuk Transjakarta. Secara total, 36 unit diproduksi oleh PT INKA. Unit ini dilengkapi dengan mesin Doosan Infracore G11LK (BBG) dan transmisi Allison T350R Automatic.[5] Mesin memenuhi stadard emisi Euro V. Unit ini diproyeksikan untuk dioperasikan oleh Perum PPD, namun tidak pernah sampai pada tahap operasional. Keterkaitan dengan dugaan kecurangan tender pengadaan unit Transjakarta dan BKTB pada 2013 menjadi faktor penyebab unit ini tidak jalan.[7] Seluruh proses tender pengadaan bus tersebut dihentikan, namun hingga 2019, PT INKA belum menerima pelunasan maupun kabar pembatalan yang jelas.[8] Saat ini seluruh armada terparkir di Depo A Perum PPD Ciputat.

Inobus ATC 340 SeriesSunting

Terdapat kabar bahwa INKA mengembangkan bus gandeng terbaru dengan tenaga yang lebih besar dan juga memenuhi standard emisi Euro V.[9] Bus ini menggunakan mesing yang sama dengan seri SGL 290, yakni Doosan Infracore G11LK[10] (BBG), hanya saja dengan setelan tenaga yang berbeda. Selebihnya, spesifikasi teknis menyerupai seri ATC 320. Unit ini tidak pernah terealisasi.

ReferensiSunting

  1. ^ PT INKA. "Articulated Bus". Info Bus Indonesia. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  2. ^ Anonymous (15 April 2017). "Transjakarta: INOBUS ATC 320 (Buatan PT.INKA)". Info Bus Indonesia. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  3. ^ "Pakai Bus TransJakarta Made in Madiun, Ini Kesan Damri". DetikFinance. 12 November 2014. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  4. ^ "Adopsi Teknologi Eropa, INKA Produksi Bus Gandeng Made in Madiun". DetikFinance. 12 November 2014. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  5. ^ a b Fasubkhanali (28 Desember 2018). "Inobus, Bus Buatan INKA Yang Kini Berhenti Beroperasi". Kaori Nusantara. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  6. ^ Erlangga Djumena (12 November 2014). "PT INKA Luncurkan Bus Gandeng Inobus". Kompas.com. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  7. ^ Angkasa Yudhistira (20 Februari 2014). "Dishub Jangan Mau Jadi Tumbal Proyek Transjakarta". Okezone. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  8. ^ Muhammad Hendartyo (19 Agustus 2019). "Bos PT INKA Beberkan Kronologis Bus Transjakarta yang Mangkrak". Tempo. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  9. ^ Malau Christian. "Spesifikasi Teknis Bus Tempel INOBUS TIPE ATC G340 6x2 A/T". academia.edu. PT INKA. Diakses tanggal 21 Januari 2021. 
  10. ^ Anonymous (2 Desember 2018). "Bus Transjakarta : Info Bus, Armada, Koridor Serta Sejarah Bus". MajalahBus. Diakses tanggal 21 Januari 2021. 

Pranala luarSunting