I'm a Cyborg, But That's OK (Hangul싸이보그지만 괜찮아 RRSsaibogeujiman Gwaenchanha) adalah film drama komedi romantis Korea Selatan tahun 2006 yang disutradarai oleh Park Chan-wook dan diproduseri oleh Lee Chun-yeong dan Park Chan-wook. Naskah film ini ditulis oleh Jeong Seo-kyeong dan Park Chan-wook. Film ini dibintangi oleh Rain dan Im Soo-jung.

I'm a Cyborg, But That's OK
I'm a Cyborg film poster.jpg
Poster film I'm a Cyborg, But That's OK
Hangul지만 괜찮아
Romanisasi yang DirevisiSsaibogeujiman Gwaenchanha
McCune–ReischauerSsaibogŭjiman Kwaenchana
SutradaraPark Chan-wook
ProduserLee Chun-yeong
Park Chan-wook
SkenarioJeong Seo-kyeong
Park Chan-wook
PemeranRain
Im Soo-jung
MusikJo Yeong-wook
Hong Dae-seong
Hong Yu-jin[1]
SinematografiChung-hoon Chung
PenyuntingKim Sang-bum
Kim Jae-bum
DistributorCJ Entertainment
Tanggal rilis
  • 7 Desember 2006 (2006-12-7) (Korea Selatan)
Durasi
107 menit[2]
NegaraKorea Selatan
BahasaBahasa Korea
Anggaran$3 juta
Pendapatan kotor$4.642.401[3]

Film I'm a Cyborg, But That's OK dirilis di Korea Selatan pada tanggal 7 Desember 2006. Film ini mendapatkan review positif dari para kritikus.

PlotSunting

Film ini berlatar di rumah sakit jiwa yang dipenuhi dengan berbagai macam pasien. Cha Young-goon (Im Soo-jung), seorang wanita muda yang bekerja di sebuah pabrik produksi radio dan meyakini dirinya sebagai cyborg, didaftarkan ke rumah sakit jiwa setelah memotong pergelangan tangannya dan menghubungkannya dengan kabel listrik ke stopkontak di dinding dalam upaya untuk "mengisi ulang" dirinya sendiri, sebuah tindakan yang diperkirakan sebagai upaya bunuh diri. Khayalannya ditandai dengan menolak makan (ia malah menjilati baterai dan mencoba melakukan kejutan listrik untuk dirinya sendiri), berbicara hanya dengan mesin dan peralatan listrik dan selalu mendengarkan radio tabungnya pada malam hari tentang instruksi cara menjadi cyborg yang lebih baik. Ibu Young-goon (Lee Yong-nyeo) yang apatis ditanya oleh kepala dokter rumah sakit jiwa (Choi Hee-jin) yang mencari akar dari psikosis Young-goon. Meskipun ia mengaku tidak mengetahui khayalan putrinya (belakangan diketahui bahwa ia tahu tetapi terlalu sibuk untuk mencari bantuan), ibu Young-goon mengungkapkan bahwa nenek Young-goon sebelumnya telah masuk ke rumah sakit jiwa karena delusi menjadi tikus, trauma yang mengakibatkan Young-goon sendiri melakukan penyimpangan jauh dari kenyataan. Akibatnya, ia sering berkhayal untuk menemukan neneknya dan membalas dendam pada "pria berkulit putih" yang membawanya pergi.

Park Il-soon (Rain), seorang pasien pria muda, yang dirawat di rumah sakit karena perilaku antisosial dan kleptomania (yang berasal dari skizofrenia), terpesona dengan Young-goon. Il-soon sangat "tidak simpati" dengan sesama pria, percaya bahwa ia dapat "mencuri" jiwa atau atribut orang lain, dan sering memakai topeng kelinci buatannya sendiri. Il-soon takut bahwa ia akhirnya akan "menyusut menjadi titik" dan terlihat selalu menyikat giginya ketika ia gugup atau kesal. Kebiasaannya yang diam-diam meniru sifat-sifat sesama pasien membuatnya sering menjadi sasaran cemoohan, tetapi Il-soon hanya meniru sifat-sifat itu dan mengembalikannya kepada pemiliknya setelah ia selesai.

Ketika Young-goon membujuk Il-soon untuk menyingkirkan "simpati"-nya agar Young-goon dapat membunuh semua pria, Young-goon berhalusinasi mengamuk serta membantai para dokter dan petugas rumah sakit. Ketika ia diberikan terapi kejut karena menolak makan, Young-goon percaya bahwa ia telah diisi ulang. Pada kenyataannya, kondisi fisiknya mulai memburuk dengan cepat dan para dokter mulai memberi makan secara paksa untuk membuat Young-goon tetap hidup. Il-soon, sekarang dipenuhi dengan simpati terhadap Young-goon, melakukan rencana yang rumit agar membuat Young-goon makan, meyakinkannya bahwa ia dapat memasang unit konversi makanan ke energi listrik di punggung Young-goon, menyebutnya "nasi megatron". Setelah memakan makanan pertamanya di rumah sakit dan menceritakan rahasianya kepada kepala dokter, Young-goon merenungkan makna mimpi berulang-ulang di mana neneknya menjelaskan kepadanya tujuan dari keberadaannya. Menafsirkan pesan dari bibir neneknya sebagai fakta bahwa Young-goon sebenarnya adalah "bom nuklir" yang memerlukan sambaran petir untuk meledakkan, Young-goon pergi ke arah badai yang mengerikan dengan Il-soon, bermaksud menggunakan antena radionya sebagai penangkal petir.

Di tengah badai, angin meniup tenda mereka, memaksa mereka untuk segera melindungi persediaan makanan mereka. Il-soon, mendengar keluhan Young-goon tentang botol wine terbuka dengan campuran hujan, menusuk botol itu dengan jari kelingkingnya. Tanpa sepengetahuan Young-goon, Il-soon sebenarnya menempatkan tutup botol yang hilang di atas penangkal petir darurat, melindungi Young-goon dari petir. Mirip dengan menggunakan "nasi megatron" untuk membuatnya makan, Il-soon melakukannya untuk melindunginya tanpa mematahkan semangat Young-goon. Duduk bersama saat matahari terbit, mereka berdua segera berpelukan di bawah pelangi.

PemeranSunting

Tanggapan kritikusSunting

Film I'm A Cyborg, But That's OK mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 92%, berdasarkan 12 ulasan, dengan rating rata-rata 6,9/10.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ Elley, Derek (February 9, 2007). "I'm a Cyborg, but That's OK". Variety. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 1, 2013. Diakses tanggal April 30, 2013. 
  2. ^ "I'm a Cyborg, But That's OK (15)". British Board of Film Classification. February 29, 2008. Diakses tanggal January 27, 2020. 
  3. ^ "I'm a Cyborg, But That's OK (2006)". Box Office Mojo. Diakses tanggal January 27, 2020. 
  4. ^ "I'm A Cyborg, But That's OK (2006)". Rotten Tomatoes. Diakses tanggal January 28, 2020. 

Pranala luarSunting