Buka menu utama

Fortunata adalah judul novel karya Ria N. Badaria yang diterbitkan pada September 2008 oleh Gramedia Pustaka Utama. Buku setebal 176 halaman dengan ISBN 978-979-22-4001-6, ini mengantarkan Ria N. Badaria memenangi Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori Penulis Muda Berbakat, pada tahun 2009. Fortunata merupakan novel bergenre surealis yang ditulis secara metropop khas gaya penulis muda.[1][2][3][4]

Fortunata
Fortunata.jpg
PengarangRia N. Badaria
BahasaBendera Indonesia Indonesia
PenerbitGramedia Pustaka Utama
Tanggal rilisSeptember 2008
Halaman176 halaman
ISBN978-979-22-4001-6

SinopsisSunting

Layla Tul Badaria, sang pemeran utama dalam buku ini menganggap dirinya selalu sial, jauh dari keberuntungan. Apalagi saat rencana kuliahnya gagal hanya karena gara-gara kakaknya yang menghamili pacarnya dan harus menikahinya. Sehingga biaya yang harusnya dipakai Layla untuk masuk kuliah, dipaksa rela diberikan kepada kakaknya untuk membiayai pernikahan.

Layla yang digambarkan dengan karakter sebagai perempuan mandiri dan apa adanya ini, menerima dan menjalani hari-harinya dengan semangat untuk tetap merealisasikan impiannya untuk bisa berkuliah. Layla berusaha mengumpulkan uang dengan bekerja di restoran siap saji.

Hari-hari Layla dijalani dengan hal-hal biasa, dengan rutinitas menjadi pelayan restoran, lalu setelah jam kerja Layla pulang ke rumah dan menonton acara favoritnya, film seri Korea, yang diperankan oleh Kim Byun Dong. Hingga sampai suatu saat, hari-hari Layla menjadi hari yang tidak biasa, kedatangan seorang sosok laki-laki tampan yang membuat dia takut dan merasa aneh.

Bagaimana tidak aneh, Arta Wijaya si laki-laki itu adalah sosok transparan. Roh yang berusaha untuk bisa masuk ke dalam tubuh aslinya yang sedang koma di rumah sakit, karena kecelakaan. Pertemuan Arta dan Layla ini merupakan pertemuan yang tidak disengaja. Berawal dengan ketidaksengajaan roh Arta yang bisa menyentuh tubuh Layla dan tidak bisa untuk beda lain, membuat Arta terus mengikuti Layla.

Pasca-kejadian itu pun Layla benar-benar menghadapi kehidupan yang lain, tetapi tetap dengan predikat kesialannya yang selalu dia banggakan. Sampai suatu hari, dia merasa benar-benar sial. Karena satu hal yang dia rasa sebagai satu keberuntungan dalam hidupnya dengan memiliki Irman Hermawan sebagai kekasihnya, harus menerima telak kabar pernikahan Irman dengan perempuan lain. Layla yang tak dapat berbuat apa-apa, hanya pasrah menerima semua keadaan yang ada. Arta yang masuk ke dalam kehidupan Layla pun setia menemaninya sebagai teman dan sahabat yang di balik itu sebenarnya Arta sangat mencintai Layla.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting