Buka menu utama

Gentala Arasy,di penggal dari 3 suku kata GENTA(suara) TALA (Keselarasan) ARASY (Memancar ke langit) dapat disimpulkan adalah Bunyi yang selaras dan memancar ke langit, bunyi lonceng ini akan selalu berbunyi saat masuknya 5 waktu solat fardhu umat muslim dan selaras terkoneksi pada masjid agung Al-falah untuk mengumandangkan adzan. Gentala arasy juga merupaka akronim dari nama seorang gubernur yang lahir di SEKOJA yakni Genah tanah lahir abdurahman sayoeti. Menara Gentala arasy berukuran tinggi 80 M,di bangun di pinggir sungai batanghari di lengkapi dengan jembatan PEDESTRIAN (khusus pejalan kaki) yang dinamakan TITIAN ARASY dengan panjang 530 M, lebar 4,5 M,dengan dua tiang pancang setinggi 60 M, dua tiang pancang ini bermakna keseimbangan kehidupan dengan adanya laki-laki dan perempuan, sedangkan jembatan yang berbentuk huruf "S" adalah melambangkan inisyial rasa syukur kepada tuhan. [1][2]

SejarahSunting

Jembatan Gentala Arasy dibangun dengan anggaran senilai Rp 88,7 miliar dalam tiga tahun anggaran 2012-2014. Bangunan ini merupakan proyek dari masa pemerintahan Hasan Basri Agus, dan diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 28 Maret 2015.[3]

ReferensiSunting