Buka menu utama

Debat parlementer (parliamentary debating) di Indonesia umum ditemukan pada tingkat universitas dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam perkembangannya, debat parlementer didominasi oleh lomba berbahasa Inggris, namun juga telah diadakan lomba yang berbahasa Indonesia.

SistemSunting

Pada umumnya, kejuaraan debat di Indonesia berdasarkan kepada sistem Asian Parliamentary, Australasian Parliamentary dan British Parliamentary.

SejarahSunting

Kejuaraan debat parlementar pertama di tingkat universitas adalah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) yang diselenggarakan tahun 1997 di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, dan diikuti oleh tim-tim dari berbagai wilayah di Pulau Jawa. Kejuaraan debat se-Indonesia yang pertama adalah Indonesian Varsity English Debate (IVED) 1998 di Universitas Indonesia.

Debat universitas berbahasa InggrisSunting

Beberapa komunitas debat tingkat universitas yang aktif di Indonesia antara lain:

National University Debating ChampionshipSunting

Turnamen classics: IVED, JOVED, dan ALSA UISunting

Bali Australasian Intervarsity Debating ChampionshipsSunting

Bali Australasian Intervarsity Debating Championships adalah kompetisi debat internasional antar-mahasiswa perguruan tinggi di Asia dan Australia yang telah digelar sejak tahun 2013. Ajang debat yang bertujuan untuk membangun kultur mengemukakan pendapat dengan baik di kalangan mahasiswa Asia dan Australia ini mengadopsi sistem debat Australasian. Pada tahun 2019 oleh 370 peserta yang berasal dari 30 perguruan tinggi dari 13 Negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, New Zealand, Korea Selatan, HongKong, Australia, Taiwan, India, Jepang. University of Melbourne dari Australia keluar sebagai pemenang pada tahun 2019. Untuk juara kedua dan Ketiga diraih International Islamic University Malaysia dan Bina Nusantara University dari Indonesia.

United Asian Debating ChampionshipSunting

Sejak tahun 2010, All-Asian Intervarsity Debating Championship digabung dengan Asian Universities Debating Championship menjadi United Asian Debating Championship (UADC). UADC pertama diadakan di Assumption University, Thailand. Tim Indonesia yang berpartisipasi dalam UADC pertama adalah Binus University, Binus Internasional, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Katolik Parahyangan. Di antara tim-tim tersebut, prestasi tertinggi diraih oleh ITB (Luthfi Abdurrahman, Elfa Nugraha, Karina Patria Soedjatmiko) yang mengalahkan UGM (Urfi Syifa Urohmah, Rizky Wirastomo, Yunizar Adiputera) di babak final kategori English-as-Foreign-Language. Kategori tersebut diperuntukkan bagi tim-tim yang tidak lolos ke 16 besar tetapi berasal dari lingkungan yang tidak berbahasa Inggris. Pada kategori tersebut, Binus Internasional (Ravina, Astrio Feligent, Steven) meraih peringkat semi finalist. Selama tiga tahun berturut turut, peringkat pertama kategori English-as-Foreign-Language UADC dimenangkan oleh UGM. Pada UADC tahun 2014 yang diselenggarakan di Nanyang Technological University, Singapura, tim UGM 2 (Romario Hasintongan, Nabila Aghniarizqa, Erwina Salsabila) berhasil mengalahkan UNIKA Atma Jaya Jakarta di babak final. Sedangkan pada UADC tahun 2015 yang diselenggarakan di Bali, Indonesia, tim UGM 1 (Noel Hasintongan, Aryanda Putra Tony, dan Aldila Irsyad) berhasil mengalahakan Institut Pertanian Bogor di babak final. Pada UADC tahun 2016 di Assumption University, Thailand, tim UGM (Rizqi Isnurhadi, Arinta Pratiwi, dan Dhanny Lazuardi) mengalahkan tim Binus (Stella Emada, Yufendy, dan Willem Chua) di babak final. Terakhir, pada UADC tahun 2017 di Cambodia, tim ITB (Vincentius Michael, Ahmad Kushay, dan I Made Arisanto) mengalahkan tim asal Tiongkok, SUFE. Dalam penghargaan gelar pembicara English-as-Foreign-Language UADC pun Indonesia terus menunjukkan peningkatan prestasi. Prestasi tertinggi disumbangkan oleh pembicara dari UGM, M Haikal Satria yang meraih gelar Best EFL Speaker.

