Buka menu utama


H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. gelar Datuk Palimo Basa (lahir di Panyakalan, Kubung, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, 13 Agustus 1973; umur 46 tahun) adalah seorang ulama, mubalig, dan pengajar Indonesia. Ia adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat periode 2015-2020 sejak 11 Maret 2016.[1] Ia adalah lulusan MAPK Koto Baru, Padang Panjang dan Universitas Al-Azhar, Mesir. Ia sempat menjadi dosen di IAIN Imam Bonjol, Padang dan IAIN Bukittinggi, Bukittinggi.[2]

Gusrizal Gazahar
Bismillahirahmanirahim
Buya Haji
Gusrizal Gazahar
Lc., M.Ag.
Buya Gusrizal Gazahar.jpg
Nama dan Gelar
Semua Gelar
Gelar akademik (Sufiks)Lc., M.Ag.
Gelar
(Islam/Sosial)
Buya Haji
Gelar AdatDatuk Palimo Basa
Nama
NamaGusrizal Gazahar
Kelahirannya
Tanggal lahir (M)13
Bulan lahir (M)Agustus
Tahun lahir (M)1973
Tempat lahirKabupaten Solok
Negara lahir
(penguasa wilayah)
Bendera Indonesia Panyakalan, Kubung, Kabupaten Solok, Sumatra Barat
Nama ayahH. Gazahar
Nama ibuHj. Marlini
Usia (Tahun hijriyah)
Usia (Tahun masehi)
± 46 Tahun
Agama, Identitas, Kebangsaan
Agama Islam
Etnis (Suku bangsa)
Etnis
(Suku bangsa)
Minangkabau
KebangsaanIndonesia
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan Indonesia
Bantuan kotak info

Kehidupan awalSunting

Gusrizal Gazahar lahir di Kabupaten Solok, Sumatra Barat dari ayah H. Gazahar dan ibu almarhum Hj. Marlini.[3] Selepas menyelesaikan pendidikan menengah atas di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Koto Baru, Padang Panjang, ia meyambung pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir.[1]

PendidikanSunting

Gusrizal menamatkan pendidikan dasar di SD Inpres 3/76-6/78 Panyakalan, Solok pada tahun 1985. Kemudian, ia menyambung pendidikan di MTs Muhammadiyah Panyakalan, Solok dan lulus pada tahun 1988. Selanjutnya, ia menamatkan pendidikan menengah atas di MAPK Koto Baru, Padang Panjang pada tahun 1991.

Ia pun melanjutkan kuliah dengan mengambil Jurusan Tafsir Hadits (2 dua Semester) Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol hanya dua semester. Pada tahun 1992 ia lulus terbaik sebagai penerima beasiswa Majelis al-A’la li al-Syu’un al-Islamiyyah untuk melanjutkan kuliah ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Akhirnya, ia lulus program sarjana pada Fakultas Syari’ah wa al-Qanun Universitas Al-Azhar pada tahun 1997.

Di Sumbar, Gusrizal dikenal pakar di bidang usul fikih.[3] Dia mengisahkan, apa yang diraihnya sekarang merupakan hasil dari pelajaran panjang.

Mulai dari MAPK Koto Baru, Drs Muhammad Nur merupakan guru pertama yang memperkenalkan ilmu ini kepadanya. Pengembangan dan pendalaman ilmu ini kemudiannya didapatkannya dari Rektor Al-Azhar Prof. Dr. Abdul Fattah Husayniy al-Syaikh dan Dr. Ahmad Ali Thaha Rayyan.[3]

”Prof. Dr. H. Amir Syarifuddin dan Prof Dr. H. Nasrun Haroen juga sangat banyak berperan dalam memperkaya wawasan keilmuan saya di bidang ini,” ujarnya.

Selain itu, untuk ilmu fikih, di antara guru yang berpengaruh besar dalam membentuk keilmuan ini pada dirinya di Fakultas Syariah Univiversitas Al-Azhar adalah Dr. Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Prof Dr. Nasr Farid Muhammad Washil.[3]

Namun di samping itu, ilmu fikih juga didalaminya melalui halaqah Syaikh Sayyid Sabiq pengarang Fiqh al-Sunnah dan murajaah langsung kepada Ketua Lajnah Fatwa Al-Azhar yang digelari Malik al-Fatwa (Raja Fatwa) yaitu Syaikh Athiyah Shaqr.[3]

Dari sekian banyak para guru (masyayikh) yang dikunjungi dan diikutinya dalam pengembaraan mencari ilmu, tanpa mengecilkan peran guru manapun, dia mengakui yang paling berpengaruh mengembangkan mawhibah (talenta) ilmiah dia adalah Syaikh Ismail al-Adawiy dan Syaikh Athiyah Shaqr.[3]

Sedangkan Fiqh al-Sirah ini adalah di antara ilmu yang berada di luar konsentrasi formal perkuliahan namun sangat disenangi oleh beliau. Syaikh Muhammad al-Ghazali merupakan ulama Mesir yang ditemui oleh Gusrizal Gazahar dalam mendalami ilmu ini.[3]

Ia mengambil program pascasarjana di IAIN Imam Bonjol Padang dan lulus pada tahun 2003. Saat ini, ia sedang menyelsaikan program doktoral di UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru dan IAIN Imam Bonjol Padang.

KarierSunting

Saat ini, Gusrizal mengasuh pengajian “al-Nadwah li ‘Izzat al-Islam” Kota Bukittinggi. Ia juga dipilih sebagai Ketua Umum MUI Sumbar Periode 2015-2020.[1][3]

Pria yang akrab dipanggil Buya Gusrizal Gazahar ini sangat gigih dalam program babaliak basurau (kembali ke surau) yang digagasnya. Untuk mewujudkan itu, dia sudah memulainya.

Yaitu melalui Surau Gusrizal Gazahar yang beralamat di Jalan Bypass Loweh, Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi. Surau itu dibangun berkat kerjasama jamaah yang sudah bersama dengan Gusrizal Gazahar sejak 2003 lalu.[3]

“Jadi, Senin sampai Kamis saya di Padang, Jumat sampai Minggu saya di Bukittinggi. Saya ada di surau itu. Jamaah dan masyarakat bisa menemui saya di sana,” ujarnya.

Karya ilmiahSunting

Setelah mendalami berbagai pendidikan, Gusrizal pun sudah menghasilkan beberapa karya ilmiah, di antaranya:[3]

  • Konsep Modal dalam Sistem Ekonomi Islam
  • Petunjuk Praktis Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah
  • Menelisik Ilmu Ushul al-Fiqh (Pengantar Sejarah Ilmu Ushul)
  • Kumpulan nasihat Buya Gusrizal

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Alumni MAPK Padang Panjang Pimpin MUI sumatera Barat". Ikamapokus.or.id. 2016-03-11. Diakses tanggal 2017-01-29. 
  2. ^ Gazahar, Gusrizal (2015-04-15). "IAIN Imam Bonjol Nasibmu". Zurrahmah.wordpress.com. Diakses tanggal 2017-01-29. 
  3. ^ a b c d e f g h i j Sukrial, Hijrah Adi (2016-02-14). "Ajak Istri dan Anak Berdakwah, Selalu Ingin Berada di Tengah Umat". Padang Ekspres. Diakses tanggal 2017-02-29. 

Pranala luarSunting