Buka menu utama
Lentera-lentera digantung di kuil di Seoul pada hari lahir Buddha.

Yokbul-il atau Buchonim osin-nal adalah hari libur di Korea Selatan yang memperingati kelahiran Buddha, jatuh pada hari ke-8 bulan ke-4 kalender Korea.[1][2] Pada hari ini warga yang beragama Buddha, pria atau wanita, mengenakan pakaian terbaik mereka dan beribadah ke kuil.[1] Di depan kuil digantung banyak lentera berwarna-warni yang akan dinyalakan pada malam harinya.[2]

Daftar isi

GwandeunghoeSunting

Malam hari tanggal 8 bulan ke-4 ini dinamakan deungseok atau "malam lentera".[1] Warga memasang lentera di rumah masing-masing.[1] Acara ini dinamakan juga "Gwandeunghoe" (Festival Lentera). Dua atau tiga hari sebelumnya, sebuah tiang yang diberi hiasan bulu ayam pegar dan kain berwarna-warni dipasang.[1] Pada malam itu, lentera-lentera sejumlah anggota keluarga dipasang di tiang tersebut.[1] Menurut tradisi, semakin terang lentera, semakin beruntung keluarga itu. Selain digantung di tiang-tiang, mereka juga menggantung lentera di cabang-cabang pohon atau ujung atap rumah. Gwandeunghoe berakar dari festival Palgwanhoe dari masa Goryeo, namun kini sudah semakin jarang ditemui.[1]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f g (Inggris)Choe, Sang-su (1983). Annual Customs of Korea. Seomundang Publishing Company, Seoul, Republic of Korea. 
  2. ^ a b (Inggris)Sawolchopail, life inkorea. Diakses pada 21 Mei 2011

Pranala luarSunting