Buka menu utama

PendidikanSunting

  • Pada tahun 1970, dia menamatkan masa SMAnya di SMA Santa Ursula, Jakarta
  • Pada tahun 1976, meraih gelar MRA dari School of Medical Record Administration, Sydney, Australia; beasiswa Colombo Plan.
  • Melanjutkan kembali pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara RI,lulus tahun 1983, meraih gelar (S-1)
  • Melanjutkan (S-2) di Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, lulus tahun 1994
  • Terakhir pada tahun 2002, berhasil meraih gelar doktor [lulus Cum Laude] dari FKM-UI (jurusan Biostatistik)

KarierSunting

NasionalSunting

Sejak 1976 sampai sekarang bekerja sebagai PNS Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pangkat dan golongan ruang Pembina Utama Muda/IV C-Lektor, eselon II A.

InternasionalSunting

Sejak 2001 sampai sekarang Honorary Member American Health Information Management (AHIMA) Chicago, Amerika Serikat. [Catatan: Sejak berdirinya organisasi ini tahun 1928 hanya sedikit orang asing yang telah menerima Honorary Membership ini. Untuk Indonesia baru dia.]. Kemudian tahun 2007 hingga 2010 menjadi Regional Director untuk International Federation on Health Records Organization (IFHRO) kawasan Asia Tenggara (11 negara). IFHRO sejak 2010 berganti nama dengan IFHIMA [Catatan: Sejak tahun 1968, IFHRO SEAR diaktifkan dengan Gemala Hatta sebagai Regional Director yang pertama]. Kini Gemala Hatta menjabat sebagai Presiden Alumni APEC Women Information Community untuk 16 negara.

Kegiatan dan PrestasiSunting

Kegiatan Gemala di dalam dan luar negeri, di antaranya, sejak tahun 1976 sampai sekarang memberi pelatihan/ seminar/ pembicara seputar manajemen rekam medis (MIK). Prestasi yang sudah diraih yaitu merintis pengembangan pendidikan manajemen rekam medis di Indonesia. Bermula dengan mendirikan sekolah D-3 Medical Record (Rekam Medis) 1989 dan kini sudah 42 program di D-3, S-1 di berbagai provinsi di Indonesia. Tahun 1978-1986 mendirikan berbagai Bagian Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di RS Kusta, Harapan Kita, Islam Cempaka Putih, dan Sarjito Yogyakarta. Sistemnya sudah menyebar ke seluruh rumah sakit di Indonesia. Sejak 1978 sampai sekarang mengadakan berbagai pelatihan di bidang manajemen informasi kesehatan (rekam medis). Mendirikan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia, dan 1989-1999 sebagai Ketua Umum. Tahun 1970-an memperbaiki organogram struktur rumah sakit di Indonesia pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehubungan dengan masuknya unit kerja rekam medis (MIK) di rumah sakit se-Indonesia. Membantu proses terbitnya jabatan fungsional Perekam Medis di Departemen Kesehatan yang disahkan oleh Kementerian Penertiban dan Aparatur Negara untuk seluruh praktisi rekam medis (manajemen informasi kesehatan) di Indonesia. Menciptakan lapangan kerja baru tenaga kesehatan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia. Menerbitkan beberapa buku pedoman untuk bidang keilmuan ini, yakni "Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan". Penghargaan Internasional

Penghargaan internasional yang diterimanya adalah Merit Award International Federation on Health Records Organization (IFHRO), Dallas, AS (1989). Co-writer untuk 2 modul sirkulasi dunia. WHO: "Development of simple record systs. For Primary Health Care"-pedoman untuk negara berkembang (joint project WHO-IFHRO code V 30/1982) (1982-1987). Membuat 3 dari 9 modul package program pelatihan rekam medis untuk negara berkembang (joint project WHO-IFHRO) (1982-1986).

ReferensiSunting

  • Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Hatta. 2015. Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya. Jakarta; PT Kompas Gramedia

Pranala luarSunting

Lihat PulaSunting