Sistem pengurang hambatan

(Dialihkan dari Drag reduction system)
DRS sedang difungsikan.

Sitem pengurang hambatan atau drag reduction system (DRS) merupakan alat yang diperkenalkan Formula Satu pada musim 2011 dengan tujuan untuk mengurangi aerodinamika hambatan dengan harapan bisa menambah aksi menyalip. DRS bisa diaktifkan dengan beberapa kondisi, seperti jarak mobil pengejar dan mobil di depannya harus kurang dari satu detik saat melewati titik deteksi.

DRS akan membuka bilah sayap yang sudah diatur pada sayap belakang sehingga memberikan kecepatan mobil yang sedang mengejar lebih banyak dan kesempatan lebih besar untuk menyalip mobil di depan.

Fungsi utama DRSSunting

Elemen horisontal dari sayap belakang terdiri dari sayap belakang utama dan bilah sayap. DRS memungkinkan bilah sayap untuk membuka maksimal 50mm dari sayap utama. Hasilnya aliran udara melalui sayap belakang akan sedikit terganggu dan sebagai hasilnya kurang menghasilkan gaya turun. Gaya turun hanya berguna untuk mobil Formula 1 yang saat itu sedang mengubah arah. Di trek lurus gaya turun yang rendah akan menghasilkan kecepatan yang tinggi. Sam Michael, mantan direktur teknis dari tim Williams, percaya bahwa DRS di babak kualifikasi akan memiliki keuntungan waktu sampai 0,5 detik setiap lap.

Penyesuaian sudut sayap belakang akan membuat mobil memiliki kecepatan ekstra sekitar 10–15 km/j lebih cepat dalam trek lurus. Efektivitas DRS akan bervariasi dari jalur untuk melacak dan pada tingkat lebih rendah dari mobil ke mobil. Efektivitas sistem akan dikaji sepanjang 2011 untuk melihat apakah menyalip dapat dibuat lebih mudah atau tidak, tentu keterampilan dan keberanian pembalap dalam mendekati dan menyalip juga diperhitungkan. Efektivitas DRS tampaknya akan ditentukan oleh tingkat gaya turun di sirkuit tertentu (tempat mobil-mobil berada dalam memangkas low drag di sirkuit seperti Monza, efek mungkin lebih kecil), dengan panjang dari zona aktivasi dan oleh karakteristik dari trek segera setelah zona DRS.

TanggapanSunting

Ada beberapa reaksi positif terhadap pengenalan DRS di Formula Satu, baik di antara pembalap ataupun penonton. Beberapa fans dan pembalap percaya bahwa DRS adalah solusi untuk kurangnya menyalip di F1 dalam beberapa tahun terakhir sementara lainnya percaya bahwa DRS telah membuat menyalip terlalu mudah. Salah satu argumen utama untuk melawan penggunaan DRS adalah bahwa pengemudi di depan tidak memiliki kesempatan yang sama untuk mempertahankan posisinya karena mereka tidak diperbolehkan untuk mengaktifkan DRS untuk mempertahankan posisi dari lawan di belakang yang mengaktifkan DRS. Ini kemudian menjadi perdebatan sengit sepanjang musim 2011.

Beberapa pembalap ada juga yang mengkritisi DRS. Jacques Villeneuve menyebut teknologi DRS sebagai teknologi yang sia-sia, Eddie Irvine menyebutnya sebagai teknologi bodoh, dan Kimi Raikkonen menyebut DRS sebagai penghilang keasyikan saat balapan.

Peraturan penggunaanSunting

Penggunaan DRS dibatasi oleh beberapa aturan F1. DRS diizinkan untuk digunakan hanya bila:

  • Mobil yang di belakang maksimum berjarak satu detik di belakang mobil didepan (FIA berhak untuk mengubah parameter ini, dari balapan ke balapan).
  • Mobil yang di belakang berada dalam zona menyalip seperti yang didefinisikan oleh FIA sebelum perlombaan.

Selanjutnya:

  • Sistem DRS tidak dapat diaktifkan pada dua lap pertama.
  • Sistem tidak dapat digunakan sampai dua putaran telah berlalu setelah restart atau saat recovery usai kecelakaan atau safety car
  • Sistem ini tidak dapat diaktifkan jika kondisi balap dianggap berbahaya oleh direktur lomba, seperti hujan seperti yang terjadi di Grand Prix Kanada 2011.

Para pembalap dapat menggunakan sistem tanpa batas selama latihan dan kualifikasi. Sebuah lampu dashboard akan memberitahukan pengemudi ketika sistem diaktifkan. Sistem ini dinonaktifkan ketika pengemudi melepas tombol tersebut atau menginjak rem

Ada garis di trek untuk menunjukkan di area mana kedekatan mobil didepan dan di belakang dan garis pada jalur di mana pembalap yang diperbolehkan memakai DRS mempersiapkan untuk menggunakan senjatanya tersebut.