Buka menu utama


Embrio (bahasa Yunani: έμβρυον) adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap paling awal dari perkembangan.

Embrio
Embryo 7 weeks after conception.jpg
Embrio manusia. Embrio ini berumur sekitar 7 minggu (atau minggu ke-9 dari kehamilan).
Pengenal
TEE1.0.2.6.4.0.8
FMA69068
Terminologi anatomi
Embrio (dan seekor berudu) Rana rugosa, sejenis katak.

Dalam organisme yang berkembang biak secara seksual, ketika satu sel sperma membuahi ovum, hasilnya adalah satu sel yang disebut zigot yang memiliki seluruh DNA dari kedua orang tuanya. Dalam tumbuhan, hewan, dan beberapa protista, zigot akan mulai membelah oleh mitosis untuk menghasilkan organisme multiseluler. Hasil dari proses ini disebut embrio.

Pada manusia, terbentuk embrio (mudigah) antara umur 3-5 minggu masa kehamilan dan sudah tampak rancangan bentuk alat-alat tubuh.[1]

Pada hewan, perkembangan zigot menjadi embrio terjadi melalui tahapan yang dikenal sebagai blastula, gastrula, dan organogenesis.

Pada tumbuhan, istilah embrio hanya dipakai untuk tumbuhan kecil yang terbentuk dalam biji yang berada dalam keadaan dormansi, menunggu kondisi lingkungan yang tepat untuk berkecambah.

Daftar isi

PerkembanganSunting


Riset dan teknologiSunting


Keguguran dan aborsiSunting

Beberapa embrio tidak bertahan hidup ke tahap perkembangan selanjutnya. Ketika ini terjadi secara alami, hal tersebut dinamakan aborsi spontan atau keguguran.[2] Ada banyak sebab terjadinya peristiwa ini. Penyebab keguguran alami yang paling umum adalah kelainan kromosom pada hewan[3] atau beban genetik pada tumbuhan.[4]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Pertumbuhan Janin dalam Kandungan, Lusa Rochmawati, 2011
  2. ^ miscarriage "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-05-12. Diakses tanggal 2016-05-15. 
  3. ^ Conrad Stöppler, Melissa. Shiel Jr., William C., ed. "Miscarriage (Spontaneous Abortion)". MedicineNet.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2004-08-29. Diakses tanggal 2009-04-07. 
  4. ^ Kärkkäinen, Katri; Savolainen, Outi; Koski, Veikko (1999). "Why do plants abort so many developing seeds: bad offspring or bad maternal genotypes?". Evolutionary Ecology. 13 (3): 305–317. doi:10.1023/A:1006746900736. 

Pranala luarSunting