Prof. Dr. H. Eka Putra Wirman, Lc., M.A. (lahir di Padang, Sumatra Barat, 29 Oktober 1969; umur 51 tahun) adalah seorang akademisi Indonesia dan guru besar bidang ilmu kalam di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Padang. Saat ini, ia menjabat sebagai Rektor UIN Imam Bonjol periode 2017–2021.[1]

Prof. Dr. H.
Eka Putra Wirman
Lc., M.A.
Eka Putra Wirman Rektor.jpg
Rektor UIN Imam Bonjol ke-1
Mulai menjabat
28 Juli 2017
PresidenJoko Widodo
PendahuluDiri sendiri
Rektor IAIN Imam Bonjol ke-17
Mulai menjabat
9 Juli 2015
PresidenJoko Widodo
PendahuluMakmur Syarif
Asasriwarni (Pgs.)
PenggantiDiri sendiri
Informasi pribadi
Lahir29 Oktober 1969 (umur 51)
Bendera Indonesia Padang, Sumatra Barat
Kebangsaan Indonesia
Pasangandr. Hj. Erwi Saswita, Sp.THT-KL
AnakEzza Addini,
Mohammed Gael Rabbani,
Mohammed Fata Montazeri
Orang tuaNawir Bakar dan Hj. Maidar Thaher
Alma materUniversitas Al-Azhar
Universitas Al-Qarawiyyin
PekerjaanDosen

Eka memulai karier akademiknya sejak 1999 sebagai dosen tetap pada Program Studi Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama IAIN Imam Bonjol. Pada 2015, ia dilantik sebagai Rektor IAIN Imam Bonjol menggantikan Makmur Syarif. Dalam dua tahun masa kepemimpinannya, IAIN Imam Bonjol resmi beralih status menjadi UIN Imam Bonjol dengan terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2017 tanggal 3 April 2017.[2] Seiring dengan peralihan status tersebut, Eka dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai rektor pertama UIN Imam Bonjol periode 2017–2021.[3]

Eka diangkat sebagai Profesor/Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kalam pada Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang terhitung 1 Maret 2020. Ia diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36628/MPK/KP/2020 tanggal 2 Maret 2020.[4]

Kehidupan awalSunting

Eka Putra Wirman lahir dari pasangan Nawir Bakar dan Hj. Maidar Thaher. Ia mengenyam pendidikan dasar di SD Muhammadiyah No. 17 Simpang Pagang, Nanggalo, Padang.[5] Tamat SD pada 1981, Eka melanjutkan belajar ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur sampai 1988.[5] Selama menjadi santri di Pondok Modern Gontor, ia aktif berorganisasi, salah satunya memprakarsai berdirinya Persatuan Silat Tapak Suci Arrisalah (Persitar). Setelah menamatkan pendidikan pada jenjang menengah di Gontor, Eka diterima sebagai guru di Pondok Modern Arrisalah Ponorogo sambil melanjutkan studi di Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor yang hari ini telah beralih status menjadi Universitas Darussalam (Unida) Gontor.

Usai merampungkan pendidikan di IPD Gontor, Eka memutuskan untuk menempuh studi pendidikan tinggi di luar negeri. Ia diterima sebagai mahasiswa jalur beasiswa pada Jurusan Pemikiran dan Dakwah Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Berbekal rekomendasi dari Kemenag (Depag waktu itu), ia mendapat kesempatan untuk berdomisili di International Islamic Student Hostel Abbasea. Pendidikan S-1-nya ia selesaikan pada tahun 1993.[5]

AktivismeSunting

Semasa studi S-1, ia dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Departemen Olahraga pada Himpunan Pelajar Mahasiswa dan Pelajar Indonesia (HPMI) di Kairo. Melalui kepemimpinan di bidang tersebut, Eka mengomandoi penyelenggaraan ASEAN GAMES antarmahasiswa ASEAN tahun 1991 di Kairo. Ia kemudian dipercaya sebagai Ketua Bidang Olahraga dan Seni (tahun 1992) dan Ketua Bidang Sosial (tahun 1993) pada organisasi yang sama. Selain aktif dalam kegiatan olahraga, ia berkecimpung di dunia jurnalistik. Ia tercatat sebagai pendiri dan redaktur beberapa buletin dan majalah di Kairo, di antaranya: pemimpin redaksi Buletin Forum, Mitra, dan Renovasi; redaktur Buletin Terobosan dan Zuhra milik Organisasi Khusus Wanita Wihdah Kairo.

