Alfabet Elifba (bahasa Albania: Elifbaja, dari bahasa Turki Utsmaniyah: الفبا) adalah sistem penulisan utama bahasa Albania selama masa pemerintahan Kekaisaran Utsmaniyah dari abad ke-14 hingga 1911. Varian Albania dari aksara Utsmani-Persia ini digunakan untuk menulis bahasa Albania. Versi terakhir dari Elifbaja dibuat oleh tokoh Kebangkitan Nasional Albania dan cendekiawan Muslim Rexhep Voka (1847-1917).

Versi Elifbaja shqip karya Rexhep Voka tahun 1911

Alfabet Turki Utsmani banyak digunakan oleh Muslim Albania, dan juga oleh segelintir umat Kristiani setelah digunakan secara khusus dalam puisi Bejte, sebuah aliran puisi dalam bahasa Albania dengan aksara Arab yang diterbitkan pada tahun 1861 di Konstantinopel oleh Mullah Daut Boriçi, seorang anggota terkemuka gerakan nasionalis Liga Prizren.[1]

Selama 1909 dan 1910 muncul gerakan pendukung Turki Muda yang ingin mengadopsi abjad Arab, karena mereka menganggap aksara Latin tidak Islami. Di Elbasan, ulama memimpin demonstrasi dengan aksara Arab, mengatakan kepada jemaah mereka bahwa menggunakan aksara Latin akan membuat mereka menjadi kafir. Baru pada tahun 1911, pendukung Turki Muda menghentikan penentangan mereka terhadap aksara Latin. Untuk menghilangkan ambiguitas dalam pengucapan aksara Arab, Rexhep Voka mengembangkan alfabet Arab yang terdiri dari 44 konsonan dan vokal, yang diterbitkan pada tahun 1911. Namun, sistem penulisan ini hampir tidak digunakan lagi setelah Kongres Monastir. Tiranli Fazli kemudian menggunakan aksara ini untuk menulis buku tata bahasa setebal 32 halaman. Hanya ada satu surat kabar Albania pada saat itu yang muncul dalam aksara Arab, dan itu tidak berlangsung berlangsung lama.[2]

ReferensiSunting

  1. ^ H. T. Norris (1993), Islam in the Balkans: Religion and Society Between Europe and the Arab World, University of South Carolina Press, hlm. 76, ISBN 9780872499775 
  2. ^ Robert Elsie: The Currents of Moslem and Bektash Writing in Albania (1850–1950). In: Albanian Catholic Bulletin. Band 15, 1994, S. 172–177, hier S. 176.