Buka menu utama

Etnis Tionghoa di Brunei meliputi sekitar 10% populasi Brunei. Pada 1986, diperkirakan lebih dari 90% belum meraih kewarganegaraan Brunei meskipun dari generasi ke generasi telah tinggal di negara tersebut.[4] Pada tahun-tahun terkini, Tionghoa di Brunei diijinkan untuk mendapatkan Kewarganegaraan Brunei[5][6] meskipun reformasi yang lebih serius diblok oleh Kementerian Dalam Negeri.[7] Tionghoa Brunei meliputi satu kelompok Tionghoa perantauan dan mewakili kelompok kecil dari Tionghoa perantauan di Asia Tenggara.

Etnis Tionghoa di Brunei
吳尊.JPG
Total populasi
46,600
10.3% dari populasi Brunei (2014)[1]
Kawasan dengan populasi yang signifikan
Bandar Seri Begawan
Bahasa
Melayu Brunei • Hokkien • Hakka • Teochew
Mandarin • Melayu
Agama
Umumnya Buddhis • Taois • Kristen[2]  • Islam[3]
Kelompok etnis terkait
Overseas Chinese
Kelenteng di Bandar Seri Begawan.

Etnis Tionghoa di Brunei terdorong untuk bermukim karena ketajaman bisnis dan komersial mereka. Kelompok dialek terbesarnya adalah Hokkien; beberapa berasal dari Kinmen dan Xiamen di Tiongkok. Orang Hakka dan orang Kanton mewakili minoritas dari populasi Tionghoa. Meskipun jumlah mereka kecil, Hokkien memiliki pengaruh besar dalam sektor bisnis dan swasta di Brunei, menyediakan lowongan komersial dan wirausaha dan seringkali menjalankan usaha patungan bersama dengan wirausahawan Tionghoa Malaysia.[8]

Tokoh terkenalSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Brunei". The World Factbook. Langley, VA: Central Intelligence Agency. 2006. Diakses tanggal 2006-09-17.  The total population of Brunei is estimated at 380,000, of whom 10.3% are of Chinese descent.
  2. ^ International Religious Freedom Report 2007 - Brunei
  3. ^ Islamic banking in Southeast Asia, By Mohamed Ariff, Institute of Southeast Asian Studies, pg. 24
  4. ^ Limlingan, Victor Simpao (1986). The Overseas Chinese in ASEAN: Business Strategies and Management Practices. hlm. 240–241. 
  5. ^ http://factsanddetails.com/southeast-asia/Brunei/sub5_10b/entry-3610.html
  6. ^ http://usa.chinadaily.com.cn/epaper/2013-12/19/content_17184934.htm
  7. ^ http://news.asiaone.com/news/asia/proposal-amend-bruneis-law-citizenship-turned-down
  8. ^ Richter, Frank-Jürgen, ed. (1999). "Overseas Chinese and Overseas Indian Business Networks". Business Networks in Asia: Promises, Doubts, and Perspectives. Greenwood. ISBN 9781567203028. Diakses tanggal 2012-05-16. 
  9. ^ http://www.bt.com.bn/2013/04/15/bruneian-who-became-asean-secretary-general