Close-in weapon system

Close-in sistem senjata (CIWS), sering diucapkan sea-whiz, adalah senjata pertahanan titik (point-defense) untuk mendeteksi dan menghancurkan rudal jarak pendek yang masuk dan drone maupun pesawat terbang musuh yang telah menembus pertahanan terluar, biasanya dipasang pada kapal angkatan laut. Hampir semua kelas kapal perang modern dilengkapi dengan beberapa jenis perangkat CIWS.

Phalanx CIWS dan Bofors 40mm L70 Gun

Umumnya terdapat dua jenis sistem CIWS. CIWS berbasis meriam biasanya terdiri atas kombinasi radar, komputer, dan meriam multi-laras tembak cepat yang ditempatkan pada dudukan meriam berputar. Sistem peluru kendali menggunakan pemandu inframerah, radar pasif/ESM atau panduan akhir semi aktif untuk memandu peluru kendali menuju pesawat musuh atau ancaman lainnya. Dalam beberapa kasus, CIWS digunakan di darat untuk melindungi markas militer. Dalam kasus ini, CIWS dapat melindungi markas dari tembakan artileri dan roket.

DeskripsiSunting

CIWS adalah senjata yang digunakan untuk mendeteksi dan menghancurkan rudal maupun pesawat musuh yang berhasil memasuki daerah pertahanan paling luar. CIWS merupakan senjata untuk menghancurkan senjata musuh dalam jarak dekat, ketika berbagai senjata pertahanan jarak jauh tidak lagi mampu menghancurkan senjata musuh. CIWS banyak digunakan di dalam kapal perang. Hampir semua kapal perang modern saat ini dilengkapi minimal dengan satu CIWS di dalamnya. Namun demikian ada juga CIWS yang digunakan di darat, yaitu untuk melindungi fasilitas-fasilitas tertentu.

Jenis CIWSSunting

Jenis-jenis CIWS meliputi:

Sistem CIWS laser

Turki dilaporkan sedang mengembangkan sistem CIWS berbasis laser. CIWS berbasis laser ini digunakan untuk menanggulangi ancaman dari rudal maupun pesawat musuh.[1][2][3][4]

Sistem meriam

CIWS berupa sistem yang terdiri atas kombinasi antara radar, komputer dan meriam kaliber kecil yang ditempatkan pada satu tempat tertentu. Meriam ini memiliki kemampuan berputar 360 derajat untuk menjamin kemampuan menghadapi ancaman dari berbagai penjuru. Contoh CIWS berbasis guns adalah sebagai berikut:[5][6][7][8][9]

Keterbatasan sistem senjata CIWS meriam adalah jarak jangkauan efektif yang pendek dan probabilitas keberhasilan yang terbatas. Jangkauan efektif maksimum dari sistem senjata adalah sekitar 5.000 meter (16.000 kaki); sistem dengan proyektil yang lebih ringan bahkan memiliki jangkauan yang lebih pendek. Jarak tembak yang diharapkan dari rudal anti-kapal yang masuk sekitar 500 m (1.600 kaki) atau kurang, masih cukup dekat untuk menyebabkan kerusakan pada sensor kapal atau jalur komunikasi, atau melukai atau membunuh personel yang terpapar. Dengan demikian beberapa CIWS (seperti sistem Kashalan Rusia, Pantsir, dan US Phalanx) ditambah dengan memasang SAM jarak dekat pada dudukan yang sama untuk meningkatkan. Probabilitas keberhasilan tembakan terbatas: bahkan jika rudal terkena dan rusak, ini mungkin tidak cukup untuk menghancurkannya sepenuhnya atau mengubah arahnya cukup untuk mencegah rudal, atau pecahan dari itu, dari mengenai sasaran sasaran, terutama karena jarak intersepsi adalah pendek.

Sistem peluru kendali

CIWS ini adalah CIWS berupa rudal yang tentunya memiliki berbagai kelebihan dibandingkan CIWS berbasis sistem meriam. Contoh CIWS berbasis rudal adalah sebagai berikut:[10][11][12][13]

CIWS berbasis darat

CIWS yang digunakan di daratan, baik untuk melindung fasilitas yang diam maupun fasilitas yang bergerak (contohnya tank). CIWS juga digunakan di darat dalam bentuk C-RAM. Dalam skala yang lebih kecil, sistem perlindungan aktif digunakan di beberapa tank (untuk menghancurkan granat berpeluncur roket (RPG), dan beberapa sedang dalam pengembangan. Sistem Drozd digunakan pada tank Infantri Angkatan Laut Soviet pada awal 1980-an, tetapi kemudian diganti dengan bahan peledak reaktif Sistem lain yang tersedia atau sedang dikembangkan adalah Rusia (Arena , Israel (Trophy), Amerika (Quick Kill) dan Afrika Selatan-Swedia (LEDS-150).

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ U.S. Navy Deploys Its First Laser Weapon in the Persian Gulf Diarsipkan 2014-11-29 di Wayback Machine. - Bloomberg.com, 14 November 2014
  2. ^ Insinna, Valerie (2015-02-14). "turkey-laser-weapon-indigenous-tubitak-test". Defensenews.com. Diakses tanggal 2016-12-03. 
  3. ^ "Turkey creates laser weapon". Times.am. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 2016-12-03. 
  4. ^ "Turkey aims to second US in using laser as military weapon | General | Worldbulletin News". Worldbulletin.net. 2015-01-19. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-12-13. Diakses tanggal 2016-12-03. 
  5. ^ Friedman, Norman (1991). The Naval Institute guide to world naval weapons systems, 1991/92. Annapolis, MD: Naval Institute Press. ISBN 0870212885. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2017. Diakses tanggal 13 February 2017. 
  6. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-23. Diakses tanggal 2008-08-16. 
  7. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2007-09-27. 
  8. ^ Wachsberger, Christian; Lucas, Michael; Krstic, Alexander (June 2004), Limitations of Guns as a Defence against Manoeuvring Air Weapons (PDF), DSTO Systems Sciences Laboratory, hlm. 36, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-03-23, diakses tanggal 2012-07-04 
  9. ^ Discovery Channel Discovery Channel Science Top 10 Weapon: Fire Power
  10. ^ Tony DiGiulian. "Italy 40 mm/70 (1.57") Breda". Navweaps.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-01-02. Diakses tanggal 2013-05-18. 
  11. ^ Dan Petty. "The US Navy - Fact File:". Navy.mil. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-11-04. Diakses tanggal 2013-05-18. 
  12. ^ 偶军航母上的蜂窝制造者是国产11管近防炮,射速可达每分钟1万发......偶早在2009年就知道鸟 - 飞扬军事 - 信息资讯 - 军事主题 - 骑鲸蹈海. 兄弟 (dalam bahasa Chinese). May 18, 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 November 2013. Diakses tanggal 13 February 2017. 
  13. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2009-12-02.