World Universities Debating ChampionshipSunting

Keikutsertaan dalam WUDC tidak mewakili negara tetapi mewakili universitas. Pada WUDC 2006 di Dublin, Irlandia, satu tim dari Universitas Indonesia yang beranggotakan Santi Nuri Dharmawan dan Mahardhika Sadjad lolos ke babak eliminasi ESL (English as Second Language).

Pada WUDC 2008 di Assumption University, Thailand, tiga tim dari Universitas Indonesia dan satu tim Institut Teknologi Bandung berhasil lolos ke babak eliminasi ESL. Tim pertama UI beranggotakan Miranda Anwar dan Siti Astrid Kusumawardhani, tim keduanya Kartika Anindya dan Mahardhika S. Sadjad, dan tim ketiganya Dewi Wijayanti dan Tirza Reinata, sedangkan tim ITB diwakili oleh Luthfi Abdurrahman dan Masyhur Aziz Hilmy. Namun, perlu diketahui bahwa pada WUDC ini jumlah tim ESL yang lolos adalah sebanyak 32 tim, dua kali lipat jumlah biasanya, karena terjadi kesalahan pengumuman kelolosan tim-tim ESL yang memaksa panitia untuk meloloskan lebih banyak tim sebagai bentuk kompensasi atas kekecewaan tim-tim yang diumumkan lolos dan ternyata tidak lolos. Meskipun pada tahun ini banyak tim Indonesia yang lolos, termasuk tim pertama UI yang lolos di peringkat teratas, seluruh tim tersebut gugur di babak perdelapan final.

Pada WUDC 2009 di University College Cork, Irlandia, hanya satu tim Indonesia yang berpartisipasi yaitu dari Universitas Indonesia (Tirza Reinata, Dewi Wijayanti). Kebalikan dari WUDC 2008, pada WUDC 2009 jumlah tim ESL yang lolos ke babak berikutnya hanya 8 karena jumlah tim ESL keseluruhan juga sangat sedikit. Hal ini berdampak pada tim UI tidak lolos ke babak eliminasi ESL meskipun performanya di babak penyisihan yang cukup baik.

Mulai tahun 2009, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Indonesia mengadakan lomba debat tingkat nasional dimana para finalis akan disponsori penuh ke WUDC. Lomba debat tersebut dinamakan National Universities English Debate Championship (NUEDC). NUEDC pertama diadakan di STESIA Surabaya yang diikuti oleh 92 tim dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Pada kompetisi tersebut, Institut Teknologi Bandung (Muhammad Pandu, Luthfi Abdurrahman) meraih gelar juara mengalahkan Universitas Indonesia (Freida Siregar, Astari Damia), Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta (Denny Firmanto Halim, Joan Wicitra) dan Universitas Negeri Malang (Prima Wikaningtyas, Apprilia) di final. Keempat tim tersebut disponsori penuh oleh DIKTI untuk berpartisipasi dalam WUDC 2010 di Koc University, Turki. Tahun ini, tidak satupun tim Indonesia lolos ke babak eliminasi utama maupun ESL; meskipun tim ITB mendapatkan peringkat 17 ESL, terpaut satu posisi dari peringkat yang dibutuhkan untuk lolos. Dalam kompetisi ini Bryan Gunawan (Binus) berhasil memperoleh 6th Best Speaker EFL.