Pada 1995, Eka mendapat beasiswa kuliah dari Kementerian Wakaf Maroko untuk jenjang gelar magister pada Jurusan Akidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Qarawiyyin, Tetouan, Maroko. Kuliah S-2-nya ini ia selesaikan pada 1998.[5] Setelah itu, Eka melanjutkan studi ke jenjang S-3 di jurusan melalui beasiswa dari Islamic Educational Scientific and Cultural Organization (ISESCO) OKI dan The Moroccan Agency of International Cooperation (AMCI) Kementerian Luar Negeri Maroko. Saat bersamaan pada 1998, ia dipercaya sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko. Selain itu, ia menggagas berdirinya Buletin Zoom dan Mediterane serta memimpin mahasiswa Indonesia memenangkan Piala ASEAN CUP tahun 1998.

Pendidikan doktoral Eka secara efektif baru dimulai pada 2000. Di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Driss Khalifa, Prof. Dr. Raisuni, dan Prof. Dr. Abdullah Mrabet, ia mengangkat disertasi nerjudul Al-‘Allāmah Hamka wa Atsaruhu fī Falsafah Al-Akhlāq bi Indonesia yang memperoleh nilai mumtāz (sangat memuaskan). Eka resmi menyandang gelar doktor di bidang pemikiran islam pada 2003.[1][5]

UIN Imam Bonjol PadangSunting

 
Eka sebagai Rektor IAIN Imam Bonjol, 2016

Sejak 1999, ia diangkat sebagai dosen tetap pada Jurusan Akidah Filsafat Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol. Seiring waktu, ia dipercaya untuk mengemban amanah di beberapa formasi jabatan, baik di dalam maupun luar kampus. Di dalam kampus, ia dipercaya sebagai Ketua Konsentrasi Pemikiran Islam Pascasarjana IAIN Imam Bonjol pada 2004. Ia mengemban amanah sebagai Koordinator Sekretariat Pendirian Pesantren Tinggi IAIN Imam Bonjol Padang pada 2007. Pada 2008, ia diberi amanah sebagai Ketua Program Khusus International Class Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol dan Ketua Unit Penjaminan Mutu IAIN Imam Bonjol. Tidak lama mengemban jabatan terakhir, ia diangkat oleh Rektor IAIN Imam Bonjol Sirajuddin Zar sebagai Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin periode 2008–2012.[5]

Setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, Eka diangkat oleh Rektor IAIN Imam Bonjol Makmur Syarif sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Imam Bonjol pada 2013.[6] Pada masa kepemimpinannya di LPM, IAIN Imam Bonjol Padang berhasil meraih akreditasi B pada 2014. Beberapa Jurusan berhasil meraih akreditasi A. Mutu Jurusan-Jurusan yang lain berhasil ditingkatkan dengan maksimal sehingga mampu memperoleh nilai akreditasi lebih baik dari sebelumnya.

Sambil bertugas sebagai dosen tetap di UIN Imam Bonjol Padang, Eka tercatat sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi lain seperti Program Pascasarjana IAIN Bukittinggi, STAIPIQ Sumatra Barat, STIKES Amanah Padang, AKBID Lenggogeni Padang, dan Graha Wisata School Padang. Selain itu, Eka dipercaya sebagai pembina 22 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Sumatra Barat sejalan dengan tugasnya sebagai Koordinator Kopertais wilayah VI Sumatra Barat.[5]

Selain itu, Eka aktif dalam mengemban amanah di beberapa formasi jabatan, baik di dalam maupun luar kampus. Pada 2012, ia dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (STAIPIQ) Sumatra Barat periode 2012–2016. Hingga sekarang, ia dipercaya sebagai Ketua Alumni Timur Tengah Sumatra Barat dan Ketua Alumni Pondok Modern Gontor Sumatra Barat. Selain itu, ia aktif sebagai pengurus di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Wilayah Sumatra Barat, Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Sumatra Barat, Pengawas Badan Amil Zakat Nasional Kota Padang, Wakil Ketua Yayasan Dr. Abdullah Ahmad Padang, Hakim Musabaqah Tilawah Al-Qur’an Tingkat Provinsi Sumatra Barat, Hakim Musabaqah Qira’ah Al-Kutub Tingkat Provinsi Sumatra Barat, dan Pengasuh Rubrik Konsultasi Agama Koran Padang Ekspres.[5]

Pada 9 Juli 2015, Eka dilantik oleh Menteri Agama sebagai Rektor ke-17 IAIN Imam Bonjol Padang periode 2015–2019. Ia terpilih setelah mengungguli tiga kandidat lain dengan perolehan 23 suara dari 35 suara yang diperebutkan.[7][8] Salah satu misi besar yang diusung Eka adalah penuntasan alih status IAIN menjadi UIN, yang upayanya telah dimulai sejak kepemimpinan Sirajudin Zar. Pada 3 April 2017, melalui terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2017 tanggal 3 April 2017, IAIN Imam Bonjol Padang secara resmi beralih status menjadi UIN Imam Bonjol Padang.[9][10] Seiring dengan peralihan status tersebut, pada 28 Juli 2017, Eka dilantik sebagai Rektor pertama UIN Imam Bonjol Padang periode 2017–2021.[11]

