Hariyanto Arbi

Pemain bulu tangkis asal Indonesia

Hariyanto Arbi (lahir 21 Januari 1972) adalah politikus Indonesia dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mantan pemain bulu tangkis tunggal putra. Ia pensiun dari bulu tangkis pada tahun 1997. Ia menjabat sebagai Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

Hariyanto Arbi
Informasi pribadi
Nama lahirMichael Ludwig Hariyanto Arbi
Kebangsaan Indonesia
Lahir21 Januari 1972 (umur 50)
Kudus, Jawa Tengah
Tinggi175 m (574 ft 2 in)
Tunggal Putra
Peringkat tertinggi1 (7 Februari 1995[1])

Jebolan PB Djarum ini aktif bermain pada era 1990-an, terutama dari tahun 1990 sampai tahun 1996. Ia mendapat julukan "Smash 100 Watt" dari pertandingannya di Final Piala Thomas 1994 dengan mengalahkan Rashid Sidek, mantan pemain tunggal Malaysia. Pada pertandingan itu, saling tukar-menukar "Smash 100 Watt" berlangsung sampai ia menang.

Kehidupan awalSunting

Terlahir dari pasangan Ang Tjing Bik & Goei Giok Nio, Hari adalah adik kandung dari pebulu tangkis putra nasional lainnya Hastomo Arbi dan Eddy Hartono.

PrestasiSunting

Hariyanto Arbi pernah meraih prestasi diantaranya juara Hongkong Terbuka tahun 1994 dan 1995, juara All England tahun 1993 dan 1994, Jepang Terbuka tahun 1993, 1995, Taipei Master tahun 1993, 1994, juara dunia State Express 555 tahun 1994, ASEAN Games juara beregu tahun 1994 dan perorangan, Juara di kejuaraan Dunia tahun 1995, juara Piala Thomas tahun 1994, 1996,1998, 2000.

Buku biografiSunting

Hariyanto Arbi mengeluarkan buku biografinya yang berjudul Hariyanto Arbi Smash 100 Watt pada hari Selasa 30 Mei 2006 sore tepat pukul 17.00 Wib di Primavera Hotel Hyatt Surabaya. Buku “Smash 100 Watt” setebal 250 lembar tersebut yang terdiri dari XIV (14) bab ini melukiskan perjalanan pemain Hariyanto Arbi dengan berbagai prestasi yang pernah diraih, baik di tingkat regional, nasional, maupun inetrnasional dengan juara dunianya yang ditulis oleh Broto Happy.

ReferensiSunting

  1. ^ IBF Historical Ranking - MENS SINGLES, Ranking Date: February 7 1995

Pranala luarSunting