Erabu

genus ular
Erabu
Laticauda colubrina (Wakatobi).jpg
Erabu kuning, Laticauda colubrina
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Subfamili:
Laticaudinae

Cope, 1879
Genus:
Laticauda

Laurenti, 1768
Sinonim

Pseudolaticauda

Erabu adalah kelompok ular laut yang berwarna belang-belang yang mirip seperti welang. Ular ini juga disebut krait laut, dalam bahasa Inggris disebut Sea krait. Ular-ular ini hidup di perairan teritorial dekat pantai di seluruh perairan laut Indo-Australia dan bahkan agihannya mencapai Selandia Baru dan kemungkinan juga sampai ke Kepulauan Hawaii.[1] Di Indonesia, ular ini adalah ular laut yang sangat umum ditemui dan biasanya hidup di terumbu karang atau di dekat pantai. Terdapat sekitar 8 spesies.[2][3][4]

KebiasaanSunting

Ular-ular ini mungkin aktif pada malam hari. Erabu adalah satu-satunya kelompok ular laut yang bertelur. Mereka biasanya menuju pesisir pantai yang jauh dari manusia, naik ke darat, lalu mencari tempat untuk meletakkan telur-telurnya. Setelah bertelur, mereka kembali ke laut, dan membiarkan telur-telurnya menetas sendiri; sama seperti yang dilakukan oleh penyu.[5] Makanan ular-ular ini adalah ikan dan mungkin juga krustasea. Semua jenis erabu berbisa sangat kuat.[6][7]

Populasi di perairan NusantaraSunting

Di Indonesia, jenis yang paling sering ditemui adalah Erabu kuning (Laticauda colubrina) dan Erabu biru (Laticauda laticaudata). Kedua jenis ini biasanya ditemukan di antara terumbu karang. Populasi terbanyak diketahui di sepanjang pantai barat Sumatra, Selat Malaka, perairan Kepulauan Riau, Laut Jawa, Selat Madura, seluruh perairan Bali dan Nusa Tenggara, Teluk Tomini, Bunaken, dan perairan Maluku.[8][9][10]

Jenis-jenisSunting

Sumber utamaSunting

  1. ^ Activity Patterns of Yellow-Lipped Sea Kraits (Laticauda colubrina) on a Fijian Island.
  2. ^ www.reptile-database.org
  3. ^ Heatwole H, Busack S, Cogger H. (2005). Geographic variation in sea kraits of the Laticauda colubrina complex (Serpentes: Elapidae: Hydrophiinae: Laticaudini). Herpetological Monographs 19: 1-136.
  4. ^ Cogger HG, Heatwole HF. (2006). Laticauda frontalis (de Vis, 1905) and Laticauda saintgironsi n.sp. from Vanuato and New Caledonia (Serpentes: Elapidae: Laticaudinae) – a new lineage of sea kraits? Records of the Australian Museum 58: 245-256.
  5. ^ Notes du Centre d'études biologiques de Chizé (UPR1934 CNRS), CNRS DR15 - La Lettre de la Délégation n°202.
  6. ^ "arkive.org". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-08. Diakses tanggal 2015-09-20. 
  7. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-11. Diakses tanggal 2015-09-20. 
  8. ^ Ular Laut | RichOcean INDONESIA Blog
  9. ^ SIDIK et. al. 2015
  10. ^ Pulau Ular Laut di Bima

Bacaan lanjutanSunting

  • Laurenti JN. 1768. Specimen medicum, exhibens synopsin reptilium emendatam cum experimentis circa venena et antidota reptilium austriacorum. Vienna: "Joan. Thom. Nob. de Trattnern". 214 pp. + Plates I-V. (Laticauda, new genus, p. 109). (in Latin).

Informasi lainnyaSunting