Langit

segala sesuatu yang berada di atas permukaan Bumi

Langit adalah bagian atas dari permukaan bumi, dan digolongkan sebagai lapisan tersendiri yang disebut atmosfer. Langit terdiri dari banyak gas dan udara, dengan komposisi berbeda di tiap lapisannya. Langit sering terlihat berwarna biru ketika pagi maupun siang hari, karena udara membiaskan cahaya biru dari sinar matahari lebih banyak dibandingkan cahaya merah.[1][2][3][4] Langit dapat berubah warna dalam kondisi tertentu, misalnya merah ketika senja atau hitam saat turun hujan.

Awan berwarna merah jambu di langit pada saat matahari terbenam.

Perkiraan cuacaSunting

Bersama dengan kecenderungan tekanan, kondisi langit merupakan salah satu parameter penting yang digunakan untuk meramal cuaca di daerah pegunungan. Menebalnya awan merupakan indikasi hujan dalam waktu dekat. Pada malam hari, awan cirrostratus tipis yang tinggi dapat menyebabkan halo di sekitar Bulan, menunjukkan datangnya arus udara hangat dan hujan.[5] Kabut di pagi hari menandakan kondisi cerah dan dapat dikaitkan dengan marine layer, indikasi atmosfer yang stabil.[6] Kondisi hujan didahului oleh angin atau awan yang mencegah terbentuknya kabut. Fenomena badai petir bisa menunjukkan datangnya arus udara dingin. Langit bebas awan merupakan indikasi cuaca cerah dalam waktu dekat.[7] Perkiraan cuaca dengan melihat langit telah memunculkan berbagai cerita rakyat.[8]

ReferensiSunting

  1. ^ John Tyndall (Desember 1868). "On the Blue Colour of the Sky, the Polarization of Skylight, and on the Polarization of Light by Cloudy Matter Generally". Proceedings of the Royal Society. 17: 223–233. doi:10.1098/rspl.1868.0033. JSTOR 112380. 
  2. ^ Lord Rayleigh (Juni 1871). "On the scattering of light by small particles". Philosophical Magazine. 41, 275: 447–451. 
  3. ^ J.G. Watson (Juni 2002). "Visibility: Science and Regulation". J. Air & Waste Manage. Assoc. 52: 628–713. doi:10.1080/10473289.2002.10470813. Diakses tanggal 19 April 2007. [pranala nonaktif permanen]
  4. ^ Gibbs, Philip (Mei 1997). "Why is the sky Blue?". Usenet Physics FAQ. Diakses tanggal 11 Desember 2012. 
  5. ^ Popular Mechanics (dalam bahasa Inggris). Hearst Magazines. Maret 1983. hlm. 148. 
  6. ^ National Weather Service Office, Oxnard, California (2012). "Climate of Los Angeles". noaa.gov. Diakses tanggal 31 Desember 2020. 
  7. ^ Henkel, Marlon. 21st Century Homestead: Sustainable Agriculture II: Farming and Natural Resources (dalam bahasa Inggris). Lulu.com. hlm. 238. ISBN 978-1-312-93968-4. 
  8. ^ "Skywatch". Wilstar.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 Desember 2020.