Efek giromagnetik

Efek giromagnetik atau efek Einstein-de Haas adalah teori yang menyatakan bahwa momentum orbital elektron dapat terjadi pada arus listrik melingkar. Momentum orbital elektron terjadi akibat adanya elektron yang bergerak membentuk lintasan lingkaran. Momentum orbital elektron yang dihasilkan memiliki arah yang berlawanan dengan momen magnet. Pada awalnya, arus melingkar dan momen magnet berputar dalam arah yang tidak menentu. Setelah diberikan magnetisasi, arahnya menjadi tetap ke satu arah tertentu. Perubahan arah momen magnet dan arus melingkar membuat momentum orbital elektron juga turut berubah. Perubahan momentum pada masing-masing elektron turut menyebabkan perubahan makroskopik momentum orbital batang magnet secara keseluruhan. Hal tersebut berdasarkan kepada hukum kekekalan momentum orbital. Perubahan ini kemudian menyebabkan terjadinya rotasi. Pembuktian efek giromagnetik dilakukan melalui batang magnet yang digantung pada sebuah kawat halus. Posisi batang magnet tegak lurus di dekat sebuah kumparan. Sebuah kondensator dihubungkan dengan kumparan sehingga arus listrik yang timbul dapat diamati. Momen magnet besi tidak kembali menjadi nol setelah proses pelepasan muatan listrik selesai. Arah magnetisasi tidak berubah karena adanya remanensi.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ Gertshen, C., Kneser, H.O., dan Vogel, H. (1996). Fisika: Listrik, Magnet, dan Optik (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm. 167. ISBN 979-459-693-0.