Pada penyelenggaraan NUEDC 2010 yang diikuti oleh 76 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia, Universitas Diponegoro (Satrio Adi Pratama, Buna Rizal) meraih gelar juara mengalahkan Universitas Indonesia (Natalia Rialucky, Ahmad Naufal Da'i), Universitas Gadjah Mada (Yunizar Adi Putra, Eldhianto Maulana Jusuf), ketiga tim ini menjadi utusan DIKTI pada World Universities Debating Championship 2010 di Botswana. Selain itu, pada tahun ini terdapat divisi baru dalam NUEDC, yakni divisi EFL, yang diperuntukkan bagi tim yang belum pernah mencapai babak Octo-Final di Turnamen debat Bahasa Inggris tingkat nasional di Indonesia seperti IVED, JOVED, ALSA UI E-comp, FT dan BIND serta belum pernah tinggal di luar negeri lebih dari tiga bulan. Pemenang dari EFL NUEDC 2010 adalah Universitas Bengkulu. Pada WUDC 2010-2011, prestasi Indonesia antara lain adalah Perempat Finalis ESL, yang berhasil ditembus oleh Universitas Indonesia A(Dyah Ayunico Ramadhani dan Riza Aryani) dan Pembicara Terbaik ke-3 Kategori EFL, yang diraih oleh Riza Aryani (UI). Dua tim Indonesia juga lolos ke babak semifinal EFL, yaitu UI B (Dimas Hokka Pratama dan Rainintah Siahaan) dan DIKTI(Ahmad Naufal Da'i dan Natalia Rialucky Tampubolon).

Pada penyelenggaraan NUEDC 2011, melibatkan 96 tim yang berasal dari 12 Region Kopertis, dan merupakan NUEDC terbesar sejak di selenggarakan pertama kali pada tahun 2007. Universitas Bina Nusantara (Christian Leonardo, Astrio Feligent) meraih gelar juara mengalahkan Institut Teknologi Bandung (Dito Krista, Rifan Ibnu Rahman), Universitas Indonesia (Adlini Ilma Ghaisany Sjah, Roderick Sibarani), ketiga tim ini akan menjadi utusan DIKTI pada World Universities Debating Championship 2011 di Filipina, adapun Universitas Bakrie (Ammar Syah Anwar, Aryo) yang masuk ke Grandfinal tetapi menempati peringkat 4, tidak berhasil masuk menjadi delegasi DIKTI. Pada divisi EFL, tahun ini dimenangkan oleh Sekolah Tinggi Bahasa Asing Teknokrat Lampung (Nurul Djannah, Sheilla Koesin) yang pada akhir babak pra-penyisihan menempati peringkat 8 dari 96 tim dan sekaligus menjadi wakil DIKTI di WUDC tahun 2011-2012. Secara keseluruhan, ada 17 tim Indonesia yang ikut bertanding di WUDC De La Salle Manila, yang berasal dari UI, ITB, Binus Internasional, STAN, Bina Nusantara, Atma Jaya Jakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, STBA Teknokrat Lampung, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Padang. UI C (Ahmad Naufal Da'i dan Irene Severina) serta STAN A (Halim Nuswantoro dan Teddy Triatmojo) berhasil mencapai Semifinal EFL. Selain itu, prestasi yang diraih Indonesia adalah Gelar Pembicara Terbaik ke-2 Kategori EFL, yang diraih oleh Roderick Sibarani (UI A) dan Pembicara Terbaik ke-3 Kategori EFL, yang diraih oleh Ahmad Naufal Da'i (UI C).

Pada WUDC 2016 di Thessaloniki, Yunani, delegasi indonesia berhasil melaju hingga babak Grand Final ESL Category yaitu Universitas Indonesia A (Terry Muthahhari dan Magreta Kailla) dan Grand Final EFL Category yaitu Universitas Brawijaya (Haris Apriyanto dan Nadya Ayuning). selain tim tersebut tim UGM dan UI B juga berhasil melaju hingga babak quarter ESL. Tim Indonesia yg berpartisipasi di WUDC edisi kali ini yaitu: UI, UGM, ATMA JAYA, BRAWIJAYA, UNPAD, BINUS dan UNY

Kompetisi-kompetisi lainSunting

Indonesia telah aktif berpartisipasi sejak Asian Universities Debating Championship (AUDC) pertama pada tahun 2005. Dalam hal prestasi debat, prestasi terbaik Indonesia adalah saat tim dari Universitas Indonesia masuk ke babak 16 besar sebagai peringkat ke-16 pada tahun 2007, dengan anggota Siti Astrid Kusumawardhani, Astari Damia, Ahmad Hilmy.