Eka telah menulis berbagai buku, mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal bereputasi nasional dan internasional, serta menjadi pembicara dalam berbagai forum ilmiah nasional dan internasional. Di antara buku yang telah ia tulis tersebut adalah Malaikat Langit dan Bumi terj. (2000), Muslim di Antara Halal dan Riba terj. (2002), Adat Minangkabau di Era Global (2005) Islam Menghadapi Globalisasi (2006), Filsafat Akhlak (2008), Kekuatan Ahlussunnah Waljama’ah (2009), Hamka wa Falsafat Al-Akhlak (2011), Filsafat Ketuhanan (2011), Restorasi Teologi: Meluruskan Pemikiran Harun Nasution (2013), Menggagas Mazhab Keilmuan Minangkabau (2013), Islam dalam Pandangan Marxisme terj. (2018), dan Paradigma dan Gerakan Keilmuan Universitas Islam Negeri (2019). Ia mempublikasikan artikel di jurnal bereputasi nasional dan internasional seperti Studia Islamika, Journal of Indonesian Islam, Journal Ponte, Kafa’ah:Journal of Gender Studies, Madania: Jurnal Kajian Keislaman, dan sebagainya. Eka melakukan lawatan akademik sebagai peserta dan narasumber konferensi internasional dan peneliti ke beberapa negara; Mesir, Maroko, Saudi Arabia,Yordania, Belanda, Belgia, Spanyol, Thailand, Malaysia, Thailand, dan Kamboja.[5]

KaryaSunting

  1. Malaikat Langit dan Bumi. terj. (2000);
  2. Muslim di Antara Halal dan Riba. Terj. (2002);
  3. Adat Minangkabau di Era Global (2005);
  4. Islam Menghadapi Globalisasi (2006);
  5. Filsafat Akhlak (2008);
  6. Kekuatan Ahlussunnal Waljama’ah (2009);
  7. Hamka wa Falsafah Al-Akhlāq (2011);
  8. Filsafat Ketuahanan (2011);
  9. Restorasi Teologi: Meluruskan Pemikiran Harun Nasution (2013);
  10. Mennggagas Mazhab Keilmuan Minangkabau (2013);
  11. Islam dalam Pandangan Marxisme. terj (2018);
  12. Paradigma dan Gerakan Keilmuan Universitas Islam Negeri (2019).  

ReferensiSunting

  1. ^ a b Profil Pejabat Kementerian Agama RI. Dr. H. Eka Putra Wirman, Lc, M.A.
  2. ^ Putra, Yuda Manggala. IAIN Imam Bonjol Padang Resmi Beralih Status Menjadi UIN Republika. Diakses tanggal 20 Januari 2020.
  3. ^ Rahmat, Syahrul. Menag Lantik Rektor Pertama UIN IB Padang Antara Sumbar. Diakses tanggal 20 Januari 2020.
  4. ^ https://fu.uinib.ac.id/segenap-civitas-akademika-fusa-mengucapkan-selamat-kepada-rektor-uin-imam-bonjol-padang-yang-telah-diangkat-menjadi-guru-besar-profesor/
  5. ^ a b c d e f g h i Tim Redaksi Suara Kampus. Rektor UIN Imam Bonjol Padang Diakses tanggal 28 Januari 2020.
  6. ^ Tim Penyusun. 2015. Profil IAIN Imam Bonjol Padang Tahun 2015. Padang: IAIN IB Press.
  7. ^ Amar, Raichul. 2016. IAIN Imam Bonjol Padang 1966-2016: Tonggak Sejarah Perguruan Tinggi Islam di Sumatra Barat. Padang: Imam Bonjol Press.
  8. ^ Rahmad, Mardikola Tri. Menag Lantik Rektor IAIN Imam Bonjol Hari Ini Antara Sumbar. Diakses tanggal 20 Januari 2020.
  9. ^ Kayo, Al Mangindo. Eka Wirman Terima Perpres Perubahan Status IAIN Imam Bonjol Padang Diakses tanggal 28 Januari 2020.
  10. ^ Putra, Maifil Eka. IAIN Imam Bonjol Jadi UIN Imam Bonjol Padang Diakses tanggal 28 Januari 2020.
  11. ^ Tim Penyusun. 2017. Profil Universitas Islam Negeri  Imam Bonjol Padang. Padang: Imam Bonjol Press.
Jabatan akademik
Didahului oleh:
Makmur Syarif
Asasriwarni (Pgs.)
Rektor UIN Imam Bonjol
2015–sekarang
Petahana