Secara konsisten, Indonesia juga menunjukkan prestasi yang luar biasa pada kategori English-as-Foreign-Language sejak AUDC pertama pada tahun 2005 dimana Bina Nusantara English Club (BNEC), diwakili oleh Siti Nur Aulyana, Ranthy Tobing, Andreas Fender meraih Juara 2. Pada tahun-tehun berikutnya, Indonesia meraih prestasi yang semakin tinggi dalam kategori EFL ketika pada tahun 2006, Binus (Siti Nur Auliana, Ranthy Tobing, Sarel Dika) dan tahun 2007, UGM (Bernando Tampubolon, Engelbertus Panggalo, Novelisa Wirid) menjuarai kategori tersebut. Pada tahun 2007, semi final kategori EFL dipenuhi tim-tim Indonesia, yakni Atma Jaya Jakarta (Antonny Saputra, Paula Luciana, Nita Chryssanti), ITB (Masyhur Azis Hilmy, Aino Nindya Auerkari, Luthfi Abdurrahman) dan UNY. Pada tahun 2008, Juara 1 kembali dimenangkan oleh Bina Nusantara English Club (BNEC) (Bryan Gunawan, Ranthy Tobing, Christina) dan Juara 2 dimenangkan oleh UMY.

Dalam bidang penyelenggaraan, Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah turnamen debat berskala regional pada tahun 2007 ketika Institut Teknologi Bandung berhasil memenangkan bidding untuk AUDC 2007. Dua orang Indonesia pernah menjadi anggota inti dalam dewan AUDC, yaitu Norman Febrian (ITB) dan Bryan Gunawan (Binus).

Prestasi terbaik Indonesia dalam All-Asian Intervarity Debating Championship saat tim dari Universitas Indonesia yang beranggotakan Adisti Ikayanti, M. Donny Eryastha, dan Siti Astrid Kusumawardhani mencapai babak perempat final dalam kompetisi di Langkawi, Malaysia, tahun 2006.

Debat SMA berbahasa InggrisSunting

Di tingkat SMA pun debat parlementer semakin populer. Seperti tingkat universitas, berbagai lomba debat tingkat SMA juga sering diadakan setiap tahunnya, dimana komunitas debat berbagai SMA yang berbeda bertanding. Beberapa kejuaraan tingkat SMA yang cukup prestigius antara lain ASEAN Law Students Association (ALSA) Universitas Indonesia English Competition (kejuaraan tersebut diadakan untuk dua kategori debat; universitas dan SMA), Jenderal Soedirman Debating Championship (JSDC) yang diadakan oleh SEF UNSOED setiap tahunnya, Phyxius English Debating Competition (PEDC) di SMAK 1 BPK Penabur Bandung, SMAKONECUP di SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, Casello Cup English Debate Competition (CC-EDC) oleh SMA 1 Wates Yogyakarta, Casanova Debate Competition (CDC) di SMA Kolese Kanisius Jakarta, Bina Nusantara English Competition (Binus E-Comp) di Binus International Jakarta, National English Olympics (NEO) dan Asian English Olympics (AEO) yang diselenggarakan oleh Binus English Club (BNEC) untuk tingkat SMA dan Universitas.

National Schools Debating ChampionshipSunting

World Schools Debating ChampionshipSunting

Indonesia mengirimkan delegasi pertamanya ke WSDC 2001 yang diadakan di Johannesburg, Afrika Selatan. Sebagai tim baru, tim Indonesia berhasil meraih gelar "Best New Team". Pada keikutsertaan Indonesia yang ketiga kalinya di WSDC 2003, Indonesia berhasil masuk 16 besar (peringkat 11) sehingga lolos ke babak eliminasi perdelapan final. Tahun berikutnya, Indonesia juga mendapatkan tempat di perdelapan final dengan menduduki peringkat 13. (Sumber: The 2005 ISDC Program Book)

Debat universitas berbahasa IndonesiaSunting

Kompetisi Debat Mahasiswa IndonesiaSunting

Debat SMA berbahasa IndonesiaSunting

Lomba Debat Bahasa IndonesiaSunting

Pranala luarSunting